Mimpi Buruk


melihatmu setiap hari itu seperti mimpi bagiku, membayangka kamu kembali juga merupakan mimpi terburuk disepanjang sejarah

khayalan tinggi melambung melewati perbatasan kesabaranku yang terus naik demi keselamatan hidupku

apa salah jika aku bermimpi keindahan yang dulu itu? berharap kamu akan datang menghiburku seperti dulu walaupun itu hanya 1 kali?

apa salah jika aku ingin diperhatikan untuk yang terakhir kalinya? sebegitu bosannyakah kamu denganku sehingga kamu mencapakkanku seperti sampah tak berarti?

aku minta maaf jika selama ini aku pernah membuatmu repot dan susah, pernah mengusik kesibukanmu dan kehidupanmu

tak pernah ada maksud untuk merusak hidupmu dengan tangan kotorku, aku hanya ingin membantu kembali ke rumahmu…

apakah aku tidak penting lagi untukmu? sudah adakah bagimu pengganti diriku?

tapi aku juga mau mengucapkan kata terima kasih atas luka yang kamu berikan, setidaknya aku belajar untuk tegar dan tidak bergantung padamu

walaupun kehilangan setengah nyawaku aku tetap ingin menjalaninya sefokus dan setenang mungkin

aku ingin sembuh, rela, dan ikhlas menjalani yang setengahnya lagi karena semakin hari aku tersadar bahwa kita memanglah berbeda

bukan kenyataan bahwa kita berbeda yang membekaskan luka tapi kenyataan bahwa kamu membuangku dan mendinginkanku seperti di dalam lemari pendingin

pernahkah kamu merasakannya? perlukah kutunjukkan itu padamu? perlukah aku membanting dan menusukmu dari belakang agar kamu tau betapa sakitnya luka yang kamu titipkan padaku

aku tidak mau menyimpan ini lebih lama lagi dan kadang aku ingin bisa menutup mata sambil melupakanmu yang telah meneteskan darah dan perih

namun itu terasa mimpi dan jauh dari anganku…. kehadiranmu seakan setengah jiwa dari diriku

tapi mengapa kamu harus seperti itu padaku dan tidak mau mengerti sedikit rasanya kehilangan?

aku sadar, aku tak pantas lagi memintamu kembali bahkan menyapamu saja aku tak berani, aku takut semakin aku dekati, kamu akan semakin menjauh seperti sekarang ini

bahkan aku merasa bodoh berharap kamu akan seperti yang dulu karena berdasarkan hitungan detik, aku telah melihat langkah demi langkah kepergianmu

walaupun ini sangatlah sakit dan mengecewakan, entah siapa diantara kita yang bersalah, terima kasih telah mengisi lembaran hidupku dengan keceriaanmu, kebaikanmu dan kesempatan bagiku untuk menolongmu serta orang yang selalu menemaniku dalam suka dan duka

memaafkanmu dan mendoakanmu adalah kewajibanku yang tidak bisa aku pungkiri setelah luka ini menerobos habis jiwaku… aku relakan kamu pergi bersama yang lain, menjadi pribadi lain dan semakin jauh dari pandangan mata hatiku agar aku bisa melihatmu tertawa bahagia tanpa aku disampingmu lagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s