Satu Kesempatan


apa yang aku ingat tentangmu itu adalah hadiah memori yang kamu berikan kepadaku disetiap pergerakan detik kehidupanku

kamu jadikan aku lentera kehidupanmu, memberiku suatu tanda kalau ini berguna dan dibutuhkan

jarak kita memang jauh, tak hanya tempat tapi juga waktu yang kadang bergerak terlalu cepat

kecepatan waktu itu mampu mengalahkan segalanya

apa yang aku lihat sekarang adalah kenyataan yang boleh aku alami

aku bersyukur diberikan cinta yang tulus walaupun aku juga bertanya-tanya, apakah aku benar-benar layak menerima cinta seputih itu?

aku juga terbuat dari debu dan nafas Tuhan, kita terbentuk dengan cara yang sama dan kitapun sama-sama terlahir dari Rahim seorang ibu

tapi mengapa dunia melihat kalau kita ini berbeda, bahkan jauh berbeda, katanya

dan aku bertanya, dimana letak perbedaan itu selain jenis kelamin? katanya, agama kalian berbeda, aku hidup berkecukupan tapi dia tidak, atau aku cantik, dia jelek dan buruk rupa….

tapi boleh aku bertanya, sepenting itukah semua perbandingan itu? untuk apa dijawab jika semua itu tidak bernilai untuk aku

aku manusia biasa yang tak luput dari kesalahan, yang kelihatan sempurna itu terkadang hanya dongeng karena aku bisa saja menutupi kebenaran

sepandai-pandainya tupai melompat, pasti akan jatuh juga kan? kadang aku merasa bosan jika aku dianggap “si putih” padahal aku tidak seputih itu

namanya juga jalur kehidupan, masih banyak hal yang aku sembunyikan, rintangan demi rintangan aku hadapi demi satu tujuan hidup yang pasti

jalur kehidupan memanglah tidak pernah mulus, pasti ada lubang disana sini yang harus ditutupi

aku bangga menjadi diriku sendiri, memakai tenagaku untuk menjadi penerang jalan pulang seseorang…. walaupun tak semudah yang kelihatannya, aku tetap ingin terus berjalan dijalan yang seharusnya

kejatuhan sesuatu atau terselip tak sengaja telah memberiku isyarat kalau aku masih punya kesempatan untuk memperbaiki sesuatu

sesuatu yang pernah rusak, kini sedang dibangun bersama, entah bagaimana dan sejak kapan itu terjadi aku jadi sadar kalau aku mendapatkan sesuatu yang berharga

dulu itu pernah terlepas dariku dan pergi meninggalkan sejuta cerita yang berbeda…. dan yang dibangun kembali itu penuh perjuangan dan tak ada kata menyerah

karena dia adalah salah satu hartaku yang harus aku perjuangkan dan aku pertahankan

aku juga tak punya modal uang yang banyak untuk membeli waktu, tapi aku punya hati untuk terus bersabar dan berharap agar suatu hari bunga cintaku bisa segera mekar dimusim semi nanti

aku percaya keajaiban Tuhan itu ada dan akan selalu terlihat didalam mata yang terpejam… sekalipun aku harus mengambil pilihan yang salah, aku masih punya segudang harapan dan syukur yang masih bisa aku tanam kembali

mungkin rencanaku ini sederhana dan sedikit rumit, rumit membangun rumah dengan pondasi yang kuat, namun kalau aku berpegang pada iman dan janji kekal itu, suatu hari yang pergi itu akan kembali jika memang itu adalah milikku

dari yang masih diingat sampai yang terlupakan itu adalah satu kesempatan dimana aku boleh bertemu denganmu dan mengenal pribadimu

pribadimu bukanlah pribadiku tapi aku tau isi hatimu karena aku bisa membacamu dari jauh dan yang aku baca itu adalah kunci dari pertanyaanku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s