Dongeng Cinta


aku tak mengerti atau tidak mau mengerti.. mengapa harus ada cinta disekitar kita?

bukankah cinta itu menyakitkan? bisa pergi dan menghilang sesuka hati?

banyak orang yang terluka karena cinta, kehilangan semangat hidup hanya karena cinta yang sederhana namun bermakna

waktu terus berjalan maju.. kapan waktu mundur selangkah saja?

jangan pernah bertanya apakah aku ingin kembali kesana atau tidak dan pasti aku akan menjawab ya, ingin sekali

tapi seberapa kalipun aku ingin, tidak akan pernah bisa

kenyataan ini haruslah aku hadapi suka dan tidak suka aku harus bekorban sekali lagi untuk yang terakhir kali

semua kisah indah itu sudah berubah menjadi duka dan kisah kenangan dimasa depan

cinta yang kata orang sangat indah, nikmat dan bahagia itu terasa hanya dongeng bagiku

jika aku mengingat kisah itu, kenangan dan bayangan itu datang lagi dalam otakku sekalipun aku tidak mengundangnya datang

dia datang dengan seribu kisah ajaib dan pergi dengan seribu satu luka batin yang tak kunjung sembuh

aku terus menunggu sampai luka itu sembuh namun haruskah aku menunggu atau bahkan melupakannya?

sudah jelas semua itu untukku dan aku harus berjuang sendiri sekarang ini

tidak ada dia lagi dihidupku dan kepergiaannya akan aku tandai dengan kemenangan atas dirinya sendiri

keinginanku untuk sembuh sangatlah besar dan aku tidak tau ini akan sampai kapan

seolah semua penantianku sia-sia

dan sekarang, aku berubah pikiran dan berhenti berharap bahwa ia akan datang sebagai dirinya yang dulu

inilah kisah hidupku yang sekarang, aku berusaha menjalani hidupku yang tinggal setengah nyawa

semuanya telah ia bawa pergi dan aku tidak tau kemana aku akan dibawa pergi

perubahan ini seperti badai yang melanda kehidupanku, yang berputar dan bergelora dalam jalannya hidupku

aku haruslah menerima ini sebagai pembelajaran bahwa sebenarnya tidak ada yang abadi

kecocokan dengan seseorang itu hanya berada dalam hitungan hari atau bahkan detik

jangan tertipu oleh kecocokan (chemistry) dengan orang yang bukan pacar kita karena semakin hari aku semakin sadar bahwa itu hanya permainan waktu

dia pergi karena aku tidaklah penting untuknya, dia bersikap dingin karena dia bosan denganku dan semua itu terkesan meninggalkanku tanpa alasan yang jelas

jika masih ingin berteman, mari kita berteman secara baik-baik, tapi jika tidak jangan pernah datang lagi dikehidupanku karena dia telah menunjukkan padaku bahwa kita adalah dua orang yang berbeda

singkatnya, dia berhak bahagia dan akupun berhak bahagia dengan caraku sendiri meski luka itu masih ada hingga sekarang

berdiri diatas lulka memang menyakitkan, tapi hanya dengan itu aku belajar tegar diatas kerapuhanku

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s