Siapakah Aku?

Setelah sekian lama aku berkelana dalam hening, aku menjelajahi waktu dan suasana hati

Melewati banyak pergumulan dalam hidup membuatku seakan tak lelah berdiri

Bersyukur betapa besarnya rahmat Tuhan yang masih boleh aku nikmati hingga saat ini

Tanpa kasih Tuhan, aku tak mungkin kuat sampai hari ini

Aku hanyalah manusia biasa yang jauh dari kata sempurna, namun aku selalu memperjuangkan imanku

Imanku bertumbuh setiap harinya karena pergumulanku itulah yang membawaku kepada jalan kebenaran dari Tuhan

Setiap hari adalah hari yang baru dan indah, aku tidak pernah berhenti belajar, berharap dan berdoa

Cinta itu ada, tak pernah mati hanya karena kebencian

Aku dibenci karena sifatku yang aneh, namun ternyata aku dicintai karena satu misi

Aku tak tau cinta itu ada dimana, namun aku terus merasa dia dekat

Menjadi kuat dan tegar memang tak semudah kata yang terucap

Harus kuat juga bisa menjadi pilihanku

Aku berterima kasih untuk cinta yang begitu indah, karena cinta aku masih ada sampai sekarang

Dikala aku bersedih dan bimbang, kemanakah langkah ini akan menuntunku?

Aku merasakan satu kehampaan dalam hati yang membawaku kepada perjalanan mencari jati diri

Apakah aku sudah dekat dengan Tuhan? Tapi mengapa kekosongan itu masih ada?

Apakah aku kurang bersyukur?

Hari ini adalah hari baik dimana ada berkat didalamnya

Hanya saja aku tak bisa melihatnya

Tuhan, kepadaMulah aku berserah, semua yang aku alami ini adalah rencanaMu

Meski aku harus sakit dan tertatih untuk sekian lama, aku tetap tak henti memandangMu

KasihMu besar melebihi pergumulanku

Apabila aku menjauh dariMu, maafkanlah aku..

Selalu kurindukan kehadiranMu, bukakanlah jalanMu, bukakanlah mata hatiku agar selalu mengingat kebaikanMu

Siapakah aku tanpaMu?

Hadiah kesabaranMu itulah yang membentuk karakter diriku

Jauh dari lubuk hatiku, inilah tanda-tanda kerapuhanku

Aku tak sanggup ada disini lagi jika bukan karena kehendakMu

Tuhan, aku percaya pertolonganMu nyata dan tepat waktu, Engkau mendengar, melihat dan merasakan apa yang sedang aku jalani ini..

Engkau hadir dalam perlindungan cinta dari orang-orang yang luar biasa

Kuatkan aku Tuhan, jika Engkau masih mengkehendakiku berada disini…

KekuatanMu adalah alasanku mengapa aku sangat mengandalkanMu

 

Advertisements

Misteri Hidup #part3

perjalanan jiwaku menelusuri dunia mimpi kembali membawaku pada sebuah perjumpaan yang selama ini tidak pernah aku pikirkan dan aku bayangkan

disana aku melihat seorang perempuan dengan jubah coklat kesusterannya, tangannya memeluk bunga dan salib Kristus

aku diajak berbicara dengannya,  tetapi aku tidak ingat apa yang sedang kita bicarakan waktu itu

setelah selesai berbicara, aku pamit pulang….

sebelum berpisah, aku bertanya dengannya, “Suster, boleh gak aku minta nomor teleponnya?”

lalu ia menjawab sambil tersenyum, “Aku tidak punya nomor telepon.”

setelah itu, aku pun terbangun dari mimpi

aku sadar dan mencoba mengingat siapa perempuan itu

aku ingat-ingat warna pakaiannya dan barang-barang yang ia peluk didadanya

wajahnya memang tidak begitu terlihat jelas, tapi dia memang terlihat sangat cantik

awalnya warna jubah kesusterannya yang berwarna coklat mengingatkanku pada Santa Teresia dari Avila, tetapi setelah aku mencarinya diinternet, muncullah gambar dan lukisan santa-santa yang lain dengan nama Teresia juga..

aku terpaku pada satu gambar yang terasa tidak asing bagiku

gambar itu menunjukkan sosok perempuan yang aku lihat dalam mimpi

bagaimana aku yakin kalau itu memang dia?

aku masih ingat warna pakaiannya, warna bunga-bunganya dan juga salibnya

sangat mirip dengan,

Theresia dari Lisieux

Santa Teresia Kanak-Kanak Yesus (dari Lisieux)

setelah itu, aku disarankan untuk membaca kisah hidup Santa muda ini karena aku juga penasaran, sebenarnya apa saja yang ia bicarakan padaku dimimpi

kisah hidupnya yang panjang, namun usianya masih sangat muda ketika dipanggil menghadap Tuhan

dan yang membuatku terheran-heran adalah kongregasi suster yang ia masuki itu sama dengan Santa Bernadette, Santa yang bertemu denganku sebelum aku bertemu dengan Santa Teresia dari Lisieux

hal itu membuatku bertanya-tanya dan ingin tau apa sebenarnya rencana Tuhan dengan mengizinkan aku melihat dan berbicara dengan 2 Santa besar ini

beberapa bulan kemudian, aku diberitau dengan adanya retret promosi panggilan untuk perempuan-perempuan muda yang ingin lebih tau tentang kehidupan dan tugas seorang suster dari berbagai kongregasi di Singapura

waktu itu hanya ada 5 kongregasi suster yang diundang, tapi tidak ada Ordo Karmelit

hari terakhir, saat sedang makan siang, kebetulan didepanku duduk pembimbing rohani sekaligus orang yang menyelenggarakan retret ini

dia bilang pada semua orang yang ada di meja makan itu, tahun depan masih ada sekali lagi retret promosi panggilan untuk mengundang 6 kongregasi suster yang lain

lalu, aku bertanya, “Apakah ada Ordo Karmelit?”

ia menjawab, “Ya, kami akan berusaha untuk mengundang suster dari Karmelit tahun depan. Tetapi dari 11 kongregasi suster yang ada di Singapura, hanya Ordo Karmelit saja yang tidak punya nomor telepon, hanya ada alamat saja.”

saat mendengar pernyataan itu, tiba-tiba aku teringat akan mimpi pertemuanku dengan Santa Teresia dari Lisiuex yang mengatakan bahwa ia tidak punya nomor telepon

awalnya aku hanya menjadikan cerita ini sebagai sindiran kepada pembimbing rohani dan teman-teman yang lain

tapi ternyata tidak juga… disitu aku diajak untuk menceritakan semuanya kepada mereka

dan reaksi mereka saat aku cerita soal nomor telepon itu adalah mereka semua menertawakanku, tapi ya mereka malah bertanya

bagaimana bisa aku bermimpi sehebat itu? mereka yang ada disekelilingku mengatakan mereka juga ingin bermimpi seperti itu

pembimbing rohani itu bilang, aku harus bersyukur karena mimpi itu adalah sebuah berkat untuk orang-orang pilihan dan aku harus mencari tau maksud dari mimpi itu

aku bermaksud mencari tau itu sepulang dari retret promosi panggilan tersebut

tetapi, belum juga ku pergi ke alamat Ordo Karmelit itu sampai sekarang…

aku bingung, ragu dan aku masih butuh waktu untuk benar-benar tenggelam dan percaya dengan mimpi itu

lama-kelamaan, aku pun mulai tidak memikirkan mimpi itu lagi, walaupun aku tidak akan lupa

beberapa hari yang lalu pun aku pergi menerima sakramen pengakuan dosa untuk mempersiapkan diri menyambut Natal

saat pengakuan dosa itu, aku juga mengakui semua mimpi=mimpi spiritual yang aku alami dari tahun 2012 sampai sekarang untuk pertama kalinya dihadapan romo

aku tuangkan semua kegelisahan, ketakutan, kebingungan dan keraguan yang aku rasakan

dari semua pengakuan panjangku, romo itu hanya mengatakan, “berdoa dan bertanyalah kepada Bunda Maria agar ia menunjukkan jalan dan panggilan hidupmu yang sebenarnya.”

hatiku tenang dan damai setelah itu…. aku pun bertanya pada diriku sendiri,

apakah hubungan mimpiku ini dengan kenyataan yang kulihat adalah jawabannya?

apakah aku benar-benar harus pergi ke Ordo Karmelit hanya untuk bertanya 1 hal yang aku sendiri saja masih belum mengerti?

apakah lewat perantaraan Santa Bernadette dan Santa Teresia dari Lisieux, Tuhan memanggilku untuk masuk Biara Karmelit? atau itu hanya pikiranku saja yang tertarik dengan ordo ini?

*****************************************************

bersambung…

Misteri Hidup #part2

aku tidak tau apakah ini kebetulan atau suatu tanda baik untukku

ini berawal sejak kepulanganku dari ziarah di Fatima, Portugal

ada beberapa mimpi yang aku alami dan itu masih aku ingat jelas sampai sekarang

waktu itu, beberapa hari setelah kembali ke Singapura, aku menonton film Santa Bernadette di Youtube

aku menonton karena ingin tau bagaimana kisah keseluruhan dan kehidupannya, jadi aku tidak ada rasa yang aneh saat menonton

aku memang sangat tertarik dan menyukai sosok Santa Bernadette saat menonton film itu, meski tidak diperlihatkan sosok Bunda Maria

difilm itu hanya diperlihatkan perjuangan Santa Bernadette untuk menyampaikan pesan Bunda Maria kepada semua orang, termasuk pastor yang selalu meragukannya, serta ekspresi Santa Bernadette yang sangat terpana dengan kehadiran Bunda Maria dihadapannya

namun, selesai menontonnya, tanpa aku sadari wajah Santa Bernadette yang polos itu terbayang-bayang terus dipikiranku, sampai malam harinya, aku bermimpi melihatnya didepanku

dimimpi itu, aku tidak melihat keseluruhan tubuhnya, tapi wajahnya itu sangat dekat dengan wajahku

masih jelas kuingat saat kedua matanya tajam menatapku dan ia tersenyum padaku…

sesaat aku tersadar dan membuka mata, wajah Santa Bernadette hilang… tapi tidak sampai disitu saja

aku tersadar sampai 3 kali dan setiap kali aku menutup mata, wajah itu muncul lagi dan ketika aku membuka mata, wajah itu hilang

sempat aku berpikir apakah aku sedang bermimpi atau tidak? sempat kulihat sekeliling kamarku, kucari wajah itu, tapi tidak ada

setelah itu, aku kembali tertidur dan aku bermimpi lagi

aku bermimpi memakai baju yang sama seperti Santa Bernadette sewaktu dia masih hidup dan aku memakai penutup kepala yang panjang berwarna biru langit

aku berdiri didalam barisan perarakan masuk sebelum misa dimulai, aku adalah orang terakhir dibarisan itu

aku berjalan bersama putra altar menuju altar suci dan semuanya terbuat dari emas

tidak ada orang dibelakangku saat itu, tapi ketika aku mundur untuk kembali ke bangku umat, disitulah aku melihat seseorang

aku berbalik dan dia pun mendekat padaku… ya aku tau dia adalah Paus Fransiskus yang sedang memakai jubah kebesarannya dan topi kecil berwarna putih dikepalanya

disebelah kiri tangannya, ia memegang mangkok emas berisi air suci, lalu ia tersenyum padaku dan memberkatiku dengan memberi tanda salib didahiku

setelah itu aku terbangun…… dan sadar, itu hanya mimpi juga…..

aku memang tidak mengerti maksud mimpi itu apa, tapi jujur tatapan tajam Santa Bernadette itu terasa masih mengikutiku sepanjang hari

apakah itu semua hanya kebetulan karena sudah menonton film Santa Bernadette, lalu aku sangat terobsesi dengannya atau ada hal lain aku tidak tau

sempat berpikir dan berharap, mimpi ini tidak berlanjut lagi, tapi ternyata aku salah menduganya

aku bertemu lagi dengan seorang Santa besar beberapa hari setelah aku bertemu dengan Santa Bernadette dan Paus Fransiskus

seorang Santa ysng juga berasal dari ordo yang sama dengan Santa Bernadette yaitu Ordo Karmelit… apakah Tuhan memanggilku untuk mengikuti jejak kedua Santa ini?

siapakah ia dan apakah ia adalah jawaban dari panggilan hidupku?

aku memang ada rasa ketertarikan dengan Ordo Karmelit, tetapi aku tidak bisa menjawab ya kalau inilah yang aku ingini dan Tuhan kehendaki

aku masiih mencari atau mungkin tidak terlalu memikirkannya lagi….

apakah mimpi ini adalah isyarat bagiku? apa yang ingin Tuhan katakan padaku lewat mimpi ini?

inikah yang aku mau dan Tuhan kehendaki sebagai pelayanNya?

*******************************************************

bersambung..

 

Misteri Hidup #part1

setelah beberapa bulan istirahat dari aktifitas menulis, akhirnya aku temukan semangat, tujuan dan inspirasi menulisku lagi

kali ini aku ingin menceritakan kejadian-kejadian yang aku alami selama beberapa bulan terakhir ini, walaupun hari ini sebenarnya aku sedang berduka dalam luka

tapi semangatku untuk menulis lagi lebih besar, bahkan kini aku sudah tau apa yang mau aku tulis….

ini bermula dari ketika aku dipaksa untuk ikut tour ziarah dalam rangka 100 tahun Fatima…

mengapa aku bilang terpaksa? ya karena waktu itu aku tidak ada niat, impian dan juga rasa untuk berziarah ke tempat yang seperti itu, walaupun aku punya minat religius yang tinggi

saat aku berangkat, perasaanku biasa-biasa saja, bahkan aku cenderung diam selama mengelilingi Eropa, Spanyol dan Portugal

walaupun ditasku ada kamera, aku tidak beraktifitas dengan kamera itu, jadi 2 minggu selama disana, aku tidak menyimpan satu lembar foto, sampai-sampai orang tuaku kesal denganku

mereka menilai aku tidak menikmati perjalanan ziarah itu sama sekali

ya aku akui, beberapa kali masuk gereja bersejarah, gereja tua dan tempat pemberlanjaan, aku tidak tertarik sama sekali

ada yang lain dalam diriku dan hatiku terasa kosong saat melihat bangunan gereja yang megah

namun, aku tetap fokus mengikuti misa pagi dan mendengarkan penjelasan pemimpin tour dan romo dengan seksama

gerak-gerikku terbaca aneh oleh romo pembimbing waktu itu dan aku merasa aku pun harus mengutarakan sesuatu padanya

pertanyaanku pertama saat bertemu dengan romo adalah, “Romo, apakah orang yang bukan seorang biarawati atau suster dan tidak punya pendidikan teologi, bisa mendirikan biara?”

pertanyaan itu memang sudah lama aku simpan dan ingin aku cari tau jawabannya…

ternyata aku bisa saja melakukan itu…

semuanya semakin aneh saat aku melihat banyak suster lalu lalang didepanku

ada rasa damai dan sesekali membayangkan aku ada diantara mereka..

semangatku memuncak ketika aku mengunjungi tempat-tempat berziarah Santa Bernadette di Lourdes dan di Nevers

jenazah Santa Bernadette yang cantik itu tepat didepanku, dia tampak sedang tertidur, tapi tidak itu yang aku rasakan

melihatnya tidur beberapa menit, aku melihat dia bergerak, seperti hidup meski tak membuka mata… anehnya mistik itu hanya aku yang merasa

aku tidak takut waktu itu, aku bersuka cita, bisa mengenal sosoknya dan misteri penampakan Bunda Maria di Lourdes

tempat-tempat biara yang aku kunjungi membuatku begitu tertarik dan semangat.. aku selalu berada didepan jika pemimpin tour sedang menjelaskan tentang Santo Santa…..

disitulah aku mengakui, aku sangat tertarik dengan kehidupan Santo Santa, masuk ke tempat mereka tinggal dan melihat barang-barang peninggalannya dibalik kotak kaca

aku juga menyadari panggilanku untuk mengikuti ziarah itu apa, bahkan romo pembimbing sudah menjelaskannya padaku

panggilanku berbeda dari semua orang dan hanya aku yang bisa merasakan bagaimana Tuhan menyentil hatiku untuk melangkah lebih dekat dengan kehidupan biara

aku memang tidak tau kehidupan biara seperti apa, tapi mendengar kisah Santo Santa itu membuatku tertarik dan damai

ya aku menyukai ketenangan, kota yang jauh dari keramaian dan sunyi.. dimana aku merasa dekat dengan Tuhan

tapi rasa penasaranku itu harus kupendam dan kusimpan dalam hati, sedikit mulai melupakannya dan ingatlah statusku saat ini

aku sadar, selama 2 minggu disana, aku bertengkar terus-menerus dengan kekasihku… sampai-sampai aku ketakutan dikamar sendirian

serangan itu membuatku gila, bingung, takut dan gelap mata

aku lelah, ingin istirahat tapi aku masih sayang

sering kali aku mengambil jalan pintas. aku putus asa

bahkan aku berdoa kepada Bunda Maria, “Aku tidak meminta kesembuhan, aku hanya ingin semuanya kembali seperti sedia kala, aku sangat takut.”

ya itulah doaku sesaat sebelum aku berendam di air Lourdes, yang konon membawa kesembuhan dan semua keinginan akan terkabul

lalu, apakah doaku terkabul saat itu?

rahasia….

lalu apakah ketertarikanku dengan dunia biara adalah tanda Tuhan memanggilku untuk menjadi pelayanNya?

*************************************

bersambung…..

6 Bulan + 10 Hari

(6 bulan + 10 hari, 27 Oktober 2017, 14.41 WIB)

Pacaran 6 bulan lebih dengan Fransiskus Xaverius Agustinus Tedy Indra Pratama, gak selalu manis kayak gula, tapi juga terasa pahit seperti minum kopi tanpa gula. Walaupun sering berantem, berantem yang buat aku merasa stress berat dan ingin mengakhiri hidup seolah tidak punya siapa-siapa lagi, aku juga bersyukur masih diberi kesempatan untuk mengenal karakternya seperti apa.

Aku belajar untuk mencintai seseorang dengan hati yang tulus, keterbukaan, jujur walaupun tersakiti juga oleh cinta. Tedy Indra bilang dia maunya itu,

  1. Jujur
  2. Terbuka
  3. Nurut
  4. Foto makanan sebelum dan sesudah
  5. Jalan pagi 30 menit setiap hari Minggu
  6. Sit-up 3x setiap hari Minggu + video
  7. Jaga kesehatan, tidur yang cukup
  8. Tidur siang minimal 2 jam (kalau belum kerja)
  9. Makan nasi sehari sekali
  10. Posting riwayat orang kudus di Catholicism FB dan renungannya setiap hari
  11. Setelah tanggal 20 November 2017, ringkas riwayat orang kudus dan renungannya dihari yang sama, tidak boleh dicicil karena itu adalah pekerjaan orang males
  12. Kalau buat salah, ada hukumannya, seperti berdiri-jongkok
  13. Tidak boleh berhubungan dan membuka blokiran kontak Romo Warno, Romo Indra, Frater Antonius, Inge dan Immanuel Kurniawan

Aku tau semua yang ia sarankan dan perintahkan itu adalah baik untuk kebaikanku juga. Tapi, diawal aku merasa terlalu diatur, kelama-lamaan aku udah terbiasa dan menikmati hubungan ini yang manis, walaupun tidak semua orang memahami apa yang aku rasakan dan aku alami didalam hubungan ini. Tedy bilang, dia juga mau dimengerti, dan aku belajar itu setiap detik supaya hubungan ini tetap bisa bertahan.

Aku menuruti kemauan Tedy Indra dari yang sederhana sampai yang kadang cukup sulit, bukan karena aku bodoh seperti boneka yang sering orang bilang padaku, tetapi itu karena aku lebih menghargai dan mementingkan hubungan ini daripada aku harus kehilangan Tedy untuk selamanya. Ada juga orang-orang yang bilang aku seperti diperbudak karena cinta, tapi aku merasa tidak demikian, karena Tedy TIDAK PERNAH memanfaatkanku apalagi uangku.

Aku sadar dan menyadari kalau cinta itu adalah sebuah kebutuhan. Ya, aku butuh Tedy bukan untuk mengisi hari-hariku yang sepi, tapi karena aku tau aku masih punya Tedy, orang yang harus diperjuangkan, makanya aku bertahan sampai sekarang

Aku masih banyak kekurangan dan bisa melakukan kesalahan yang tidak disengaja. Aku takut membuat Tedy marah hanya karena keteledoranku. Kalau Tedy udah marah, sakit itu muncul dan menyerangku terus menerus. Merasa terpojok dan tidak dimengerti udah sering aku rasakan setiap kali aku dimarahi. Aku cuma bisa diem dan nangis diem-diem setelahnya. Aku berdoa semoga badai itu cepat berlalu dan aku bisa seperti sedia kala.

Tedy juga sering mengeledek aku yang tiba-tiba cemburuan. Katanya kalau aku ngambek karena cemburu itu lucu. Padahal itu ekspresi takut kehilangannya gara-gara cewek lain yang jauh lebih baik daripada aku.

Padahal aku masih jauh dari sempurna, kadang merasa gak pantas aja sama Tedy orang yang baik banget sama semua orang walaupun dia orangnya cepat tersinggung. Aku dikuatkan setiap kali ia marah dan emosi, dan aku disadarkan ternyata aku lebih membutuhkannya disampingku daripada aku harus melihat dia sakit karena aku atau dengan perempuan lain. Karena adanya cincin yang melingkar dijari manis kananku, aku bertahan pada hubungan ini dan aku tau ternyata Tedy mempunyai rasa sayang yang besar untukku, makanya ia mengikatku untuk selalu berada disampingnya.

 

Dear Sayangku,

Maaf ya sayang, aku masih banyak kesalahan dan kekurangan. Aku juga sering buat sayangnya marah dan kesel sama aku. Aku juga belum bisa jadi yang sempurna seperti yang sayang mau, tapi aku sadar ternyata Tuhan memang inginkan kitanya bersama. Aku dikuatkan Tuhan setiap hari lewat hubungan ini. Walaupun aku sering berpikir untuk mati aja saat sayang bilang gak mau sama aku lagi, dan disaat itu aku malah menyakiti diriku sendiri, hubungan kita lebih penting. Maka aku mau aja ngelakuin apa yang sayang minta.

Semoga hubungan kita bisa langgeng terus dan kita bisa terus bersama ya… semoga sayang juga gak bosen sama aku, terutama kalo aku lagi manja, pengen cerita sesuatu dan lagi ketakutan.

Love you,

❤ ❤ ❤ ❤

 

Stand Strong

A short conversation between me and Fr. Paul:

Me: Father, can I speak to you?

Fr. Paul: Yes, about what?

Me: How to be strong?

Fr. Paul: Pray rosary everyday, like what Mary said to us. And do what you get from the message of Bible.

Me: Oh…..

Fr. Paul: Let me bless you in the name of Father, and the Son, and the Holy Spirit, Amen.

Me: Thank you.

****

let go what make you suffer and let the power of God influence you more

because you deserve to be happy and determine what should happen in your life

stand strong even you don’t know how to do that

thankful is the main key for you to see how great God is

because you never realize that you have to continue your life by His will

let it be what you can’t change and go ahead what you can feel right now

never ask again how to be strong when you feel I’m so weak and I can do nothing for myself

yes I’m weak without God in me

I want to be strong because I know  God is my strength

Titik Jenuh

Berbicara tapi tidak didengar, untuk apa aku mengeluarkan suara?

Suara dan air mataku seolah sudah habis, aku ingin istirahat

Suara dalam hati dengan niat ingin berubah sudah aku lakukan, tapi semuanya hanya tinggal mimpi

Padahal setiap hari aku berjuang untuk memperbaiki diri agar apa yang aku pertahankan tidak hilang

Tapi kini aku sudah lelah dan mengerti siapa aku sebenarnya

Ternyata aku tidak seberharga itu, setiap hari aku menguatkan diri, walaupun aku terjatuh berkali-kali

Aku sudah mencoba untuk berubah, berkata jujur dan membuka semua yang aku pendam

Namun, semua yang aku lakukan hanyalah api pemicu amarah

Aku berusaha mengerti dititik kejenuhanku, dibalik itu juga aku belajar untuk setia

Jika aku tidak pantas dipercaya lagi, mengapa aku harus sedih saat semuanya hilang?

Aku sadar akan kekuranganku dan aku sudah berusaha mengubahnya hanya demi satu kebahagiaan

Tapi hadirku tidak berarti lagi, untuk apa aku ada disini sedangkan aku bicara tidak didengar?

Mengapa harus selalu aku yang mengalah padahal aku sudah melakukan semua yang diminta?

Apa artinya aku kalau aku adalah beban?

Siapakah aku ini sampai-sampai aku merasa tidak layak hidup?

Setiap hari aku juga berjuang menepis semua rasa takutku, berusaha berkata apa adanya, tapi sekarang sia-sia

Aku hanya pelampiasan amarah, aku hanya dijadikan pelarian disaat ada api dihati

Setiap hari diberi kasih sayang, diselimuti api dan hukuman

Setiap hari juga aku berdoa agar pencobaan ini bisa aku lewati

Jika kehadiranku hanyalah untuk menyusahkan hidup orang lain, aku minta maaf

Aku sadar, aku hanya manusia biasa yang mencoba untuk berubah, tapi itu tidak perlu dilihat lagi karena sudah tidak berarti

Maaf aku berkata kasar atau kurang sopan, tapi jujur aku jenuh dan tidak tau harus berbicara apa lagi

Semuanya sudah aku beri tapi tidak ada yang berubah

Lebih baik pergi daripada aku menyusahkanmu setiap hari

Katanya aku hanya bisa membuat marah, katanya aku tidak berguna, katanya aku pelupa, penipu, pembohong dan pemberi harapan palsu

Itu semua menutupi niat baikku untuk berubah, jujur, terbuka dan penurut

Semua juga salahku, aku yang terlalu bodoh karena cinta

Mungkin ini bukanlah cinta yang sebenarnya, mungkinkah cinta itu bohong?