Cermin


Tuhan, kadang aku tidak bisa mengartikan apa yang sedang aku rasakan.. semuanya terlihat mudah dan sederhana tapi terasa rumit dan semakin sulit

aku tidak tau apa yang sedang terjadi padaku dan mengapa aku semakin hari semakin merasakan kesedihan yang semakin dalam?

dari manakah asal rasa sedih ini datangnya? aku tau aku tidak boleh sedih karena kalau aku sedih, berarti aku egois, harusnya aku ikhlas dan terima apa adanya

aku sudah tau kejadian ini berat dan akan terjadi setiap hari, seharusnya setiap hari juga kesedihanku bisa terobati

Tuhan, aku tidak bisa bohong kesulitan ini memang sulit dikendalikan, bahkan aku tidak bisa mengontrol emosiku sendiri

aku mau ikhlas dan aku mau belajar terima kenyataan walau itu tidak semudah yang kelihatannya

semakin hari, aku semakin sadar kalau memang ini pantas aku dapatkan setelah apa yang aku lakukan selama ini

aku juga hanya manusia biasa yang tidak bisa lari dari kenyataan

kadang, apa yang aku inginkan harus ditahan atau bahkan tidak akan bisa diwujudkan

walaupun aku bingung harus apa sekarang, aku tetap ingin bersyukur dan berterima kasih atas kesempatan indah yang sempat aku miliki

mungkin sikapnya yang sekarang bisa menjadi cerminan aku nantinya.. cermin masa depanku saat dia benar-benar tidak ada lagi

aku tidak mau membuat ini semakin rumit dan sulit, biarlah ini berjalan seperti ini dan aku mengalah serta diam seribu bahasa karena aku sendiri bingung cara memulainya lagi

Tuhan, jika harapanku terlalu tinggi, ajarkan aku untuk merendahkan diri dan lebih sabar melihat yang sudah mati hidup kembali

bahkan kadang aku merasa bodoh dengan diriku sendiri, aku sudah tau dia tidak pernah datang lagi untuk saat ini, tapi aku masih saja menunggunya datang

pesan yang masih aku ingat hingga saat ini adalah dia selalu menunggu kabarku, dan saat aku berusaha memberinya kabar, dia tidak kunjung datang

seharusnya aku tau kalau dia berbicara seperti itu hanya untuk menghibur aku dan tidak perlu aku melakukannya lagi, karena semakin hari aku jadi sadar kalau dia tidak membutuhkan kabar apa-apa dariku

aku memang bodoh dan terlalu polos untuknya… atau ada niat lain yang ia sembunyikan dari aku?

aku tidak mau berpikir seperti itu tentangnya.. dari seribu hal yang melukaiku, setidaknya dia telah memberiku seribu satu kebahagiaan semu untuk aku walau itu hanya berada di masa lalu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s