Tuhan yang Baik


jika aku tidak bisa memahami rencana Tuhan, itu sudah selayaknya aku dapatkan karena rancangan Tuhan itu sulit ditebak…

Tuhan yang baik, terima kasih untuk semua yang telah aku dapatkan hingga hari ini, terima kasih untuk senang dan duka yang bisa kumiliki dan kusimpan di ingatanku

semua sakit ini biarlah aku simpan dan menjadi pondasi dasar agar aku bisa mendekat lagi kepadaMu

jika ini yang Kau kehendaki, aku rela menjalaninya dan menuntaskannya satu per satu

kesembuhan itu selalu aku nantikan dan aku tunggu karena aku yakin pelangi itu pasti akan datang

Tuhan, terima kasih untuk hadiah kehidupan yang indah sehingga aku boleh memegangnya setiap detik

biarlah yang terjadi padaku adalah rencanaMu yang indah

janjiMu kupegang dan kunantikan setiap hari seperti matahari yang tidak pernah bosan menyinari bumi dipagi hari

terluka yang amat dalam semakin membuatku ingin lebih dekat denganMu, berdoa setiap hari, menjadi adorator setiap hari dan ikut Novena setiap malam

saat lampu dimatikan dan diganti dengan sebatang lilin ditangan, aku ingat masa kecilku yang pernah takut dalam gelap

saat melihat api yang bergerak-gerak di atas obor lilin, aku menjadi tenang dan percaya bahwa Kau datang menerangi hidupku yang mulai redup

dalam gelap itu aku melihat sinar harapan dalam doa, kesembuhan dalam pengharapan dan cinta dalam tangis

habis gelap, terbitlah terang yang dinantikan jutaan orang

sama seperti luka ditanganku saat ini yang tidak bisa hilang lagi, aku berusaha menata hidupku lagi, membuka lembaran yang baru tanpa mengubah karakter dalam diriku

aku tetap ingin menjadi diriku sendiri walaupun karena sesuatu membuatku sedikit berbeda, tapi itu tidak ada gunanya lagi untuk dipertanyakan kenapa dan mengapa

Tuhan yang baik, penyabar, penyayang namun keras dalam mendidik telah memberiku contoh dalam menjalani hidup ini

sesuatu yang tidak diinginkan haruslah dihadapi dan diselesaikan, barulah kemenangan bisa diraih

aku juga belajar tentang cinta yang tulus dan tidak terbalas serta pengorbanan yang tulus untuk orang yang dicintai

tak ada kesedihan dan penyesalan jika ada satu atau bahkan ratusan orang pergi meninggalkanNya karena Ia tau bahwa Bapa akan selalu menyertaiNya

iman yang seperti itu ingin aku kembangkan, karena dengan itulah aku bisa melupakan luka yang pernah singgah dalam hidupku

Tuhan, terima kasih atas penyertaanMu dan pencerahan yang Kau berikan, memberiku petunjuk agar aku terus maju tanpa takut terjatuh karena Kau selalu siap menopangku…

-Sylvina-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s