Hanya Ingin


Tuhan, apakah karma itu benar-benar ada? atau itu hanya sebuah jebakan agar semua orang bisa berbuat baik? apakah karma itu segaris dengan kutukan dan hukuman?

kalau jika karma itu ada, bolehkah aku meminta agar karma itu tidak Kau berikan kepada orang yang telah menyakitiku? aku tau sampai kapanpun dia tidak akan menyadari kesalahan yang sudah ia perbuat kepadaku…

aku lelah dan merasa tidak enak kalau harus menyalahkannya terus, memojokkannya setiap hari, seolah aku paling benar

seharusnya aku mengerti dan bisa menerima keadaan ini karena inilah yang terbaik, yang bisa aku dapatkan dari apa yag telah aku lakukan untuknya

seharusnya aku juga ikhlas dia melupakan semuanya, karena aku pantas dilupakan.. tidak akan ada orang yang mau mengingat-ingat siapa aku hingga aku mati nanti

karena aku bukan orang yang berjasa menyelamatkan dunia atau nyawa seseorang…

Tuhan, aku hanya punya satu permintaan dan yang pasti Kau sudah tau itu sebelum aku menuliskannya…. dari dulu sejak luka itu tertanam sampai detik ini, permintaanku tidaklah berubah

aku hanya ingin, Kau menjaganya dari setan-setan kecil yang berusaha merusak hidupnya, hanya Kau yang dia punya Tuhan

aku tak berani melangkah mendekat lagi karena dia sudah mengusir aku dari hidupnya dengan cara melupakan semua yang pernah aku berikan

tak berarti aku pamrih dengan apa yang aku berikan, aku hanya ingin dia mengingatnya sampai kapanpun, dia boleh melupakanku dan mengusirku lebih jauh lagi, aku ikhlas… tapi jangan biarkan dia lupa dengan bibit-bibit kasih yang telah aku tanam bersamaMu itu sirna dan mati sebelum bibit itu berbuah dan berkembang menjadi bunga yang cantik

Tuhan, aku tidak bisa lagi mendekat kepadanya, dia sudah pergi jauh, sangat jauh dari depanku dan aku sadar, perjuanganku telah disia-siakan.. aku pun sadar diri kalau aku harus berani melupakan semua yang pahit tentangnya, mengubur semua yang manis tentangnya

biarlah kasihMu menyelamatkannya dari kesedihan, biarlah terangMu menjadi pelita bagi kakinya dalam kegelapan dan izinkan aku mengirimkannya doa dan harapan yang tak pernah putus karena aku tidak bisa bertindak apa-apa lagi sekarang

aku kembalikan dia kepadaMu, karena aku percaya hanya Kau yang mengenal pribadinya yang keras itu… sudah cukup tau aku bahwa dia keras karena sesuatu yang tak boleh aku tau hingga sekarang ini

terima kasih pernah hadirkan dia di hidupku hingga aku merasa lengkap dan tak merasa sendirian lagi… meski semuanya telah menjadi kenangan, aku yang telah putus harapan, hanya bisa berdoa yang terbaik selama masih ada kesempatan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s