Misteri Hidup #part2

aku tidak tau apakah ini kebetulan atau suatu tanda baik untukku

ini berawal sejak kepulanganku dari ziarah di Fatima, Portugal

ada beberapa mimpi yang aku alami dan itu masih aku ingat jelas sampai sekarang

waktu itu, beberapa hari setelah kembali ke Singapura, aku menonton film Santa Bernadette di Youtube

aku menonton karena ingin tau bagaimana kisah keseluruhan dan kehidupannya, jadi aku tidak ada rasa yang aneh saat menonton

aku memang sangat tertarik dan menyukai sosok Santa Bernadette saat menonton film itu, meski tidak diperlihatkan sosok Bunda Maria

difilm itu hanya diperlihatkan perjuangan Santa Bernadette untuk menyampaikan pesan Bunda Maria kepada semua orang, termasuk pastor yang selalu meragukannya, serta ekspresi Santa Bernadette yang sangat terpana dengan kehadiran Bunda Maria dihadapannya

namun, selesai menontonnya, tanpa aku sadari wajah Santa Bernadette yang polos itu terbayang-bayang terus dipikiranku, sampai malam harinya, aku bermimpi melihatnya didepanku

dimimpi itu, aku tidak melihat keseluruhan tubuhnya, tapi wajahnya itu sangat dekat dengan wajahku

masih jelas kuingat saat kedua matanya tajam menatapku dan ia tersenyum padaku…

sesaat aku tersadar dan membuka mata, wajah Santa Bernadette hilang… tapi tidak sampai disitu saja

aku tersadar sampai 3 kali dan setiap kali aku menutup mata, wajah itu muncul lagi dan ketika aku membuka mata, wajah itu hilang

sempat aku berpikir apakah aku sedang bermimpi atau tidak? sempat kulihat sekeliling kamarku, kucari wajah itu, tapi tidak ada

setelah itu, aku kembali tertidur dan aku bermimpi lagi

aku bermimpi memakai baju yang sama seperti Santa Bernadette sewaktu dia masih hidup dan aku memakai penutup kepala yang panjang berwarna biru langit

aku berdiri didalam barisan perarakan masuk sebelum misa dimulai, aku adalah orang terakhir dibarisan itu

aku berjalan bersama putra altar menuju altar suci dan semuanya terbuat dari emas

tidak ada orang dibelakangku saat itu, tapi ketika aku mundur untuk kembali ke bangku umat, disitulah aku melihat seseorang

aku berbalik dan dia pun mendekat padaku… ya aku tau dia adalah Paus Fransiskus yang sedang memakai jubah kebesarannya dan topi kecil berwarna putih dikepalanya

disebelah kiri tangannya, ia memegang mangkok emas berisi air suci, lalu ia tersenyum padaku dan memberkatiku dengan memberi tanda salib didahiku

setelah itu aku terbangun…… dan sadar, itu hanya mimpi juga…..

aku memang tidak mengerti maksud mimpi itu apa, tapi jujur tatapan tajam Santa Bernadette itu terasa masih mengikutiku sepanjang hari

apakah itu semua hanya kebetulan karena sudah menonton film Santa Bernadette, lalu aku sangat terobsesi dengannya atau ada hal lain aku tidak tau

sempat berpikir dan berharap, mimpi ini tidak berlanjut lagi, tapi ternyata aku salah menduganya

aku bertemu lagi dengan seorang Santa besar beberapa hari setelah aku bertemu dengan Santa Bernadette dan Paus Fransiskus

seorang Santa ysng juga berasal dari ordo yang sama dengan Santa Bernadette yaitu Ordo Karmelit… apakah Tuhan memanggilku untuk mengikuti jejak kedua Santa ini?

siapakah ia dan apakah ia adalah jawaban dari panggilan hidupku?

aku memang ada rasa ketertarikan dengan Ordo Karmelit, tetapi aku tidak bisa menjawab ya kalau inilah yang aku ingini dan Tuhan kehendaki

aku masiih mencari atau mungkin tidak terlalu memikirkannya lagi….

apakah mimpi ini adalah isyarat bagiku? apa yang ingin Tuhan katakan padaku lewat mimpi ini?

inikah yang aku mau dan Tuhan kehendaki sebagai pelayanNya?

*******************************************************

bersambung..

 

Advertisements

Misteri Hidup #part1

setelah beberapa bulan istirahat dari aktifitas menulis, akhirnya aku temukan semangat, tujuan dan inspirasi menulisku lagi

kali ini aku ingin menceritakan kejadian-kejadian yang aku alami selama beberapa bulan terakhir ini, walaupun hari ini sebenarnya aku sedang berduka dalam luka

tapi semangatku untuk menulis lagi lebih besar, bahkan kini aku sudah tau apa yang mau aku tulis….

ini bermula dari ketika aku dipaksa untuk ikut tour ziarah dalam rangka 100 tahun Fatima…

mengapa aku bilang terpaksa? ya karena waktu itu aku tidak ada niat, impian dan juga rasa untuk berziarah ke tempat yang seperti itu, walaupun aku punya minat religius yang tinggi

saat aku berangkat, perasaanku biasa-biasa saja, bahkan aku cenderung diam selama mengelilingi Eropa, Spanyol dan Portugal

walaupun ditasku ada kamera, aku tidak beraktifitas dengan kamera itu, jadi 2 minggu selama disana, aku tidak menyimpan satu lembar foto, sampai-sampai orang tuaku kesal denganku

mereka menilai aku tidak menikmati perjalanan ziarah itu sama sekali

ya aku akui, beberapa kali masuk gereja bersejarah, gereja tua dan tempat pemberlanjaan, aku tidak tertarik sama sekali

ada yang lain dalam diriku dan hatiku terasa kosong saat melihat bangunan gereja yang megah

namun, aku tetap fokus mengikuti misa pagi dan mendengarkan penjelasan pemimpin tour dan romo dengan seksama

gerak-gerikku terbaca aneh oleh romo pembimbing waktu itu dan aku merasa aku pun harus mengutarakan sesuatu padanya

pertanyaanku pertama saat bertemu dengan romo adalah, “Romo, apakah orang yang bukan seorang biarawati atau suster dan tidak punya pendidikan teologi, bisa mendirikan biara?”

pertanyaan itu memang sudah lama aku simpan dan ingin aku cari tau jawabannya…

ternyata aku bisa saja melakukan itu…

semuanya semakin aneh saat aku melihat banyak suster lalu lalang didepanku

ada rasa damai dan sesekali membayangkan aku ada diantara mereka..

semangatku memuncak ketika aku mengunjungi tempat-tempat berziarah Santa Bernadette di Lourdes dan di Nevers

jenazah Santa Bernadette yang cantik itu tepat didepanku, dia tampak sedang tertidur, tapi tidak itu yang aku rasakan

melihatnya tidur beberapa menit, aku melihat dia bergerak, seperti hidup meski tak membuka mata… anehnya mistik itu hanya aku yang merasa

aku tidak takut waktu itu, aku bersuka cita, bisa mengenal sosoknya dan misteri penampakan Bunda Maria di Lourdes

tempat-tempat biara yang aku kunjungi membuatku begitu tertarik dan semangat.. aku selalu berada didepan jika pemimpin tour sedang menjelaskan tentang Santo Santa…..

disitulah aku mengakui, aku sangat tertarik dengan kehidupan Santo Santa, masuk ke tempat mereka tinggal dan melihat barang-barang peninggalannya dibalik kotak kaca

aku juga menyadari panggilanku untuk mengikuti ziarah itu apa, bahkan romo pembimbing sudah menjelaskannya padaku

panggilanku berbeda dari semua orang dan hanya aku yang bisa merasakan bagaimana Tuhan menyentil hatiku untuk melangkah lebih dekat dengan kehidupan biara

aku memang tidak tau kehidupan biara seperti apa, tapi mendengar kisah Santo Santa itu membuatku tertarik dan damai

ya aku menyukai ketenangan, kota yang jauh dari keramaian dan sunyi.. dimana aku merasa dekat dengan Tuhan

tapi rasa penasaranku itu harus kupendam dan kusimpan dalam hati, sedikit mulai melupakannya dan ingatlah statusku saat ini

aku sadar, selama 2 minggu disana, aku bertengkar terus-menerus dengan kekasihku… sampai-sampai aku ketakutan dikamar sendirian

serangan itu membuatku gila, bingung, takut dan gelap mata

aku lelah, ingin istirahat tapi aku masih sayang

sering kali aku mengambil jalan pintas. aku putus asa

bahkan aku berdoa kepada Bunda Maria, “Aku tidak meminta kesembuhan, aku hanya ingin semuanya kembali seperti sedia kala, aku sangat takut.”

ya itulah doaku sesaat sebelum aku berendam di air Lourdes, yang konon membawa kesembuhan dan semua keinginan akan terkabul

lalu, apakah doaku terkabul saat itu?

rahasia….

lalu apakah ketertarikanku dengan dunia biara adalah tanda Tuhan memanggilku untuk menjadi pelayanNya?

*************************************

bersambung…..

6 Bulan + 10 Hari

(6 bulan + 10 hari, 27 Oktober 2017, 14.41 WIB)

Pacaran 6 bulan lebih dengan Fransiskus Xaverius Agustinus Tedy Indra Pratama, gak selalu manis kayak gula, tapi juga terasa pahit seperti minum kopi tanpa gula. Walaupun sering berantem, berantem yang buat aku merasa stress berat dan ingin mengakhiri hidup seolah tidak punya siapa-siapa lagi, aku juga bersyukur masih diberi kesempatan untuk mengenal karakternya seperti apa.

Aku belajar untuk mencintai seseorang dengan hati yang tulus, keterbukaan, jujur walaupun tersakiti juga oleh cinta. Tedy Indra bilang dia maunya itu,

  1. Jujur
  2. Terbuka
  3. Nurut
  4. Foto makanan sebelum dan sesudah
  5. Jalan pagi 30 menit setiap hari Minggu
  6. Sit-up 3x setiap hari Minggu + video
  7. Jaga kesehatan, tidur yang cukup
  8. Tidur siang minimal 2 jam (kalau belum kerja)
  9. Makan nasi sehari sekali
  10. Posting riwayat orang kudus di Catholicism FB dan renungannya setiap hari
  11. Setelah tanggal 20 November 2017, ringkas riwayat orang kudus dan renungannya dihari yang sama, tidak boleh dicicil karena itu adalah pekerjaan orang males
  12. Kalau buat salah, ada hukumannya, seperti berdiri-jongkok
  13. Tidak boleh berhubungan dan membuka blokiran kontak Romo Warno, Romo Indra, Frater Antonius, Inge dan Immanuel Kurniawan

Aku tau semua yang ia sarankan dan perintahkan itu adalah baik untuk kebaikanku juga. Tapi, diawal aku merasa terlalu diatur, kelama-lamaan aku udah terbiasa dan menikmati hubungan ini yang manis, walaupun tidak semua orang memahami apa yang aku rasakan dan aku alami didalam hubungan ini. Tedy bilang, dia juga mau dimengerti, dan aku belajar itu setiap detik supaya hubungan ini tetap bisa bertahan.

Aku menuruti kemauan Tedy Indra dari yang sederhana sampai yang kadang cukup sulit, bukan karena aku bodoh seperti boneka yang sering orang bilang padaku, tetapi itu karena aku lebih menghargai dan mementingkan hubungan ini daripada aku harus kehilangan Tedy untuk selamanya. Ada juga orang-orang yang bilang aku seperti diperbudak karena cinta, tapi aku merasa tidak demikian, karena Tedy TIDAK PERNAH memanfaatkanku apalagi uangku.

Aku sadar dan menyadari kalau cinta itu adalah sebuah kebutuhan. Ya, aku butuh Tedy bukan untuk mengisi hari-hariku yang sepi, tapi karena aku tau aku masih punya Tedy, orang yang harus diperjuangkan, makanya aku bertahan sampai sekarang

Aku masih banyak kekurangan dan bisa melakukan kesalahan yang tidak disengaja. Aku takut membuat Tedy marah hanya karena keteledoranku. Kalau Tedy udah marah, sakit itu muncul dan menyerangku terus menerus. Merasa terpojok dan tidak dimengerti udah sering aku rasakan setiap kali aku dimarahi. Aku cuma bisa diem dan nangis diem-diem setelahnya. Aku berdoa semoga badai itu cepat berlalu dan aku bisa seperti sedia kala.

Tedy juga sering mengeledek aku yang tiba-tiba cemburuan. Katanya kalau aku ngambek karena cemburu itu lucu. Padahal itu ekspresi takut kehilangannya gara-gara cewek lain yang jauh lebih baik daripada aku.

Padahal aku masih jauh dari sempurna, kadang merasa gak pantas aja sama Tedy orang yang baik banget sama semua orang walaupun dia orangnya cepat tersinggung. Aku dikuatkan setiap kali ia marah dan emosi, dan aku disadarkan ternyata aku lebih membutuhkannya disampingku daripada aku harus melihat dia sakit karena aku atau dengan perempuan lain. Karena adanya cincin yang melingkar dijari manis kananku, aku bertahan pada hubungan ini dan aku tau ternyata Tedy mempunyai rasa sayang yang besar untukku, makanya ia mengikatku untuk selalu berada disampingnya.

 

Dear Sayangku,

Maaf ya sayang, aku masih banyak kesalahan dan kekurangan. Aku juga sering buat sayangnya marah dan kesel sama aku. Aku juga belum bisa jadi yang sempurna seperti yang sayang mau, tapi aku sadar ternyata Tuhan memang inginkan kitanya bersama. Aku dikuatkan Tuhan setiap hari lewat hubungan ini. Walaupun aku sering berpikir untuk mati aja saat sayang bilang gak mau sama aku lagi, dan disaat itu aku malah menyakiti diriku sendiri, hubungan kita lebih penting. Maka aku mau aja ngelakuin apa yang sayang minta.

Semoga hubungan kita bisa langgeng terus dan kita bisa terus bersama ya… semoga sayang juga gak bosen sama aku, terutama kalo aku lagi manja, pengen cerita sesuatu dan lagi ketakutan.

Love you,

❤ ❤ ❤ ❤

 

Stand Strong

A short conversation between me and Fr. Paul:

Me: Father, can I speak to you?

Fr. Paul: Yes, about what?

Me: How to be strong?

Fr. Paul: Pray rosary everyday, like what Mary said to us. And do what you get from the message of Bible.

Me: Oh…..

Fr. Paul: Let me bless you in the name of Father, and the Son, and the Holy Spirit, Amen.

Me: Thank you.

****

let go what make you suffer and let the power of God influence you more

because you deserve to be happy and determine what should happen in your life

stand strong even you don’t know how to do that

thankful is the main key for you to see how great God is

because you never realize that you have to continue your life by His will

let it be what you can’t change and go ahead what you can feel right now

never ask again how to be strong when you feel I’m so weak and I can do nothing for myself

yes I’m weak without God in me

I want to be strong because I know  God is my strength

Titik Jenuh

Berbicara tapi tidak didengar, untuk apa aku mengeluarkan suara?

Suara dan air mataku seolah sudah habis, aku ingin istirahat

Suara dalam hati dengan niat ingin berubah sudah aku lakukan, tapi semuanya hanya tinggal mimpi

Padahal setiap hari aku berjuang untuk memperbaiki diri agar apa yang aku pertahankan tidak hilang

Tapi kini aku sudah lelah dan mengerti siapa aku sebenarnya

Ternyata aku tidak seberharga itu, setiap hari aku menguatkan diri, walaupun aku terjatuh berkali-kali

Aku sudah mencoba untuk berubah, berkata jujur dan membuka semua yang aku pendam

Namun, semua yang aku lakukan hanyalah api pemicu amarah

Aku berusaha mengerti dititik kejenuhanku, dibalik itu juga aku belajar untuk setia

Jika aku tidak pantas dipercaya lagi, mengapa aku harus sedih saat semuanya hilang?

Aku sadar akan kekuranganku dan aku sudah berusaha mengubahnya hanya demi satu kebahagiaan

Tapi hadirku tidak berarti lagi, untuk apa aku ada disini sedangkan aku bicara tidak didengar?

Mengapa harus selalu aku yang mengalah padahal aku sudah melakukan semua yang diminta?

Apa artinya aku kalau aku adalah beban?

Siapakah aku ini sampai-sampai aku merasa tidak layak hidup?

Setiap hari aku juga berjuang menepis semua rasa takutku, berusaha berkata apa adanya, tapi sekarang sia-sia

Aku hanya pelampiasan amarah, aku hanya dijadikan pelarian disaat ada api dihati

Setiap hari diberi kasih sayang, diselimuti api dan hukuman

Setiap hari juga aku berdoa agar pencobaan ini bisa aku lewati

Jika kehadiranku hanyalah untuk menyusahkan hidup orang lain, aku minta maaf

Aku sadar, aku hanya manusia biasa yang mencoba untuk berubah, tapi itu tidak perlu dilihat lagi karena sudah tidak berarti

Maaf aku berkata kasar atau kurang sopan, tapi jujur aku jenuh dan tidak tau harus berbicara apa lagi

Semuanya sudah aku beri tapi tidak ada yang berubah

Lebih baik pergi daripada aku menyusahkanmu setiap hari

Katanya aku hanya bisa membuat marah, katanya aku tidak berguna, katanya aku pelupa, penipu, pembohong dan pemberi harapan palsu

Itu semua menutupi niat baikku untuk berubah, jujur, terbuka dan penurut

Semua juga salahku, aku yang terlalu bodoh karena cinta

Mungkin ini bukanlah cinta yang sebenarnya, mungkinkah cinta itu bohong?

Air Mata

Ingin menangis tapi tak bisa, disisi lain aku tak kuat menahan ini semua

Aku hanya ingin tegar karena tidak ada lagi yang bisa menolongku selain diriku sendiri

Aku berjuang untuk masa depanku, walaupun aku seorang diri

Kesepian dan sedih sudah menjadi makananku sehari-hari

Terkadang aku merasa  aku tidak berharga

Tidak pernah ada orang mau mendampingi orang yang lemah dan hanya jadi beban

Karena kekuranganku, aku sudah melukai banyak orang

Aku harus melepaskannya karena aku tidak bisa membahagiakannya sama sekali

Hanya ada emosi dan air mata yang terus terjadi dalam hubungan ini

Karena cinta aku jadi kuat tapi kadang cinta juga harus berani

Berani kehilangan harta demi kebahagiaan orang lain

Aku sangat menyayangi seseorang tapi aku tidak bisa mengatakan aku sayang padanya

Yang dia tau aku ini selalu berbohong dan menjadi bebannya

Dia pernah bilang, bagaimana orang bisa menerimaku karena aku sangat lamban?

Dia sering bilang, masih banyak orang yang bisa mengerti dia dan menuruti keinnginannya

Katanya masih banyak orang yang lebih baik daripada aku

Setiap kali mendengarnya, aku hanya bisa diam sambil menangis

Akupun berpikir, mungkin benar kata orang tuaku, aku ini hanya beban dan aku jadi merasa tidak pantas dicintai

Dia juga pernah bilang, aku ini egois..

Tapi ya sudahlah, air yang jatuh tidak bisa lagi kembali ke atas

Setiap pergumulan yang aku lewati, aku tau itu bisa menguatkan aku untuk lebih dekat dengan Tuhan, mengandalkanNya karena aku tau hanya Dia yang memahamiku

Aku butuh Tuhan dalam hidupku agar aku kuat menghadapi pencobaan ini

Karena aku yakin, walaupun orang yang aku sayangi pergi, Tuhan tidak pernah pergi dariku

Karena cinta, aku berani melepaskan dan memberikannya kepada orang yang lebih membutuhkannya

Aku juga sangat membutuhkannya dihidupku, tapi aku sadar dia tidak bahagia bersamaku

Aku sedih harus melepaskan dan juga kehilangan, namun aku akan lebih bahagia, saat dia juga bahagia, meski itu tidak denganku

Keadaanku yang semakin lemah membuatku tidak pantas disampingnya, dia juga berhak mencari kebahagiaannya sendiri

Aku ikhlas kehilangannya bukan karena aku tak lagi cinta, tapi dengan kehilangannya aku tau dia lebih bahagia tanpa aku

Hidupnya akan tenang dan damai jika aku sudah benar-benar melepaskan cintaku

Perlahan namun pasti, kuatku akan bertambah karena aku yakin Tuhan ada mendampingiku

Kuat KarenaMu

Tidak ada satu katapun yang bisa aku ucapkan

Tidak tau apa yang harus aku katakan

Aku hanya bisa diam, menahan diri dan ikhlas melihat orang yang sangat berarti bagiku pergi meninggalkanku

Inilah hidupku yang penuh luka oleh rasa bersalah yang tak kunjung usai

Tuhan, apakah aku tidak layak mendapatkan kata maaf? Apakah aku harus terus terjebak dalam kegelapan?

Inikah cinta yang sesungguhnya? Atau ini hanya cinta semu yang menimbulkan kebodohan?

Karena  sayang aku jadi bodoh dan membenci diriku sendiri

Karena sayang aku telah korbankan segalanya yang katanya adalah kesalahanku?

Apakah masih ada cinta itu untukku?Atau aku harus juga menyimpan cintaku sampai akhir hidupku?

Tidak semua orang bisa memahami apa yang aku rasakan dan apa yang aku lakukan

Setiap ada kesempatan, aku dipojokkan dan dijatuhkan pada satu rasa yang aneh

Tuhan, jika cinta ini tidak layak untuk aku pertahankan, beri aku kekuatan untuk melepaskannya

Tuhan tentu tau apa saja yang ia katakan padaku sampai aku pun tak bisa berbuat apa-apa

Jika cintaku tak terbalas, tak masalah bagiku, setidaknya aku punya kesempatan menjadi harapan orang lain

Aku tidak mau menjadi beban orang lain, sama seperti pesan orang tuaku kepadaku, lebih baik aku kehilangan cinta manusia daripada aku kehilangan cinta dalam diri

Ketika aku harus kehilangan apa yang sudah aku genggam, aku menahannya dan aku bilang kepada Tuhan, “Aku belum siap kehilangan dia Tuhan, mengapa Kau mengambilnya begitu cepat?”

Tapi kadang aku juga berpikir, saat aku terus mempertahankan dia, itu artinya aku egois dan jahat karena aku membuatnya tidak bahagia setiap hari

Mungkin dengan melepaskan orang yang aku cintai, aku pun mengerti kalau bahagianya tidaklah untukku perjuangkan

Ini memang berat tapi aku sadar, dia tidak bahagia bersamaku dan aku pun menyadari dia lebih bahagia tanpaku karena aku hanyalah beban

Karena aku sayang, aku tepiskan semua rasa takut kehilangan itu, beranikan diri untuk melepaskannya untuk orang yang lebih membutuhkannya daripada aku

Aku hanya bergantung padaMu Tuhan, sumber kekuatanku

Aku lemah dan rentan tanpaMu

Jadikan aku perempuan yang tegar, penuh cinta dalam penderitaan, kuat menembus badai

Karena Engkau aku kuat dimana Engkau adalah alasanku untuk bertahan