Kunci dalam Jerami


mencari sebuah kunci ditumpukan jerami dan jarum… namun waktu telah berjalan lebih mendekat pada suatu keraguan yang tidak bisa aku mengerti

aku mencari cara dan aku mencari jalan bagaimana agar aku bisa memperbaiki sesuatu yang telah rusak dan menemukan sesuatu yang telah hilang

namun semakin aku cari, aku tak kunjung menemukannya, langkahku semakin  jauh dari harapan dan juga bayanganku

apa yang aku inginkan harus terhenti dititik ini, dimana aku tidak lagi punya kuasa dan kemampuan untuk menariknya kembali

aku berusaha mencari jawaban itu sendiri dan berusaha mencari jalan tengah terbaik karena kalau boleh jujur, aku tidak pernah mau berada di keadaan ini

aku ingin menjadi seperti dulu, keadaan yang hangat bukan keadaan yang dingin seperti ini

memang, aku tidak pernah membayangkan ini akan terjadi, tapi aku juga tidak bisa menolak jika ini telah terjadi

hingga saat ini permintaanku hanya ada satu, aku ingin kembali menemukan dirinya yang dulu sempat aku miliki, mungkin untuk orang-orang diluar sana berpikir kalau aku ini egois karena aku mengusahakan hal bodoh yang sia-sia

apakah aku egois dan jahat, jika aku hanya ingin meminta waktunya untuk satu menit? apakah itu adalah sebuah kesalahan terbesar jika aku meminta ia kembali menjadi dirinya yang dulu? apakah permintaanku ini terlalu sulit?

aku juga bingung sebenarnya apa yang dia sembunyikan dariku, masalah apa hingga ia harus berubah 180 derajat tepat didepan wajahku?

andai ia tau betapa sakitnya saat aku tau dia telah membuka lembaran hitam diatas kertas putihku, ia telah menggoreskan luka terlama yang aku punyai hingga detik ini

aku ingin sembuh bukan karena aku benci kepadanya, hanya saja aku tak sanggup menyimpan luka ini lebih lama lagi.. bagaimana aku bisa merelakan kejadian ini jika ia pergi dengan meninggalkan 1000 pertanyaan yang tak terjawab?

aku juga terus mencari cara untuk melupakannya dan berbuat hal yang sama seperti ia lakukan padaku, namun entah mengapa dan sejak kapan, aku merasa kalau itu bukanlah diriku yang sebenarnya… seolah diriku telah dikendalikan oleh orang lain yang tidak aku kenal

semua hal jahat yang ingin aku lakukan, itu berlawanan dengan diriku yang sebenarnya.. aku tak ingin diam seperti dia yang diam kepadaku untuk kesekian kalinya, aku tidak mau melukai hatinya sama seperti dia yang telah melukaiku berkali-kali, aku juga tidak mau meninggalkan kesedihan disetiap detik kehidupannya sama seperti dia yang telah membiarkan aku menampung kesedihan ini sendirian

aku ingin menjadi aku yang dulu, yang tetap baik kepadanya, dan memberinya dorongan untuk terus maju dan berkembang, namun semua keinginanku itu tinggallah impian disiang bolong

mungkin menjadi orang jahat itu bukan jalanku, maka dari itu, aku tidak menemukan caranya hingga saat ini

terlebih aku meihat kalau dia sedang tidak berada dikeadaan yang baik… aku ingin sekali bisa mencapainya, menghampirinya dan menghibur hatinya yang sedang terluka

aku tak peduli lagi jika aku belum menemukan orang yang bisa membantuku keluar dari kondisi ini, yang terpenting bagiku adalah bagaimana caranya aku bisa mendekat lagi dan memberinya harapan seperti dulu

bagaimana caranya tanganku menggapainya jika di depanku tergambar jelas tembok penghalang yang mampu membatasi pergerakanku…. aku hanya bisa berharap akan ada orang lain yang akan membantunya jika ia tidak ingin aku bantu lagi

semua yang berubah ini sudah cukup memberiku pengertian bahwa sebenarnya ada saatnya bagiku untuk berhenti bergerak dan aku harus berusaha lebih keras lagi untuk menerima kenyataan ini

berhenti berpikir, kalau ia akan kembali ramah dan dekat kepadaku, berpikir kalau ia akan menjadi seperti yang aku inginkan dan aku akan berhenti membayangkan kalau ia masih ingat siapa aku

sebab aku percaya dan aku menyerahkan seutuhnya kepada Tuhan… biarlah Tuhan yang merawat dia hingga ia sudah tua nanti, biarlah Tuhan yang memenuhi semua kebutuhan rohani dan jasmaninya

aku tidak punya lagi tempat yang tepat untuk menitipkannya selain kepadaMu Tuhan… kali ini biarlah aku menyerah dan berpasrah, mungkin usahaku mencari kunci dalam tumpukan jerami dan jarum itu sia-sia dan buang waktuku yang berharga, tetapi aku tidak punya jalan lain selain melempar tumpukan itu ke dalam air

biarkanlah kunci itu pergi terbawa arus air yang deras dan biarlah itu menjadi milik orang lain yang jauh lebih membutuhkannya

Tuhan, inilah waktuku yang tersisa dan itu telah alu serahkan kepadaMu… terima kasih telah memberiku cobaan ini dan mengajariku untuk terus bersabar dan tenang menghadapi cobaaan ini

aku percaya semuanya akan berakhir manis dan indah jika aku terus memegang janjiMu yang tak pernah diingkari

aku rela jika aku sedang berada dalam lubang yang suram, asalkan aku tetap melihat keatas dan mengetahui Kau selalu ada disana dan mengawasiku dengan mata kasihMu sebab aku sadar dan sangat mengetahui kalau Kau ada dan hidup di dalam keterangan abadi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s