Meminjam Waktu


pinjami aku satu hari saja untuk bermain-main denganmu, memutar waktu untuk satu putaran seakan aku berada di masa lalu yang paling berharga untukku

beri aku kesematan untuk bertemu denganmu yang sempat aku miliki, bukan kamu yang sekarang ada di depanku

entah kapan dan dimanakah kamu menyadari kalau kamu telah berubah dan menjauh dari gambaran yang selama ini kamu berikan kepadaku

aku tak tau kapan kamu menyadari itu…. dan aku hanya bisa menunggu diwaktu yang tepat sampai kamu menyadari itu sendiri

bolehkah aku meminjam waktumu hanya satu hari untuk aku? menghiburku dan menemaniku untuk satu hari saja?

setelah satu hari itu berlalu, aku akan segera mengembalikannya kepadamu secara utuh, tanpa kekurangan apapun

bebeapa hari ini setelah berbicara lagi denganmu, aku kembali tersadarkan kalau kamu dari dulu hingga sekarang selalu nomor satu untukku

kehadiranmu itu seperti emas dalam waktuku yang tidak akan aku tukarkan dengan apapun, karena dirimu terlalu berharga untukku

luka yang pernah berikan padaku itu seakan sirna karena aku tak mengharapkan orang lain untuk membantuku pulih

aku hanya butuh kamu yang dulu, yang baik, yang peduli dan selalu ada waktu untukku berbicara dan bermain, menghiburku saat aku terluka serta memberiku semangat untuk terus hidup dalam keterpurukan

hanya itu yang bisa memulihkanku dari luka yang kamu beri, tak ada yang lain, yang bisa meyakinkan aku kalau aku bisa bertahan

mungkin semua kisah itu telah berakhir dan telah menjadi abu untukmu sehingga dengan mudahnya kamu terbangkan itu dibawah alas kakimu, tapi tidak denganku…

sampai sekarang pun tidak ada yang berubah dariku, tetaplah mengamatmu dari kejauhan untuk memastikan kalau kamu baik-baik saja

pinjami aku waktumu untuk aku mengerti dan untuk mengulang sebuah kisah lama, jika kamu tidak keberatan dan tidak terganggu dengan kehadiranku

dulu, kamu selalu bilang, “kamu itu penting buat aku, tapi aku bisa apa? aku bukan siapa-siapa..” tapi sekarang, hanya kata maaf yang sering aku dengar.. aku tidak dengar lagi kamu memanggiku JELEK, aku tidak dengar kamu bilang, “aku lagi sakit nih, temenin aku dong.”

atau, “ya udah sekarang kita tidur, tapi kamu mimpin doa ya…” atau kamu meminta aku untuk jangan menutup telepon sampai kamu berhenti berhitung

aku juga masih ingat, saat hari pertama kamu telepon aku malam-malam, waktu itu aku pulang terlambat dan aku tag aku status di facebook yang lucu, “ayo online dong, telepon… kalo gak nanti dunia kita terbalik.” dan ketika pertama kalinya aku telepon denganmu, kita kehabisan topic, sampai-sampai kamu tidak tau apa yang mau dibicarakan denganku….

setelah kejadian satu malam itu, setiap hari kamu memintaku telponmu lagi, dan setiap harinya pun aku mendengar ceritamu dan bebanmu yang selama ini kamu sembuyikan dari orang lain

lepas dari satu minggu itu aku terus memantau perkembangan dan juga pemulihan lukamu lewat bantuan teman-temanmu dan ternyata kehadiranku membawa pengaruh positif untukmu

aku juga masih ingat, betapa khawatirnya kedua orang tua kita terutama ibu kita yang selalu melarang kita untuk berhubungan dekat, tapi untung saja, aku berhasil membujuk ibuku untuk membantuku mengirimkanmu hadiah

aku juga masih ingat jelas ekspresimu saat hadiah itu tiba di rumahmu dan ketika aku menelponmu dari Singapura ke Indonesia langsung dari handphoneku walaupun waktu itu pulsaku langsung habis

kamu bilang, “halo ini siapa? oh kamu! kamu ngapain nelpon ke Indo sih? kan mahal, aduh….. tapi aku seneng banget bisa nelpon  lagi pake hp. seneng banget.”

dan aku bilang, “ya habis udah 3 hari gak nelpon dan aku udah 3 hari sakit kepala, gak bisa tidur.”

terus kamu bilang, “sama aku juga nih, udah 3 hari sakit kepala dan gak bisa tidur. oh kamu kangen ya sama aku? ”

dan aku hanya bilang, “memangnya kamu kangen sama aku?” dan kamu bilang, “kalau iya gimana? tapi aku waktu itu aku pikir kamu sedang bercanda… dan aku pun percaya dengan apa yang kamu bilang waktu itu

sejak kejadian itu, kamu melarangku beli pulsa interlokal supaya aku bisa telepon lebih lama.. kamu bilang, “sekali isi ulang $18? ah mahal banget, udah gak usah.. memang kamu pikir $18 dolar itu nemu di jalan?”

andai chemistry seperti itu bisa terulang lagi untuk satu kali saja, tapi apakah itu masih ada di keadaan yang berbeda ini? aku tidak tau masih ada atau tidak

bisakah dalam satu hari yang aku pinjam itu, kita mengulang semua kejadian indah itu? dirangkum dalam hitungan 86.400 detik?

aku ingin sembuh dan bisa mengakhiri luka ini dengan tertawa, tersenyum dan menangis bahagia karena aku diberi kesempatan untuk mengulang kisah itu lagi di masa sekarang ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s