Sahabat yang Meninggal


hari ini tanggal pertama di bulan kelima…

terima kasih karena Kau masih memberiku kesempatan untuk bertahan sampai sekarang walaupun penuh dengan kesakitan dan penderitaan

Tuhan, aku bersyukur dengan sakit ini Kau membuatku lebih dekat denganMu.. memberiku kesempatan untuk lebih dekat dan lebih mengenal pribadiMu yang jauh dan tidak tampak

Tuhan, kadang aku bertanya, jika aku selalu menguatkan orang lain, siapa yang akan menguatkan aku?

apakah ada orang yang mau mengerti dan memahami sakitku yang selama ini aku pendam?

apakah masih ada waktu untukku agar merasakan bahagia diatas penderitaan yang tidak akan berhenti mengejar impianku?

Tuhan, .Kau ciptakan mereka semua di kehidupan aku agar aku tau betapa berartinya aku dan aku tidaklah bisa hidup seorang diri di dalam hutan belantara

habis manis sepah dibuang.. itulah peribahasa yang sedang melekat padaku saat ini

energi negatif yang masuk sangat mengguncang mentalku, membuatku sakit luar dalam, menginjakku bagaikan tanah diatas alas kaki

kepedihan itu seolah datang dan pergi begitu saja di pikiranku.. datang sebagai teman di sepanjang hari, dan pergi sebagai cerita di masa depan

namun kepedihan itu tidaklah berakhir hanya dengan air mata dan penyesalan tapi ada juga pengertian baru yang aku dapatkan agar aku segera memilih

memilih jalur lain yang lebih baik agar kepedihan itu bisa tertutupi sedikit demi sedikit

Tuhan, aku tau rasanya, aku tau sakitnya dan akupun tau pedihnya saat orang terdekat kita meninggalkan kita demi kebahagiaannya sendiri

membuangku ke tepi jalan dan tidak pernah lagi mengunjungi aku jika aku jatuh sakit

kini dia telah pergi ke tempat yang lebih baik dan sesuai dengan keinginannya.. aku tidak boleh egois hanya karena aku ingin dia selalu ada disaat aku membutuhkan seseorang

dia telah mati bagiku dan aku yang dulu pun telah mati… tidak akan pernah hidup lagi

Tuhan, jilka ini memang adalah yang terbaik, ikhlaskan hatiku untuk menjalaninya

tuntun aku untuk selalu mengharapakan yang masih bisa diharapkan dan berhenti mengharapkan yang sudah tidak ada lagi

andai aku bisa mengubah skenarioMu apakah aku boleh meletakan sepercik kebahagiaan dibalik air mata yang selalu menetes di malam hari?

tapi aku selalu percaya bahwa jalan ceritaMu jauh lebih indah daripada bayanganku dan harapanku

dilupakan dan diinjak memang sudah layak dan sepantasnya aku dapatkan untuk orang seperti aku

kebaikanku tidak akan berarti lagi jika tidak ada pembalasan yang seperti itu..

dan akhirnya dia pergi entah kemana, sahabat yang aku sayangi walaupun tidak aku kenal dari lahir, sahabat yang selalu ada di saat aku susah dan senang

dia telah meninggal bersama seribu janji yang telah ia lontarkan kepadaku sebelum ia menghembuskan kata-kata terakhirnya

dan akupun sadar dan sangat tau, sampai kapanpun aku menangis dan memohon, dia tidak akan hidup lagi di depan mataku

dia sudah tenang disana bersama kebahagiaannya dan aku turut senang dan bangga untuk kebahagiaannya…

selamat jalan, sahabat…. aku tak pantas kau datangi lagi karena memang itu sudah keputusanmu yang patut aku hargai

terima kasih untuk kebaikan yang selama ini telah kamu berikan kepadaku, jika dengan melupakanku itu bisa membuatmu lebih baik, lupakan saja aku dan izinkan aku juga untuk melupakan kehadiranmu disini….

Tuhan, terima kasih untuk sahabat yang Kau titipkan padaku… dia telah pergi jauh bersamMu..

jaga ia dan lindungi dia di sepanjang hidupnya karena aku tau kalau dia sangat membutuhkan Engkau di hidupnya yang singkat

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s