Baru Menyadari


kini aku sadar apa yang penting dan yang tidak penting

mungkin kesadaranku terlambat untuk menyadari ini semua

seolah aku tertidur di waktu yang lama dan aku baru bangun sekarang ini

andai sejak awal aku tau akan hal ini

aku tidak akan sebodoh ini

hal ini menyadarkanku bahwa lebih  baik aku pulang ke negara orang dibanding aku harus berada di negaraku sendiri

banyak kenangan yang terjadi di negaraku ini

kenangan yang bisa membuatku lupa bagaimana caranya memakai otak secara normal

seakan aku termakan oleh semua mulut busuknya

ternyata kegagalan itu menunjukkan padaku arti dari itu semua

bahwa memang tidak akan pernah diberi kesempatan itu

perlahan namun pasti aku telah mengerti rencanaNya untukku

mengapa Ia tidak mengizinkanku untuk bertemu dengan orang itu

kini itu telah membuka jelas mataku

walaupun menyakitkan namun aku tidak mau terjatuh terlalu lama

sudah cukup aku matikan kerja otakku

bangkit kembali dan raihlah impianku yang tertunda

bukan hal yang penting untuk diwujudkan

ya, aku sadar bahwa itu tidak penting

biarlah Tuhan saja yang menyusun recana pertemuan itu

aku rasa itu yang lebih baik

untuk apa berusaha sebanyak 9x tapi tidak ada yang berarti?

bukankah itu hanya membuatku lelah saja?

selama 9x itu juga aku sudah dibutakan

terus berharap dan berusaha yang sia-sia

telah aku sia-siakan waktuku untuk sesuatu yang tidak ada artinya

namun aku bisa mengerti itu semua dengan mendengar alasannya yang terakhir

memang tidak bisa dipaksakan

masih banyak cara untuk berkomunikasi walaupun tanpa bertatap wajah

tidak baik memaksa kehendak karena yang ada hanya penyesalan dan sakit hati

lebih baik segera aku pulang ke negara orang dari pada aku terus dibayangi oleh dirinya yang tidak pernah bisa menjadi nyata

disanalah aku merasakan kebebasan udara dari jeruji besi penjara

4 thoughts on “Baru Menyadari

Comments are closed.