Rebut Kembali


saat kamu bilang “LEBAY“, aku mengerti kenapa kata-kata itu bisa keluar dari mulutmu

kamu benar, sangat benar… aku ini lebay saat harus menginterprestasikan apa yang aku rasakan untuk sekian lama

mencampurkan perasaan dan kenyataan yang sudah ada didepan mata

mungkin aku saja yang terlalu terbawa suasana dan tidak bisa menerima kenyataan yang sebenarnya tidak ingin aku miliki

namun entah mengapa saat ini aku mulai mengerti sedikit demi sedikit bahwa kamu tidak akan pernah mengerti apa yang aku alami selama beberapa bulan terakhir ini

dari awal perjalananku hingga hari ini, aku harus bisa menetralkan semuanya agar kecewa itu tidak lagi menghampiriku

aku tau, kamu tidak akan pernah mengerti keadaanku yang suram waktu itu karena kamu memang tidak pernah ingin tau apa-apa

dari awal perkenalan, kita memang sudah berbeda walaupun ada kesamaan diantara kita, namun yang sama itu tidak berarti lagi untuk diingat ataupun dikenang karena sudah tidak ada lagi yang bisa aku ingat

andai aku bisa melupakan secepat pergerakan angin badai di malam hari, andai aku bisa membungkusmu dalam sebuah daun pandan lalu melayarkanmu ke pelabuhan yang jauh

waktu akan terus bergulir dan pelayananku atasmu tidak akan pernah berhenti hanya karena sikapmu yang dingin dan tak peduli

justru karena itu aku jadi mengerti seperti apa dirimu selama aku telah tiada di beberapa bulan terakhir ini…

sinar gelap kini menghampirimu, kan? kemana lentera yang dulu aku berikan padamu? dimana letak pondasi awalmu yang sempat aku bangun untukmu? apakah semuanya sudah kamu makan hidup-hidup?

kamu bersembunyi, aku menemukan jejak kakimu… aku baca surat rahasia dalam raut wajahmu, saat kamu berlari dan diam, aku tau pergumulan batinmu walaupun aku tidak pernah mendengar suaramu lagi

janji yang dulu terucapkan memang sudah menjadi ampas kehidupan masa laluku yang indah… kini aku harus siap sedia menyambut masa depanku dengan orang yang berbeda

orang yang sudah lama menunggu diantrian, duduk disana dengan menggenggam setangkai bunga harapan baru dan orang itu sudah ada sebelum kamu menjadi es batu yang kaku

orang itu ibarat pelangi sehabis hujan… penyiram kebun bungaku yang layu dan mati..

aku jadi teringat akan janji Tuhan yang abadi dan selalu tepat waktu, setelah melewati badai yang cukup parah, dan setelah aku terluka sangat parah, Dia memberiku kesempatan baru untuk tersenyum dan bersyukur

bersama orang-orang disekelilingku, entah yang baru atau yang lama, aku menemukan kesembuhan yang selama ini aku tunggu-tunggu

dengan berusaha terus mengisi bahan bakar dan menambah stok kesabaran, aku bertahan dengan orang-orang yang sama dan berbeda… dengan orang-orang unik itulah, aku dilatih, diasah dan dibentuk menjadi lebih kuat serta lebih terang dari sebelumnya

sebab kekuatanku yang dulu kamu rampas itu telah aku rebut kembali agar aku bisa melanjutkan kehidupanku yang sempat terhenti

sesuatu yang telah lewat akan terlupakan seketika atau mungkin selamanya, saat aku tau dan sadar bahwa orang yang aku temukan sekarang adalah orang yang berbeda, tak ada gunanya bersungut-sungut meminta kembali, karena waktu saja bergerak maju, bukannya mundur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s