Bohong


sakit hati terus menemani detik-detik hariku

aku merana seorang diri

aku bertekuk lutut seorang diri dan tidak ada gunanya aku menangis

toh, dia tidak sanggup mendengar suaraku

andai ia memiliki kepekaan seperti yang aku mau

tapi itu hanya omong kosong

aku lelah

aku capek

aku ingin istirahat dan melupakan kenangan itu

basah air mataku

keringlah bola mataku karenamu

sakit jantungku dan remuklah impianku

harapan dan doaku untukmu hanya angin lalu bagimu

aku tidak ada artinya

kau memberi kesaksian palsu atas diriku

semua itu hanya bohong

yang aku tahu, perasaanmu tidak kan pernah berubah

aku tahu siapa dan bagaimana dirimu

menangis aku bagimu tidak ada gema di rumahmu

andai kata, aku pergi, siapa yang menemani kepedihanku?

aku sudah menyerah dan menyalahkan semuanya

terserah

aku tidak peduli siapa yang akan menemani tidur panjangku

terima kasih kau sudah datang lalu pergi lagi

dan tidak akan kembali lagi

aku hanya bisa menyimpan ini di balik kertas putih

tidak berani mengungkapkan kisah di atasnya

maaf atas sikapku yang tertutup

sama halnya dengan dirimu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s