Ziarah di Lembah Karmel II, Lembang


Ingin lebih dekat dengan Tuhan? Ingin menenangkan diri setelah seharian beraktivitas? Mungkin pergi berziarah ke Lembang bisa menjadi salah satu pilihan Anda. Lembah Karmel II adalah sebuah gereja Katolik yang juga memiliki sebuah biara untuk melatih para suster dan bruder. Karena letaknya yang dekat dengan pegunungan, udara di sekitar Lembah Karmel II  terasa sangat sejuk. Dengan angin sepoi-sepoi dan ketenangan bisa membantu Anda untuk berdoa lebih khusuk lagi.  Lembah Karmel II sudah dikenal oleh masyarakat yang tinggal di daerah Bandung dan Jakarta. Banyak orang datang ke sana untuk berziarah.

 

Pegunungan di sekitar Lembah Karmel II.

Pegunungan di sekitar Lembah Karmel II.

 

Berdoa adalah salah satu cara untuk mengungkapkan isi hati kita kepada Tuhan. Tidak ada salahnya jika kita luangkan waktu kita untuk Tuhan. Masalah? Cobaan? Kepenatan hidup? Ceritakanlah itu kepada Tuhan. Walaupun Tuhan tidak bisa dilihat dengan mata telanjang, namun kita dapat melihatnya dengan mata hati kita. Ia datang di dekat Anda untuk mendengarkan keluh kesah Anda. Curhat kepada Tuhan adalah kegiatan yang paling menyenangkan bagi saya. Apakah Anda pernah merasakan sesuatu setelah berdoa? Biarlah itu menjadi rahasia Anda dengan Tuhan. Percaya dan yakinlah bahwa Tuhan Yesus dan Bunda Maria akan selalu senantiasa mendengarkan doa-doa Anda. Ingin bukti apakah doa-doa Anda didengarkan?

Pernahkah Anda merasakan adanya mujizat dalam hidup Anda? Pernahkan kisah bahagia menghampiri hidup Anda? Itulah tanda-tanda bahwa doa Anda didengarkan bahkan dikabulkan.

Di Lembah Karmel II, Lembang ada Goa Maria yang cukup besar.

 

Terletak di bawah..

Terletak di bawah..

 

Ada juga Goa Maria kecil di depan pintu masuk.

terletak di depan pintu masuk..

terletak di depan pintu masuk..

 

Selain Goa Maria, disana juga diadakan Misa Jalan Salib untuk mengenang kisah Sengsara Yesus memanggul salib menuju Bukit Tengkorak atau Bukit Golgota.

 

(Yesus berdoa di Taman Getsemani)

terletak di depan pintu masuk dan bersebelahan dengan Goa Maria kecil

terletak di depan pintu masuk dan bersebelahan dengan Goa Maria kecil

“Tuhan Yesus, ajarilah kami untuk selalu mengingat Engkau, sang Juru Selamat kami. Ingatkan kami jika kami lupa berdoa karena padatnya aktivitas kami. Kami sadar bahwa Engkau adalah pendengar yang baik dan setia, tidak akan pernah meninggalkan kami. Terima kasih Tuhan karena Engkau selalu mendengarkan doa-doa dan harapan kami.”

 

Peristiwa I

Yesus ditangkap.

Yesus ditangkap.

“Tuhan Yesus yang penuh kasih, Engkau rela ditangkap dan dituduh bagi kami, umat berdosa. PengorbananMu demi menebus dosa kami di dunia telah menjadi bukti nyata bahwa Engkau sangat mencintai dan mengasihi kami. Terima kasih Yesus atas cintaMu yang begitu besar dan tulus kepada kami.”

 

Peristiwa II

 

Yesus memanggul salib.

Yesus memanggul salib.

“Tuhan Yesus, biarlah kami, umatMu membantuMu memanggul salibMu. Salib itulah dosa kami di dunia. Semakin banyak dosa yang kami perbuat maka salib itu akan semakin berat di pundakMu. Pakailah pundak kami untuk memanggul salibMu.”

 

Peristiwa III

Yesus jatuh pertama kali.

Yesus jatuh pertama kali.

“Terjatuh memang menyakitkan. Seringkali terjatuh membuat kami lupa cara untuk berdiri lagi.  Tetapi berbeda dengan Engkau, meski terjatuh Engkau bangkit kembali demi menebus kesalahan yang kami perbuat. Kuatkan dan bantu kami untuk berdiri tegar saat kami harus terjatuh karena suatu cobaan. KekuatanMu adalah sumber kekuatan kami.”

 

 

Peristiwa IV

Yesus berjumpa dengan Maria, IbuNya.

Yesus berjumpa dengan Maria, IbuNya.

“Bunda Maria, Bunda kami semua yang baik hati, cinta dan kasihmu begitu besar untuk Puteramu, Yesus. Kemanapun dan seperti apapun keadaanNya kau senantiasa mengikutiNya dan mendoakanNya. Tuntunlah hati kami untuk selalu setia untuk mengikuti Yesus, Puteramu yang telah berkorban demi keselamatan kami, manusia berdosa.”

 

Peristiwa V

Yesus ditolong oleh Simon dari Kirene.

Yesus ditolong oleh Simon dari Kirene.

“Tuhan Yesus, begitu berat bebanMu. Izinkan kami mengambil ahli salibMu. Letakkanlah salib yang berat itu di pundak kami. Tetapi Tuhan, kadang kami takut untuk memanggul salib kami di dunia. Ketakutan itu tidak akan berarti jika Engkau berada bersama kami untuk memanggul salib kami. BersamaMu kami percaya beban kami akan berkurang bahkan akan menghilang. Yesus, Engkaulah sumber kekuatan kami untuk membawa salib kami.”

 

Peristiwa VI

Veronica mengusap wajah Yesus.

Veronica mengusap wajah Yesus.

“Veronica adalah gadis yang tulus dan pemberani. Tuhan, berikanlah kami keberanian untuk membela orang yang tidak bersalah di sekitar kami.Ajari kami ntuk selalu memberi daripada menerima. Memberi dengan tulus ikhlas bagi orang yang membutuhkan bantuan kami.”

 

Peristiwa VII

Yesus jatuh untuk yang kedua kalinya.

Yesus jatuh untuk yang kedua kalinya.

“Terjatuh lagi tidak membuatMu menyerah. SemangatMu yang membara telah mengajarkan kami untuk terus melangkah meski banyak rintangan yang tak terduga. Masalah boleh menggoyahkan semangat kami, Tuhan. Tetapi tidaklah iman kami. Kami percaya bahwa saat terjatuh bukanlah tanda akhir dari segalanya. BersamaMu, kami berani untuk bangkit kembali.”

 

Peristiwa VIII

Yesus menasihati wanita-wanita Yerusalem yang menangis.

Yesus menasihati wanita-wanita Yerusalem yang menangis.

“Engkau berkata, “Jangan tangisi Aku, melainkan tangisilah dirimu dan juga anak-anakMu.” PengorbananMu akan selalu kami ingat sebagai sumber kekuatan dan semangat kami menjalani hidup kami yang singkat ini.”

Peristiwa  IX

Yesus jatuh untuk ketiga kalinya.

Yesus jatuh untuk ketiga kalinya.

“Memanggul salib yang berat bukanlah hal yang menyenangkan. Yesus juga manusia yang dapat merasakan lelah dan sakit. Tuhan, sudah tiga kali Engkau terjatuh. Dengan tenaga yang tersisa, Engkau bangkit lagi. Kami percaya, berapa kalipun kami terjatuh, Engkau selalu ada untuk mengangkat kami. Kami terjatuh tapi tidaklah sampai tergeletak. Bangkit lagi dan melangkah lagi bersamaMu.”

 

Peristiwa X

Pakaian Yesus ditanggalkan.

Pakaian Yesus ditanggalkan.

“Dipermalukan di depan orang banyak dan dicaci maki oleh orang lain telah Kau alami demi kami. Kami rela dicaci maki orang lain karena kami percaya bahwa Kau akan membalas perbuatan mereka. ”

 

Peristiwa XI

Yesus dipaku di kayu salib.

Yesus dipaku di kayu salib.

“Pakulah tangan kami, Yesus. Kami rela menggantikan tanganMu yang penuh kasih itu. DarahMu adalah sumber hidup kami. Setetes darah yang keluar dari tubuhMu adalah bukti besar dan tulus cintaMu kepada kami.”

 

Peristiwa XII

Yesus wafat di kayu salib.

Yesus wafat di kayu salib. (Terletak di atas, sebelah Goa Maria)

“Terima kasih Yesus atas semua pengorbananMu hingga wafat di kayu salib. WafatMu akan kami kenang hingga akhir hidup kami. Mengingatkan kami pada betapa kerasnya hidup yang harus kami jalani. Kami tau, Tuhan suatu hari nanti kami akan berpulang kepadaMu. Oleh karena itu, biarlah wafatMu menjadi kenangan di hati kami dan mengajarkan kami untuk lebih menghargai waktu dan juga kesempatan yang Engkau berikan.”

 

Peristiwa XIII

Yesus diturunkan dari salib.

Yesus diturunkan dari salib.

“Selesai sudah penderitaanMu. Engkau telah menghapus dosa kami, umat manusia. Walaupun Engkau telah wafat, jiwaMu akan selalu bersama kami, menemani kami melewati setiap detik di perjalanan panjang kami. Terima kasih Tuhan.”

 

Peristiwa XIV

Yesus dimakamkan.(Terletak di bawah Yesus wafat di kayu salib.)

Yesus dimakamkan.
(Terletak di bawah Yesus wafat di kayu salib.)

“Selamat beristirahat Yesus, sang Mesias, Juru Selamat kami. PengorbananMu yang begitu mulia akan kami kenang dan kami ingat. Kami percaya bahwa Kau akan kembali dan menunjukkan cintaMu yang tanpa pamrih.”

 

Tertarikkah Anda untuk pergi ke sana? Apabila Anda ingin berziarah dan memperdalam iman Anda, tidak ada salahnya jika Anda berziarah ke Lembah Karmel II, Lembang. Dengan beberapa perubahan dan renovasi akan membuat Anda lebih nyaman untuk berkomunikasi dengan Tuhan.

 

Selamat berziarah dan Tuhan Memberkati..

 

 

Keterangan:

Foto diambil di Lembah Karmel II, Lembang.  Tanggal pengambilan foto: 30 Desember 2012. Photographer: Sylvina Halim.

One thought on “Ziarah di Lembah Karmel II, Lembang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s