Mainan


ada beberapa pertimbangan saat aku memutuskan sesuatu

mana yang dipilih, hidup di negara sendiri atau di negara orang?

aku ingin sekali untuk bisa melupakan kenangan menyebalkan itu

itu membuatku tidak tenang berada disini, di negaraku tercinta

lebih cepat aku pergi lebih baik

aku bisa menghindar dan melupakan semua hal itu

kadang itu bisa membuatku membenci diriku sendiri

mengapa aku bisa seperti anak kecil yang mudah diperdaya?

dipermainkan seperti boneka yang bisa dibeli di toko-toko mainan

saat bayangan itu datang, ingin cepat pergi ke negara orang

kalau memang itu adalah cara terbaik untuk mengubur segala memori sialan itu akan kulakukan

aku sadar dan tau siapa aku bagi orang aneh itu

tapi hatiku tidak bisa membohongi perasaanku

mungkin sekarang aku kecewa padanya, kecewa karena perbuatannya itu yang seakan mempermainkanku

siapa perempuan yang ingin dipermainkan? tidak ada kan?

apa aku salah jika meminta untuk jujur dan jangan permainkan aku seperti robot?

apa aku meminta sesuatu yang terlalu muluk?

pikiranku gelap dan kalut setiap kali membayangi sisi negatif dari itu

seolah aku kehilangan cerah di hidupku

terasa telah menyedot hampir sebagian percikan kebahagiaanku

namun jika aku berusaha menarik sisi positifnya meski itu sulit, aku sadar bahwa kesabaran dan juga pengetahuanku sedang diuji

belajar untuk mengerti serta memahami sifat orang yang mungkin berbeda jauh dengan kita

hal yang aku pelajari adalah bahwa tidak ada orang yang bisa dipaksa

akankah suatu hari ia mengerti akan diriku?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s