Yohanes 8:53;1-11 ~Perempuan yang Berzinah~


Lalu mereka pulang masing-masing ke rumahnya,

tetapi Yesus pergi ke bukit Zaitun.

Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepadaNya. Ia duduk dan mengajar mereka.

Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepadaNya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah.

Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: “Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah.

Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari permpuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapatMu tentang hal itu?”

Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkanNya. Tetapi Yesus membungkuk dan menulis dengan jariNya di tanah.

Dan mereka terus-menerus bertanya kepadaNya Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barangsiapa diantara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu ke perempuan itu.”

Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah.

Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya.

Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: “Hai perempuan, dimanakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?”

Jawabnya: “Tidak ada. Tuhan.” Lalu kata Yesus: “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah , dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”

 

injil Yohanes mengambil contoh teladan Yesus yang baik hati dan pengampun

perempuan itu telah berbuat dosa, dan semua orang membenci kelakuannya yang hina itu, namun Yesus memiliki ajaran lain yang lebih besar kuasanya daripada ajaran Musa

hati Yesus yang baik telah memberi kita contoh nyata bahwa tidak ada siapapun di dunia ini yang tidak pernah berbuat dosa atau kesalahan (Dan mereka terus-menerus bertanya kepadaNya Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barangsiapa diantara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu ke perempuan itu.” -Yohanes 8:7-)

semua orang pasti pernah melakukan suatu kesalahan dan dari salah itu, kita diajar untuk lebih berhati-hati dan bijaksana jika kita menyadarinya serta memperbaikinya

dari kisah sederhana ini Yesus menunjukkan bahwa setiap orang berhak mendapat kesempatan kedua untuk bertobat (Jawabnya: “Tidak ada. Tuhan.” Lalu kata Yesus: “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah , dan jangan berbuat dosa l mulai dari sekarang.”-Yohanes 8:11-)

mengampuni orang yang bersalah kepada kita memang tidak mudah, terlebih orang itu telah berbuat sesuatu yang fatal.. namun kali ini, Yesus ingin menerapkan di hati kita untuk selalu memaafkan dan memberi kesempatan bagi mereka yang ingin bertobat

tidak ada kata terlambat jika memang ingin memperbaiki sesuatu yang buruk menjadi yang lebih baik

selalu ingat untuk mendoakan mereka yang berbuat salah kepada kita, doakan yang terbaik untuk mereka

buang jauh-jauh dendam itu karena dendam hanya membunuh kita dari dalam, merebut semua yang seharusnya menjadi kebahagiaan kita

mereka pendosa, mereka jahat, tapi bukankah kita juga pendosa? apakah ada yang luput dari dosa dan kesalahan?

jika kita berbuat kesalahan, apakah kita tidak ingin mendapat “kesempatan kedua”?

bertobatlah karena Tuhan selalu memaafkan umatNya yang berdosa.. bersungguh-sungguhlah dalam berkomitmen dengan Tuhan, jangan main-main! karena jika tidak serius dalam berkomitmen, mungkin saja pengampunan itu sudah tertutup

Tuhan memang sabar dan sangat mencintai umatNya, namun siapa yang bisa melawan jika suatu ketika Ia menolakmu?

sebab ingatlah bahwa Tuhan lebih tau tentang diri kita melebihi diri kita sendiri dan hanya Ia yang bisa menilai apakah pertobatan kita itu tulus atau hanya topeng ditengah masyarakat

karena itulah tidak ada yang dapat berdusta di hadapanNya… berhati-hatilah!

berdoa, mohon ampun, mengucap syukur dan dengarkan perintahNya bisa saja mengubah hatimu yang beku menjadi cair, menemukan ketenangan serta kedamaian yang mungkin selama ini telah hilang dari diri kita

carilah Tuhan selama Ia masih bisa ditemui..

 

Amen

Tuhan Memberkati..

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s