Jendela Hatiku


inilah kesempatan terakhirku untuk memandang jendela hatiku

aku ingin bisa membuka jendela yang terkunci bagi orang lain

membuka mata tentang dunia

menyadari sesuatu yang terlupakan

namun kesempatanku tidaklah banyak lagi

dalam hitungan jam aku akan kembali ke dalam masa perjuanganku

membuka hati dan pikiran selebar-lebarnya tentang pergumulan baru

perubahan baru dan pengalaman baru akan segera datang dan membuatku ingat sesuatu

meski aku harus jatuh bangun untuk mewujudkan jendela hatiku yang baru

membuat lukisan yang indah di luar jendela

membuat rangkaian kisah dan rentetan cerita di balik tirai

walau aku tau lukisan itu akan terhapus saat hujan dan badai menerjang

dipenuhi dengan titik-titik hujan

tetesan hujan yang mengingatkanku pada masa laluku yang kelam

tapi inilah aku

menapaki lembaran kisahku yang berganti

berganti tempat dan suasana kehidupan

mengawali garis pertama pada jendela hati yang mungkin masih polos

dengan warna-warni harapan kupenuhi jendela itu dengan gambar-gambar cita-citaku

memusatkan perhatian dan kasih sayangku saat tinta harapanku telah sekarat

agar tetaplah terlihat indah

aku tau hanya tanganku yang bisa membentuk jendela yang baru dan indah

jendela yang penuh gambar ceria dan tawa yang ramai bersama orang-orang baru

mencoba untuk menyusun kerangka dan bingkai yang baru

walau aku tau aku harus berjuang agar lukisan kacanya terlihat

meski itu harus merenggut semua tenagaku, akan aku kuatkan kerangkanya hingga tidak patah

aku ingin menjadikan jendela hatiku sebagai alat untuk bertahan hidup

apabila suatu hari aku tak sengaja merusak jendela hatiku, kepada siapa aku berlabuh?

melabuhkan kepenatanku dan kelelahan hatiku untuk membentuk jendela baru

belum lagi jika jendelaku dilempari batu loncatan hingga retak atau pecah berkeping-keping

tak sanggup jika harus membereskan kepingan beling itu

sakit rasanya dan akan melukai tanganku

setetes air akan jatuh dari mata hatiku saat melihat beling itu menggores di kayu bingkaiku

walaupun demikian, aku tidak bisa berlama-lama membangun jendela hati yang baru

bangkit dan lihatlah ke depan

sampai ada lukisan indah yang terpampang di jendela pribadiku

jendela yang menjadi sumber kekuatanku untuk tersenyum dan melawan semua terjangan hidup

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s