Bolehkah?


Bapa, Engkaulah yang merancang dan membentuk hatiku

Engkau menempanya hingga membentuk seperti batu karang yang kuat

namun hatiku tidaklah sekuat dan sebesar batu karang di tepi laut

kadang dunia membutakan jalanku untuk terus melangkah

aku lupa bagaimana caranya untuk berjalan dan melangkah

cara untuk tersenyum maupun tertawa

aku terlalu takut Bapa untuk menyambut mentari pagi

andai aku dapat melangkahkan kaki ini ke dalam pintu surgaMu, Bapa

kapan giliran itu datang, ya Bapa?

kapan Kau akan datang menjemput pulang?

apa itu berlebihan? itukah tanda orang yang patah semangat?

mungkin ya, atau bisa juga memang seperti itu

apa aku diberi kesempatan untuk mendapatkan kekuatanMu?

Bapa Kau yang membentuk hatiku dan Kau tau segalanya tentang aku

aku mencoba untuk bersyukur dan menerima segalanya dengan lapang dada

aku belajar padaMu cara untuk melihat sesuatu dengan indah

tidak ada yang bisa aku lakukan selain pasrah dan terus berharap kepadaMu

walaupun ujian itu kadang tidak bisa aku terima dengan nalarku, namun aku berusaha untuk membangun diriku sendiri

tidak ada kata terlambat untuk tersenyum dan mengucap syukur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s