Pribadi yang Baik


Kolose 3:12-15

“Kamu umat Allah. Allah mengasihi kamu dan memilih kamu supaya menjadi milik-Nya sendiri. Oleh itu, kamu harus berbelas kasihan, baik hati, rendah hati, lemah lembut, dan bersabar. Hendaklah kamu saling bersabar dan saling mengampuni apabila ada yang menaruh dendam terhadap orang lain. Kamu harus saling mengampuni sebagaimana Tuhan sudah mengampuni kamu. Di samping melakukan semua itu, kamu harus saling mengasihi, karena kasih menyatupadukan kamu dengan sempurna. Hendaklah kedamaian yang diberikan oleh Kristus menolong kamu membuat keputusan tentang apa yang harus dilakukan, karena Allah telah memanggil kamu supaya menjadi anggota satu tubuh, sehingga kamu dapat mengalami kedamaian itu. Bersyukurlah!”

dalam suratnya kepada umat di Kolose, Paulus berpesan agar kita tidak lupa dengan SABAR, LEMAH LEMBUT, BAIK HATI, RENDAH HATI, MENGAMPUNI dan MENGASIHI siapapun yang ada di sekitar kita

tak peduli siapapun dia, mau yang baik, yang peduli akan hidup kita atau yang membenci kehadiran kita… semua orang yang kita kenal ataupun yang tidak kita kenal, sangat memerlukan kasih Tuhan

Paulus hanya ingin memperingatkan kita untuk tidak pandang buluh kepada siapa yang kita tolong, karena kita adalah hamba yang telah dipilih Tuhan untuk melayani sesama

lewat kasih yang kita tawarkan, kita bisa mengubah kehidupan seseorang yang tadinya buruk menjadi baik.. karena di dalam kasih Tuhan ada keajaiban yang bisa kita rasakan dan bisa kita sebarkan kepada orang lain

jangan biarkan dendam dan sakit hati merusak kehidupan yang damai menjadi kehidupan yang suram dan tak berarti

kadang aku berpikir, buat apa kita menyimpan dendam dan sakit hati lama-lama? apakah itu bisa membawa kita kepada kekayaan dan kesejahteraan abadi? atau mungkin itu bisa memberi kita inspirasi untuk kelanjutan hidup?

tapi aku juga tidak pernah bilang kalau mengampuni dan mengasihi orang yang telah menyakiti kita itu mudah dan menyenangkan karena untuk melepaskan pengampunan itu perlu waktu tersendiri dan hanya kita yang tau kapan pengamunan itu akan kita berikan

namun percayakah kita bahwa sekali melepaskan pengampunan, akan ada kelegaan tersendiri dalam batin yang tadinya terluka parah menjadi penuh sukacita dan penuh damai Kristus?

jika kita tak mampu melakukan itu semua, menurutku itu adalah hal yang wajar dan manusiawi, hanya Tuhan yang mampukan diri kita untuk melakukan hal itu

aku juga sering mengalami dilema yang kadang membuatku merasa galau dan bingung.. aku tidak mengerti bagaimana cara aku untuk menghadapi orang-orang yang menurutku aneh dan jahat… bahkan aku sendiripun kesulitan mengontrol emosiku saat kesedihan itu menguasai diriku

seolah-olah aku juga ingin bisa melukai dia yang telah melukaiku, tapi aku selalu merasa kalau aku tidak tega melakukan hal konyol seperti itu… walaupun kadang kejahatan tak selamanya buruk dan merugikan

bisa saja kan kalau kejahatan yang aku lakukan itu berguna bagi orang lain?

namun setiap kali aku ingin seperti itu, aku diberitau oleh Tuhan bahwa yang melakukan hal itu bukanlah aku yang sekarang, tapi itu adalah pribadiku yang termakan oleh nafsuku sendiri

Tuhan selalu mengajarkan aku untuk selalu ikhlas terhadap apapun yang terjadi, dari hal yang tidak aku inginkan sampai hal yang aku inginkan

menjadi orang yang SABAR, TAAT DALAM FIRMAN ALLAH, BERANI DALAM TUHAN, BAIK, TULUS, dan SELALU MENGAMPUNI serta MENGASIHI itu adalah sebuah PILIHAN DALAM HIDUP

menjadi seperti apa kita nantinya, atau jadi seperti apa kita sekarang ini, itu adalah pilihan kita… jika kita adalah HAMBA TUHAN, kita pasti mengerti mengapa Tuhan selalu menuntut kita agar saling mengasihi dengan yang satu dengan yang lain

aku juga yakin kalau sejahat-jahatnya orang, pasti dia punya hati untuk mengasihani orang lain.. walaupun itu tidak secara langsung, setidaknya Tuhan berusaha untuk mencairkan hatinya yang beku

jika kita manusia biasa tidak mampu mengubah hati yang keras menjadi hati yang lemah lembut, serahkanlah hati itu kepada Tuhan, biarlah tangan dan kasih Tuhan menjamahnya dan mengubah pribadinya menjadi yang baru

dekatkan dirinya kepada sosok Tuhan yang ajaib karena Paulus telah menulis bahwa kita semua adalah pilihan Tuhan yang telah diberi tugas tertentu….

tidak ada yang bisa menyangkal atau menolak kenyataan kalau kita adalah milikNya sekarang dan selama-lamanya..

Yesus pernah berkata, “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Aku yang telah memilih kamu.”

siapapun dan apapun tugas yang diberikan, percayalah bahwa Tuhan tidak akan membiarkan kita menjalaninya sendiri.. izinkan Tuhan turun tangan dalam setiap pekerjaan kita, sebab Dia tidak pernah berhenti mengawasi kita…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s