Seorang Ibu Bagiku


“Kasih ibu kepada beta, tak terhingga sepanjang masa, hanya memberi, tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia…”

Ibu…

siapa yang tidak mengenal Ibu?

orang yang telah berjuang mati-matian agar anaknya dapat segera melihat indahnya dunia

semua dilakukan agar anak-anaknya dapat hidup dengan layak

“Kasih Ibu sepanjang masa, kasih Ayah sepanjang galah”

aku ingat ketika aku marah kepada ibuku

aku ingat saat aku sakit, ibulah yang merawatku, saat aku sedih, ibu tau cara untuk menghiburku

walau kadang pikirannya yang masih konvensional, tapi aku kenal siapa ibuku

sifatnya yang konvensional, membuatku harus melatih kesabaranku, itulah yang menyebabkanku sering bertengkar dengannya

perbedaan sudut pandang yang saling bertolak belakang dapat membutakan mata hatiku untuk melihat kebaikan ibuku

saat ia ada di dekatku, ia tidak henti-hentinya mengceramahiku dan menunjukkan kekhawatiran yang berlebihan

kekhawatiran yang bisa mempengaruhiku untuk berubah

memang benar jika pengaruh ibu itu sangatlah besar bagi anak-anaknya

segala perjuangan seorang ibu yang tidak bisa diganti dengan apapun juga

yang tau rasa sakit saat ia melahirkanmu adalah ibumu sendiri

bagaimana rasanya menghadapi anaknya yang mulai masuk pada masa pubertas

dimana sikap kita juga bisa berubah 180 derajat, pernahkah kamu berpikir tentang itu?

hidup tidak lengkap tanpa kehadiran seorang ibu

kadang cara seorang ibu untuk menunjukkan kasih sayangnya dengan cara yang tidak terduga

itulah awal dari salah paham

semakin besar dan dewasa dirimu, kamu akan menemukan makna dari hadirnya seorang orang tua

itulah proses untuk memahami mengapa ada ibu di dunia ini

untukku, ibu adalah pengganti hadirnya Tuhan dalam hidupku

walau ibu tidak selalu bisa membantuku dalam memecahkan masalah, namun Tuhan memberikanku orang tua untuk menunjukkan kasih sayangnya padaku

kasih dan cintaNya terpancar dari kasih sayang orang tua

 

 

Selamat ” HARI IBU”

 

“Ibu, dimana pun kau berada, seberapa jauhnya dirimu, engkau selalu berada di hatiku… terima kasih Ibu atas pengorbananmu yang mungkin belum sempat atau bisa aku balaskan…”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s