Pelindung Gapuraku


andai aku bisa berhenti berharap

aku tau itu mustahil terjadi, tidak akan pernah aku dapatkan

sampai kapan pun tidak akan pernah ada karena sudah terlambat

bagaimanapun aku perempuan biasa yang memerlukan suatu perlindungan nyata

tapi aku tau itu hanyalah angan-angan saja

pelindung untuk menjaga pintu gapuraku

itulah yang aku inginkan sampai sekarang

sejak aku kecil, aku tidak tau bagaimana rasanya dilindungi dan dibela kecuali orang tuaku

kadang aku iri kepada mereka yang memiliki malaikat pelindung di depan pintu gapuranya

tapi setelah kupikir, apakah aku tidak pernah membutuhkannya?

mungkin mulutku bisa mengatakan yang berbeda, tapi bagaimana dengan gapuraku?

gapuraku yang sepi dan kosong

hanya aku yang menjaga gapuraku, sendiri yang membela pintu gapuraku

andai saja ada yang mau menjaga pintu gapuraku dari serangan-serangan musuh

mungkin gapura itu akan terus berdiri kokoh meski diserang dengan nuklir terhebat manapun

jika dulu ada yang mau menjaga gapuraku, tapi apa yang harus kuterima?

ternyata itu hanyalah pelindung khayalanku saja

sakit memang rasanya, namun aku tidak bisa memaksa dan menahannya

siapapun nantinya yang menjaga pintu gapuraku, mungkin dialah yang terbaik

walau sering kali dibuat kecewa dan tenggelam dalam laut penderitaan, akan kucoba untuk mengikhlaskannya

pelindung itu boleh membodohiku dan meninggalkan pintu gapura terbuka dengan banyak luka

luka yang sangat dalam dan besar

meski hanya aku yang bisa menghilangkan luka sampah itu

tapi, bolehkah aku berharap sampai pelindung itu datang?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s