Kecewa yang Terulang


setetes air mata tidak akan bisa memutar kembali yang sudah terjadi

berlembar-lembar penjelasan tidak akan bisa mengembalikan sesuatu yang telah pergi

karena semua itu telah terjadi

aku hanya gadis biasa yang berulang kali merasa kecewa

aku tidak ingat sudah berapa kali aku kecewa karena hal yang sama

diingat atau tidak, semuanya tidak akan berubah

kejadian ini kembali mengingatkanku tentang takdir dan kemustahilan dalam hidup

mungkin ini sudah jalan yang harus aku lewati agar aku bisa mendapatkan yang pasti

kehilangan satu orang, bukan berarti aku kehilangan semua harapanku

kini, harapanku tinggal satu, atau mungkin masih banyak harapan yang bisa aku kejar

ada satu hal yang tidak boleh aku lupakan

segala rasa sedih, kecewa, pengorbanan dan sakit hati tidak akan selamanya menghabisi sinar pelangi

semua yang terjadi dihidup ini entah itu senang atau sedih, itu sudah menjadi catatan dalam hidup yang sudah dirancang dari yang Maha Kuasa

apabila kehilangan adalah cara untuk belajar lebih menghargai, maka itu akan terus terjadi

Tuhan, aku tau, daun yang aku miliki tinggal satu helai saja

dan aku sedang menunggu kapan daun itu akan jatuh

untungnya aku sadar Tuhan, berapapun helai daun yang ada sekarang tidak akan menjadikan pohonku botak selamanya

suatu hari nanti, pohonku akan tumbuh lagi dan akan tumbuh dengan lebat

mungkin manusia tidak bisa mempertahankan pohon itu terus hidup

tapi aku tau dengan kasih, ikhlas dan pasrah, semuanya akan kembali indah

aku ini tidak tau apa-apa.. semua yang terjadi juga bukan atas kehendakku

biarlah disisa sehelai daun ini Engkau yang menentukan panjang usianya

dan jika suatu hari nanti aku harus kehilangan semuanya, ingatkan aku akan pelangiMu yang indah

Tuhan, andai aku bisa kembali ke masa dimana aku dikelilingi orang yang mengasihiku, akankah aku bahagia?

dan aku mulai menyadari satu hal yang terlupakan

cinta duniawi itu indah diawal, tapi sedih diakhir jika itu hanya sementara

banyak hal yang tidak bisa disatukan dengan logika dan kenyataan

dan itulah awal dari rasa kecewa

aku sudah pernah mengalami ini, dan kali ini aku akan lebih kuat dan berbesar hati demi sebuah kenyataan yang begitu jelas

serapuhnya aku saat ini, aku akan tetap berpegang pada janji Tuhan yang tidak pernah terlambat menyinari dunia

dengan janji suci itulah, aku berani berdiri tegar meski berkali-kali terjatuh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s