Ajal yang Menjemput


Sebelum meninggal dunia, di tempat tidurnya, Raja Alexander Agung mengumpulkan para jenderalnya dan menyampaikan 3 harapannya:

1. Dokter terbaik harus membawa peti matinya.

2. Semua harta kekayaannya yang dia kumpulkan selama hidupnya (uang, emas dan batu permata) harus disebar di sepanjang jalan prosesi pemakaman menuju kuburannya, dan

3. Tangannya harus dibiarkan tergantung di luar peti mati agar semua orang dapat melihat.

Salah seorang jenderalnya yang terkejut dengan permintaan yang tidak biasa itu meminta Alexander untuk menjelaskan permintaannya tersebut.

Berikut adalah penjelasan dari Alexander Agung:

1. Saya ingin dokter terbaikyang membawa peti mati saya untuk menunjukkan bahwa saat dijemput ajal, bahkan dokter terbaik di dunia sekalipun tidak memiliki kemampuan untuk menyembuhkan.

2. Saya ingin jalan menuju pemakaman ditaburi dengan semua harta kekayaan saya agar setiap orang bisa melihat bahwa semua kemakmuran material yang diperoleh di Bumi akan tetap tinggal di bumi..

3. Saya ingin tangan saya terayun di luar peti mati agar orng-orang mengerti bahwa kita datang ke bumi dengan tangan kosong dan meninggalkan bumi juga dengan tangan kosong.

cerita sederhana diatas adalah sebuah gambaran sederhana mengenai kehidupan duniawi dan ajal yang sudah mau menjemput maut

dokter juga seorang manusia yang memiliki keterbatasan bahkan seorang dokter bisa saja jatuh sakit… karena dokter sudah mutlak bahwa ia bukan Tuhan yang bisa menyembuhkan..

sehebat apapun seorang dokter, ia tidak bisa membatalkan suatu tanggal kematian seseorang dan ia pun tidak biisa menentukan panjang atau pendeknya usia seseorang

ajal yang datang menjemput memang menakutkan dan menyedihkan khusus orang-orang yang berada di sekitar kita

tapi aku percaya, kematian itu sudah Tuhan tentukan dan rencanakan sekalipun cara kematiannya itu tidak masuk diakal

kalau ada yang bilang, “dia mati karena sakit.” memang benar dia mati karena sakit, tapi apakah sakit itu adalah hal yang kita inginkan? siapa yang ingin sakit dan cepat mati?

bahkan menurutku, sakit itu memang menyakitkan dan menyiksa, tapi kadang itu adalah sebuah anugerah yang Tuhan berikan agar kita selalu ingat kepadaNya dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta

cerita ini juga memperingatkan kita bahwa harta tidak akan kita bawa mati semuanya akan ditinggal di bumi dan menjadi kenangan bagi orang yang mengenal kita…

sekaya apapun harta kita, semuanya tidak akan membuat kita tenang di akhirat nanti.. Tuhan pun tidak menanyakan berapa jumlah hartamu, Tuhan tiidak menanyakan dimana dan bagaimana caramu mengumpulkan hartamu?

kita lahir di dunia dengan tanpa sehelai kain pun tapi kita berlumuran darah harapan yang Tuhan teteskan agar kita bisa menjaga tubuh yang  telah Tuhan berikan

dan ketika kita meninggal pun, kita tidak membawa apa-apa untuk Tuhan nikmati.. kita kembali kepadaNya dengan membawa seribu pundi-pundi amal kebaikan yang kita punya selama berada di dunia

selama masih ada hari esok, berarti Tuhan memberi kita 1 hari lagi untuk memperbaiki hidup kita dan juga bertobat atas namaNya yang kudus…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s