Tuhan itu Dekat


Ratapan 3:57

“Engkau dekat tatkala aku memanggilMu, Engkau berfirman: Jangan takut!”

Tuhan, aku tau Engkau sangat dekat, sedekat sinar matahari yang bersinar dari pagi hari dan sepekat malam hari yang melingkupiku di dalam selimut

tanganMu bagaikan galah paling panjang di dunia, kasihMu itu sebesar langit dan sedalam lautan, tak terhingga berapa besar kasihMu itu Tuhan sebab memang tak ternilai harganya namun itu sangatlah berarti untuk siapapun yang mengenal diriMu

Engkau tidak pernah sejauh angin yang berhembus dari barat ke timur atau dari utara ke selatan karena tapak kakiMu itu sangatlah dekat dengan tapak kakiku di atas pasir

telingaMu tak pernah jauh dari suara teriakanku, sebab telingaMu itu ibarat kaca dalam sebuah goa besar, yang penuh dengan batu sehingga satu kata bias bergema di dalamnya

di dalam kaca, aku berteriak, meminta sesuatu, namun tak seorang pun yang mengerti dan mendengarnya karena aku membungkam mulutku dengan kain tebal

Tuhan, di dalam kegelapan yang paling gelap aku buta dan tak melihat apa-apa selain hitam yang mengelilingiku… tapi aku selalu menunggu ditempat yang sama dan di lubang yang sama, berharap aku mendengar suaraMu sehingga aku tidak berhenti ditempat yang gelap itu

saat aku berdiri dalam kegelapan, aku tau Engkau tepat disampingku dan didepanku untuk menunjukkanku arah terbaik yang bisa aku lewati….

saat aku berkata dengan mudah, “Aku takut, Tuhan…” aku tak tau apa yang sedang aku bicarakan dan mengapa aku bisa dengan mudah mengatakan kalimat sederhana itu

tapi aku jadi tau kalau ketakutan itu hanyalah emosi negatif yang bisa jadi mimpi buruk atau mungkin menjadi kenyataan terburuk disepanjang sejarah

bahkan takut itu tidak akan mengubah apa-apa dalam hidupku

cukup tau bagiku jika Engkau selalu ada disini bersamaku, memberiku arah yang benar, menjauhkanku dari yang salah dan buruk, menyelamatkanku dari kehancuran dan sakit hati

Engkaulah pohn kehidupanku, yang tumbuh subur menghijau saat musim semi, yang gugur saat musim gugur dan musim dingin, namun saat musim semi datang, Engkau tumbuh kembali menghiasi hatiku yang mulai rusak

Engkau tentramkan hatiku dengan satu klalimat dan dua kata yang membuatku tau kalau aku ini masih berharga dimataMu

sejauh apapun pantulan suaraku, Engkau selalu bisa menangkap suaraku dengan mata hatiMu yang selalu tersedia di hatiku yang redup

keajaibanMu telah membuka mataku untuk terus bersyukur dan berjuang untuk hidup yang telah Kau titipkan untukku

tatkala aku berbisik menyebutkan namaMu, Engkau senantiasa mendengar dan menjawab aku sebab Engkau adalah Tuhan yang ajaib dan luar biasa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s