Harapan yang Pupus


Tuhan, saat yang aku harapkan tidak terjadi, aku berusaha untuk mencernanya dan memahaminya serta terus bersyukur tanpa henti karena aku tau penderitaanku ini hanyalah sepenggal luka yang tergantung diatas pohon

keadaanku yang agak menurun membuatku berpikir dan merasa kesembuhan itu mundur selangkah dari hadapanku

tapi aku tidak mau menyerah dan meratapi nasib yang buruk

aku tetap bersyukur diberi kehidupan yang lengkap hingga hari ini, aku masih bisa menikmati angin pagi dan sinar matahari bahkan aku masih bisa bernafas dan bergerak

Tuhan ketika aku tidak memahami rencanaMu, aku mencoba untuk berpikir tenang dan terus percaya kepadaMu kalau semua yang terjadi ini adalah yang terbaik

aku tidak minta agar yang buruk pergi meninggalkanku, tapi aku hanya ingin tegar melewati semua beban ini.. meski kadang aku tak kuat menanggung semua ketakutanku yang selalu muncul dalam kegelapan

Tuhan, jika dengan menurunkan keadaanku itu bisa melatihku untuk tetap berpegang teguh padaMu dan memperkuat pondasiku aku akan tegar di dalamnya

karena aku tidak pernah sendiri menjalani apa yang sedang aku alami dan dari setiap ujian yang Kau berikan, Kau selalu memberiku arah yang terbaik

berjalan melewati jurang dan lubang dosa, menyemberangi papan kayu salib yang terlentang luas ke segala arah membuatku untuk selalu memilih dan menentukan

kadang pilihan itu menjebakku agar aku selalu bersyukur dan belajar menikmati serta mencintai diriku sendiri

aku belajar untuk mencintai penderitaanku dan juga penyakitku yang telah mengambil semua keinginanku… aku mengajaknya bercanda dan bermain dalam suka dan duka

aku memintanya untuk menjauh dan menyiksaku lebih parah dari ini karena tidak ada yang mustahil bagiMu

Tuhan, jika Engkau mau, Engkau bisa mentahirkan aku…..

jika tidak hari ini, mungkin besok, minggu depan, bulan depan, tahun depan atau mungkin puluhan tahun yang akan datang

Tuhan, lewat penderitaan yang sedehana ini, aku jadi berada di dua kubu yang berbeda.. dikubu pertama aku berusaha untuk menguatkan iman dan batinku agar aku bisa terus bertahan hidup

dikubu yang kedua, aku berusaha menutupi semua kesedihan, ketakutan dan kegelisahan dengan tertawa dan bercanda walaupun itu semua hanya topeng palsu

lebih baik aku sembunyikan semua yang negatif agar semangat hidupku terus menyala dan membakarku hingga habis tak tersisa

walaupun harapanku pupus perlahan, aku tetap bersyukur bisa mewujudkan sedikit harapanku yang masih bertahan hingga sekarang

ajari aku Tuhan untuk selalu melihat sinar terang dalam kegelapan, sinar matahari dimalam hari, melihat pelangi dalam badai dan derasnya hujan

karena aku selalu percaya keajaibanMu itu akan terjadi disewaktu-waktu yang tidak aku duga… jika harapanku itu telah habis dan berakhir, aku selalu punya stok harapan yang lain dengan bersabar, berdoa, dan selalu berusaha untuk optimis

biarlah kekuranganku itu menjadi bintang yang paling terang dan sumber kekuatanku untuk bertahan hidup

karena didalam kelemahanku itu ada Engkau yang bersedia menopang jalannya hidupku..

terima kasih Tuhan untuk semua yang terjadi dalam hidupku, mulai dari hal yang aku harapkan dan hal yang tidak aku harapkan karena dari itulah aku mengerti bagaimana untuk mencintai diriku dan hidupku yang penuh dengan warna-warni pelangi dan sejuta rasa yang tidak bisa diungkapkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s