Istilah Menangis


Yesaya 30:19

“Engkau tidak akan terus menangis. Tentulah Tuhan akan mengasihani engkau.”

semua orang bilang dengan mudahnya kalau, menangis itu lemah dan tidak menyelesaikan masalah, justru menambah masalah

banyak juga yang bilang kalau menangis itu tidak pantas untuk laki-laki.. laki-laki yang menangis adalah laki-laki payah, lemah dan cengeng

namun pertanyaannya adalah, siapa manusia di dunia ini yang tidak pernah menangis dari ia terlahir dan sampai ia meninggal dunia? adakah perjalanan hidup tanpa air mata?

pernahkah ada yang berpikir kalau menangis itu adalah anugerah dari Tuhan? Mengapa demikian?

menangis biasanya terjadi karena kita punya masalah berat dan tidak bisa menerima kenyataan… justru masalah itu membuat kita menjadi pribadi yang rentan atau menjadi kuat

menangis adalah hal yang manusiawi dan siapapun orangnya boleh meneteskan air mata, entah karena kesedihan atau karena kebahagiaan

namun dari semua itu, menangis datang dari kesedihan yang terjadi dalam kehidupan, terutama sakit hati dan kekecewaan

dalam kitabnya, Nabi Yesaya menulis sebuah pesan singkat bahwa tidak akan selamanya seorang itu menangis…

dibalik ratap tangis dan deras air mata, datanglah harapan dari Tuhan..

Tuhan datang memeluk, menghibur dan menghapus air mata yang menetes karena Ia peduli dan sangat merindukan semyuman serta semangat hidupmu

jika kita percaya dan berserah kepadaNya, kesedihan hanya mengambil seperdelapan dari hidupmu dengan air mata, dan setelah itu kebahagiaan serta sukacita akan datang menyelimuti kehidupan yang selanjutnya

menangislah jika memang itu perlu, menangislah jika itu dapat membuatmu lega, sebab sebenarnya kita tidak pernah menangis seorang diri

tidak selamanya air mata akan jatuh, tidak selamanya hati akan berteriak minta tolong dan tidak selamanya juga penderitaan itu menghasut hidup kita

dimana ada kesedihan pasti ada kebahagiaan, dimana ada kekecewaan pasti ada harapan, dimana ada dukacita pasti ada sukacita dan damai

dimana ada tangisan, pasti ada canda tawa.. sama seperti pelangi yang selalu hadir setelah hujan dan badai

seperti itulah kehadiran Tuhan dalam hidup kita yang tidak terlalu cepat dan tidak terlambat

lewat menamgis kita juga bias mengenal pribadi kita, mengasah hati agar lebih kuat seperti batu karang… jika Tuhan mau mendidikmu lewat menangis, berpikirlah bahwa kesedihanmu itu tidak sebanding dengan pemgorbanan dan kesedihanNya saat banyak orang yang mencela Dia

jika kita sebagai mahkluk ciptaanNya saja bisa terluka, apakah Tuhan pernah terluka juga dan menjadi sedih karena ulah kita sendiri? tentu saja YA

itulah hebatnya Tuhan, walaupun sudah berkali-kali terluka karena ulah kita, kasih sayangNya tidak pernah berkurang bahkan terus bertambah, cintaNya tidak pernah berakhir dan kehadiranNya selalu dinantikan semua orang

penghiburanNya selalu menjadi bintang dimalam hari dan matahari disiang hari, lindunganNya yang ketat mampu menyadarkan betapa pentingnya kita bagiNya dan akan ada rasa aman dalam lindungan sayapNya itu

jika kita benar-benar memegang janji Tuhan dan percaya bahwa Ia tidak akan meninggalkan kita sedetikpun, kita pasti akan bisa mengerti atau belajar arti dari setetes air mata yang kita keluarkan

dan tak jarang itu bisa membentuk pribadi yang kuat dan bisa mendekatkan kita padaNya

Tuhan ingin mendekat kepadaMu lewat tangisan agar kita tau bahwa Ia selalu ada untuk memeluk dan menenangkan jiwa penuh badai karena ketenangan abadi dan kedamaian hanya berasal dari Dia…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s