Kegelapan Hati VS Kemuliaan Kristus


2 Korintus 4:6

“Sebab Allah yang telah berfirman: “Dari dalam gelap akan terbit terang! “, Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita,  supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus.”

di dalam kegelapan, pasti ada seberkas sinar yang menerobos sehingga kita tau ternyata harapan itu ada, selalu ada untuk orang-orang yang tekun dalam mencarinya

Yesus datang dan masuk ke hati kita untuk menetramkan badai kehidupan yang kita alami… biarlah Yesus menjadi tamu dan pemilik hatimu yan redup itu karena kita tidak pernahlah kekurangan kasihNya yang terus berlimpah

Kristus adalah keselamatan, sumber semangat yang tak pernah padam, di dalam Kristus ada harapan yang dinanti, ada jawaban yang dicari karena Kristus ada kemuliaan abadi

lewat wajah Kristus, ada sinar harapan karena harapan itu datangnya dari Kristus yang bersinar dihati kita

walaupun kita kadang tak mengerti rencanaNya kita haruslah tetap percaya bahwa arti dari semua itu akan terlihat sebab Kristus tidak pernah membohongi siapapun

habis gelap terbitlah terang, sama seperti habis malam yang gelap dan kelam, datanglah matahari di pagi hari

setelah cuaca yang mendung dan hujan yang besar, datanglah matahari dan pelangi harapan menghiasi langit, itulah ibarat janji Kristus yang tidak pernah teringkari

untuk apa kita bertanya “KAPAN” kalau kita percaya itu pasti akan datang? bukankah waktuNya itu lebih indah dan lebih tepat dari pada kita sendiri yang merencanakan?

Tuhan Yesus akan selalu menyinari kita dengan wajahNya, memantau dengan sepasang mataNya yang jeli, menyentuh denga tanganNya yang penuh kehangatan

jangan pernah berharap Ia akan berhenti lalu bosan dengan kita yang selalu berulah dan bermain-main dengan dosa, karena Ia tidak pernah meninggalkan kita sendiri dalam menjalani hidup ini

Tuhan Yesus tidak berjanji akan mempermudah tujuan hidup kita, tapi yang Ia janjikan adalah KEKUATAN dan PETUNJUK sehingga kita pun tau dan menyadari kalau sebenarnya Ia selalu mengikuti kemanapun kita pergi

jika kita benar-benar mengenal siapa Tuhan kita, tidak ada keraguan untuk membiarkanNya masuk dan memerintah hati kita untuk terus berbuat sesuatu yang baik dan berguna bagi orang lain

entah siapapun orangnya, mau jelek atau tampan, kaya atau miskin Tuhan yang telah memiliih agar karyaNya bisa diteruskan ke orang lain yang memerlukan bantuan kita

biarlah seluruh dunia dan isinya penuh dengan kemuliaan Kristus, biarlah damai Kristus dan wajahNya menyinari satu dunia agar semakin banyak orang yang merasakan kehadiran Kristus yang abadi dan nyata

jangan biarkan kegelapan itu menelan habis raga kita, sinarilah dan siramilah hati yang gelap itu dengan firman Allah dan doa yang penuh harap

dengan doa, kita dapat berkomunikasi dengan Dia yang penuh kasih, dengan firman Allah, kita dapat mengenal siapa Kristus Tuhan yang sebenarnya, itu pun jika kita mau mengerti dan membuka hati serta menerimaNya sebagai Raja di hati kita

banyak orang Kristiani yang tidak mengerti ajaran Alkitab dan alasan mereka bermacam-macam, salah satunya, “Alkitab itu sudah diartikan ke berbagai bahasa dan yang pasti itu adalah buatan manusia. Kalau sudah begitu pasti ada yang diubah-ubah dan tidak sama lagi dengan yang asli. Ditambah lagi ajaran apapun yang ada di dalam Alkitab itu selalu kontradiksi dengan kehidupan nyata. Contohnya, Yesus mengajarkan untuk selalu mengasihi dan memaafkan, tapi masih ada tuh banyak orang yang jahat dan dendam.”

ungkapan seperti itu memang tidak bisa disalahkan karena itu adalah kenyataan bukan omong kosong, bahkan jumlah orang yang benar-benar mengikuti ajaran Alkitab hanya ada dalam hitungan jari

dan semua itu bisa saja terjadi karena ia menutup pintu hatinya untuk mau menerima dan memahami apa yang sudah Yesus ajarkan selama ini.. biasanya orang yang menutup diri terhadap Kristus adalah orang yang selalu menyamakan ajaran itu dengan nalar manusia atau logika manusia yang dipastikan berbeda 180 derajat, ditambah lagi manusia cenderung lebih mengikuti logika mereka disbanding mengikuti ajaran Yesus itu sendiri

mungkin mereka yang hidupnya seperti itu merasa sudah bahagia tanpa harus mengerti dan mencari kebenaran tentang ajaran Yesus namun sampai kapankah mereka akan bertahan di kehidupan yang hampa?

siapapun bisa dengan mudah berkata, “Aku percaya Tuhan Yesus Kristus yang rela wafat di kayu salib untuk menebus dosa-dosa manusia, Ia adalah anak Domba Allah yang terpilih untuk menunjukkan bahwa Bapa itu hidup.”

tetapi apakah mereka sudah cukup peka saat Tuhan mengetuk pintu hati mereka? sedekat apakah mereka dengan Tuhan yang selalu memberinya petunjuk untuk selalu kembali melihatNya?

sudahkah kita mencari wajah Allah yang selalu mengikuti kita dan selalu menantikan kita untuk kembali melihatNya dan berkata, “Aku merasa beruntung memiliki Engkau Yesus dan aku bersyukur bisa mengenal pribadiMu yang luar biasa. Terima kasih Yesus untuk hidup yang Kau berikan padaku karena tanpa Engkau, hidupku akan sia-sia dan tak berarti.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s