Kasih dan Hukumnya


“Berbuat kasih tanpa batas dan tanpa balas meski ada sakit hati..”

kata-kata itu mengingatkanku akan ajaran Yesus yang sederhana namun memiliki arti yang sangat besar

KASIH atau MENGASIHI

sebagai umat Kristiani dan anak Allah yang taat pada peraturanNya dan menjauhi laranganNya, kata KASIH sudah tidak asing lagi ditelinga

Yesus selalu menunjukkan kasihNya kepada seluruh umatNya di dunia tanpa terkecuali, bahkan Ia juga berkata bahwa Ia akan senantiasa menyertai kita hingga akhir zaman

dari peristiwa kecil itu, kita diberitau bahwa Ia tidak akan pernah bosan dan berhenti membagikan cinta kasihNya bagi mereka yang terlupakan dan tersisih

mengapa Yesus menerapkan kasih kepada kita dan meminta kita untuk meneruskan pewartaanNya dalam bentuk kasih?

jawabannya sangatlah sederhana, yaitu karena Ia ingin kita seperti Dia yang selalu mencintai, mengasihi, menghormati dan mengampuni orang berdosa

Yesus pernah berkata,“Jika ada orang yang menampar pipi kananmu, berikanlah juga pipi kirimu.”

mungkin bagi kita manusia biasa, kalimat itu terdengar aneh dan tidak masuk akal, mengapa kita tidak membalasnya atau menuntut?

mengapa kita harus diam, mengampuninya dan mendoakannya saja saat dipukul, dihina, diejek atau bahkan tersakiti?

itulah hukum kasih yang sebenarnya, yang dari awal kedatangan Yesus yang terus hidup di sekitar kita

siapapun orangnya pasti pernah diliputi rasa kasih yang begitu melimpah namun kadang itu juga sulit kita miliki bahkan Yesus juga mengajarkan kita untuk mengasihi terlebih dahulu baru kasih orang lain bisa kita dapatkan

sebagai contoh nyata, pengorbanan mati dan penderitaan Yesus di kayu salib telah memberi kita teladan dan makna dari suatu perjuangan hidup

karena pengorbananNya itu, semakin banyak orang yang percaya bahwa Ia adalah Putra Allah yang Tunggal, Sang Mesias yang dipilih Bapa untuk menyelamatkan kita dari kehancuran hidup yang semakin dekat

lewat contoh itu, semakin banyak orang yang mengikuti jejakNya, mengerti kehidupanNya yang sementara dan memahami arti tetesan darah serta keringatNya yang Ia persembahkan demi keselamatan kita

di sekitar kasih ada BENCI, DENDAM, SAKIT HATI, KECEWA, dan ENERGI NEGATIF lainnya

jika kita benar-benar percaya dan menyembah Yesus sebagai Tuhan kita yang Hidup, semua yang negative akan menjauh dari kita dan sukacita akan berada disekitar kita

sekalipun yang kita lakukan itu terasa sia-sia dan mengecewakan, Yesus mengerti nia baikmu maka Ia akan membantu kita untuk memperjelaskannya

membuka mata hati yang tertutup dan mengetuk pintu hati yang terkunci rapat agar mereka yang kita tolong mengerti dan kembali dekat kepada Sang Pencipta

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s