Lingkaran


andai aku tau cara untuk berhenti berharap dan menunggu sesuatu yang menyakitkan aku

aku tau itu sangat sakit tapi entah mengapa aku masih saja melakukan hal yang sama?

hidup aku seperti di dalam sebuah lingkaran yang menjerat aku dengan sangat kuat, seolah aku terjebak dengan lingkaran yang aku buat sendiri

ya, lingkaran yang aku buat itu semakin mengikatku, padahal aku ingin sekali keluar dari sana tapi aku tidak tau caranya

setiap kali aku ingin melakukannya, ada kepedihan dan kesedihan yang tergambar di benakku

kata orang, aku sudah diinjak-injak tapi aku tidak kunjung bangun dan berdiri untuk membela diriku sendiri

tusukan demi tusukan sudah pernah aku rasakan tapi aku tidak juga bergerak karena perasaanku yang terlalu mudah dipengaruhi

aku rasa, aku tidak akan mendapatkannya lagi walau aku ingin sekali seperti dulu

aku ingin bisa mengulang kebersamaan dan kisah itu sekali lagi atau mungkin berkali-kali

mungkin benar kalau perubahan itu mengguncang mentalku, aku belum siap kehilangan orang yang sangat dekat denganku

dan saat aku tau dan sadar kalau aku tidak dibutuhkan lagi, aku pun sedikit demi sedikit memudarkan diri

aku berbicara, dia diam.. aku diam, dia juga diam untuk saat ini

perubahan itu harus aku lewati kalau aku ingin selamat dari kehancuran

walaupun itu sulit, aku harus menunjukkan kalau aku baik-baik saja.. tidak adil rasanya jika yang menderita hanya aku seorang, sedangkan dia sudah bahagia disana

dia cuek, atau itu hanya perasaanku saja ya? tidak ada lagi kepedulian yang seperti dulu, semuanya telah ditukarkan dengan kebisuan yang aku sendiri juga tidak tau entah sampai kapan

aku harap aku mulai terbiasa dan mencari hal yang lain agar aku tidak terpusat pada satu hal saja

masih banyak yang membutuhkan uluran tanganku meski itu terlihat sangat terlambat aku ulurkan

selama ada kesempatan, akan aku ulurkan untuk mereka walaupun dengan orang yang berbeda

Tuhan, ajari aku untuk jahat dalam hidupku karena aku tidak sanggup menahan ini semua

kebisuannya itu benar-benar membunuhku dari dalam.. kalau ia memang mengerti maksudku ia pasti akan datang menghampiriku walaupun itu hanya satu kali

apakah salah jika aku ingin dia seperti yang dulu? apakah salah jika aku juga berubah sesuai dengan aliran waktu yang ada saat ini?

Tuhan, ajari aku untuk berhenti memanjakan dia saat dia bersalah kepadaku… tapi mengapa aku tidak bisa berhenti meminta maaf kalau dia sedih di depanku?

apakah kebaikanku terlalu banyak sehingga sangat mudah dimainkan?

Tuhan, kalau boleh jujur, aku sangat ingin bisa seperti dulu, tapi entah mengapa Kau memberiku tanda yang sebaliknya? seolah aku harus berhenti saat ini sampai Kau datangkan lagi yang baru

apakah kesempatan untuk kembali memang sudah tidak ada lagi?

Tuhan, jika dia tidak ingin aku kembali dan tidak ingin dekat denganku lagi, ingatkan aku untuk terus bersyukur dan tersenyum walaupun itu menyakitkan aku

sakit itu tidak ada gunanya aku bagikan kepada dia yang sebenarnya karena aku Kau ingatkan bahwa dia yang sekarang adalah orang lain

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s