Pesan Terakhir


semua bukti yang menunjukkan kalau dia berubah semakin kuat dan aku tidak bisa menutupinya lagi karena dia memanglah bukan dia yang dulu

semua yang indah penuh dengan canda tawa sudah berganti dengan luka dan duka yang terus hidup semakin besar

aku berusaha meredam luka itu namun kekuatanku sangatlah rapuh

aku tak sanggup mengatasinya dengan satu tangan yang sudah terluka dan berdarah-darah

menampung gelembung air yang mengapung diudara seperti memeluk bulan di malam hari

tidak ada yang berubah namun keadaan yang memaksaku untuk berperilaku sebaliknya….

Tuhan yang baik, mungkin ini sudah takdirku untuk terluka seorang diri, berjuang mempertahankan hidupku yang tidak lagi sempurna, aku juga harus cari cara terbaik untuk melewatinya agar kebahagiaan bisa aku gapai dengan sekali sentuh

ajari aku untuk ikhlas dan berbesar hati Tuhan.. tanpaMu aku tidaklah berarti.. kuatkan akar kehidupanku agar aku tetap bisa hidup diantara orang-orang yang mencariku

jika memang dengan kepergianku itu bisa mempermudah jalannya hidup dia, izinkan aku ucapkan terima kasih atas semua kebaikannya padaku

beri dia kebahagiaan, kedamaian dan jadikan dia sesuai dengan kehendakMu Tuhan…..

 

hai kamu yang diluar sana, orang yang telah memberikanku warna kehidupan yang baru, dengarkanlah kata-kataku yang mungkin ini adalah yang terakhir….

terima kasih untuk selalu ada saat aku membutuhkan seseorang untuk bercerita dan berbagi, walaupun kamu sudah pergi meninggalkanku sendirian.. tapi tak apa, aku berusaha untuk terus bertahan hidup, meneruskan hidupku yang kembali menjadi hitam dan putih..

terima kasih semua kasih sayang dan kepedulian yang kamu tawarkan kepadaku, walaupun itu sudah menjadi milik orang lain, aku tak boleh lagi mengharapkan itu lagi karena kebahagiaanmu jauh lebih penting daripada kebahagiaanku sendiri, bahkan melebihi nyawaku sendiri

aku simpan luka ini sendiri dan aku berusaha menyembuhkannya sendiri, atas usahaku sendiri, tanpa bantuan orang lain… hanya Tuhan yang bisa aku andalkan disetiap tarikan nafasku

terima kasih untuk luka yang kamu titipkan padaku sehingga aku mengalami trauma yang aku sendiri tak mengerti… aku hanya bisa bersembunyi dalam senyum palsu yang dibuat-buat

setidaknya aku jadikan luka itu pengalaman dan dasar yang kuat untuk terus berkarya….

terima kasih sudah kasar kepadaku, membentakku dengan keras waktu itu agar aku lebih dewasa dan mengerti keadaanmu yang sulit

aku tau, semakin hari, kita semakin jauh dan berbeda, dan aku harus siap mengalah setiap hari bahkan setiap detik agar itu bisa membayarkanku seuntaian semyuman darimu

pesanku dari dulu hingga sekarang tidaklah banyak berubah, aku hanya ingin berpesan,

1. Jagalah dirimu baik-baik.

2. Jangan lupa selalu berdoa, dekat dengan Tuhan, jadilah pribadi yang baik untuk semua orang yang ada disekitarmu.

3. Jangan sakit terus, karena aku bisa merasakan sakit itu dan aku tidak bisa bohong soal kekhawatiranku.

4. Carilah penggantiku jika menurutmu itu SANGAT DIPERLUKAN. Aku rela jika posisiku diganti dengan orang lain asal itu bisa membuatmu nyaman dan bahagia. (Atau mungkin memang sudah ada orangnya)

5. Lupakan aku jika dengan mengingatku membuatmu sedih dan ingin marah atau bahkan dengan memasukkanku kedalam laci memorimu itu hanya memenuh-menuhkan saja.

janji terakhir yang bisa aku ucapkan adalah “aku janji akan mengunjungimu jika aku sudah tidak ada lagi di dunia ini, memelukmu setiap hari dengan doa-doaku.. terima kasih sekali lagi aku ucapkan untuk kamu yang telah menanamkan kisah cerita yang lain…”

semoga Tuhan senantiasa menjaga dan melindungimu…🙂

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s