Pengampunan


Efesus 4:32

“Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengmpuni, sebagaimana Allah dalam Kristus telah mengampuni kamu.”

hidup dengan ramah, kesabaran, kebaikan dan penuh pengampunan adalah suatu keharusan bagi kita umat manusia, ciptaan Allah yang paling mulia dan berakhlak

namun semua orang juga tau dan sadar kalau berbuat ramah, baik, sabar dan mengampuni itu tidak segampang dengan menulis kata-kata itu.. butuh pengorbanan tertentu untuk menjadi seperti yang tertulis dalam kitab Efesus

tetapi, dibalik kesulitan itu, sebenarnya itu bisa saja menjadi sifat nyata kita, jika kita mau membuka hati atau memberi kesempatan kepada setiap orang yang pernah bersalah kepada kita

terutama mengampuni itu sendiri pasti akan terasa berat jika kita hanya mengandalkan kemampuan kita sendiri untuk melepaskan orang yang sudah melukai kita, entah secara fisik atau batin

aku sebagai manusia biasa juga berkata kalau itu tidak mudah… ada beban tersndiri dalam hati untuk melepaskan pengampunan yang benar-benar tulus dari hati

mungkin mulut dan hati sudah ikhlas dan mengampuni, tapi apakah kita bisa mencegah agar waspada, kecurigaan dan ketidakpercayaan untuk tidak menjadi penghuni baru dalam hati dan pikiran kita?

bagaimana bisa kita melupakan kejadian yang begitu menyakitkan dalam satu kedipan mata?

untuk kita memang mustahil dan sangat sulit, namun kita juga tidak bisa membohongi diri kita sendiri, betapa menderitanya kita jika hidup dengan benci dan dendam

Tuhan tau rasanya tersakiti dan terlukai karena itulah yang Ia rasakan setiap hari saat melihat kita berbuat dosa atau berbuat sesuatu yang melukai hatiNya

akan tetapi, Tuhan adalah Maha Pengampun dan Penyayang… Ia punya kebesaran hati yang luar biasa kuat sehingga pengampunanNya bisa turun atas semua umat yang bertobat dan mulai mengasihiNya

lewat pertobatan yang sederhana, Tuhan telah mengajari kita untuk selalu mengampuni, mengasihi serta menghormati satu sama lain, sekalipun kepada orang yang tidak kita kenal

sebab kasih Tuhan itu besar dan tanpa batas sehingga tidak akan ada satu orang pun yang kekurangan kasih dan cinta dariNya

tak hanya cinta kasih, Tuhan juga selalu memenuhi apa yang menjadi kebutuhan kita, lewat kuasaNya Ia menjadikan kita berarti

seperti Tuhan yang juga telah mengampuni dosa kita, dosa yang kadang membuat kita merasa malu dengan diri kita sendiri, bahkan itu bisa menjadi penghalang untuk meneruskan hidup yang baru

Tuhan selalu memperingatkan kita untuk selalu mengasihi dan mengampuni agar hidup bisa menjadi damai bukanlah perang dalam diri

berdoalah saat tak mampu melepaskan pengampunan itu, kekuatan Tuhan akan mengalir atasmu dan dengan kekuatan itu pengampunan itupun akan terucap dari mulut kita

ingatlah satu kalimat ini selalu, “Terluka adalah hal yang biasa dalam hidup, tetapi mengampuni itulah yang luar biasa!”

lewat masalah dan luka serta derita, Tuhan membentuk kita menjadi pribadi yang kuat dan tegar sesuai dengan rancanganNya yang semua itu adalah baik

bebaskan hati dari rasa, sakit hati, benci dan dendam lewat pengampunan tulus yang berasal dari Tuhan, sama seperti Tuhan yang selalu menurunkan kasih setia dan pengampunanNya untuk kita agar kita tau betapa berartinya kita bagiNya

sekotor apapun perjalanan hidup kita sudah dilupakanNya karena memang Ia tidak pernah mengingat dan menghitung dosa-dosa kita.. yang terpenting bagiNya adalah niat pertobatan kita untuk selalu menjadi lebih baik dan terlahir menjadi “manusia baru”

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s