Masalah


Tuhan banyak hal yang terjadi disepanjang awal tahun ini

aku belajar hal yang baru setiap hari agar aku tidak lupa untuk bersyukur

mensyukuri nikmat dan berkat kehidupan yang aku dapat, sekalipun itu bukanlah sesuatu yang aku inginkan

namun aku percaya, segala sesuatu yang buruk akan berubah menjadi indah dan bermakna apabila aku ingat akan kuasaMu yang tidak terbatas

Kau telah memberiku arti kehidupan yang selama ini mungkin hanya seperti tiupan angin sepoi-sepoi dipinggir pantai

lewat masalah yang terus menekan pernafasanku dan batinku, aku merasa buta arah, aku tidak tau dimana aku sekarang, apakah aku sudah berjalan jauh mendekati pintu maut?

apakah aku masih bisa melompat dan menyembrangi lautan dengan memejamkan mata?

apakah aku masih sanggup mendengar desiran angin yang sebenarnya terletak dekat dengan telingaku?

Tuhan, aku diciptakan dari debu dan hembusan nafasMu yang kudus, dengan segala kelebihan dan kekurangan Kau memberiku kesempatan untuk berguna bagi orang lain

apa yang bahagia dari diriku, belum tentu dilihat orang lain dan belum tentu juga mereka mengerti perasaanku yang berubah-ubah

aku tidak menyesal dengan segala kekurangan, dan kerapuhan ini sebab dengan kelemahan itulah kasihMu bermegah atasku

apapun yang aku dapat hari ini atau di hari-hari sebelumnya, semuanya adalah anugerah yang tidak akan aku tukarkan dengan apapun, termasuk luka batin yang masih membayangiku setiap hari

luka batin itu tidak pernah padam namun aku berharap dapat membunuhnya dengan kasihMu

kasihMu dan teladan hidupMu telah memberiku inspirasi kalau hidupku ini sangat berharga

serendah dan selemah apapun aku, aku bisa melihat setitik harapan yang Kau tawarkan disetiap pergumulan batinku

aku mendekat kepadaMu bukan karena aku dalam keadaan terjepit, tapi karena aku sadar bahwa aku sangat merindukanMu, merindukan kehadiranMu yang mencairkan suasana dan menghangatkan jiwaku yang kedinginan

aku haus akan kasihMu Tuhan… aku lapar akan sentuhanMu sebab itulah yang dapat melegakan batinku yang bergelora dalam perang maut

waktu yang terus bergerak telah membungkuskanku suatu kado istimewa tentang “akhir kehidupanku”

memberiku isyarat bahwa aku tidak boleh melawan waktu, namun aku harus menikmati waktu, melewati masa ke masa demi satu tujuan hidup

penderitaan, masalah, beban hidup dan perjuangan tanpa henti telah mewarnai lukisan hidupku yang tadinya kosong dan polos, kini terlihat lebih indah dan bermakna

tanpa Tuhan Yesus, aku tidak mengenal siapa aku sebenarnya, mengapa aku ada disini, di dunia ini dan darimana aku datang?

Tuhan Yesus adalah pahlawanku yang telah mengubah hidupku yang tadinya hitam-putih menjadi penuh warna dan disetiap warna yang Ia goreskan adalah harapan yang masih boleh aku dapatkan dan aku rasakan di setiap perjuanganku

walaupun hidup di dunia itu tidak enak, namun aku bersyukur masih bisa melihat keindahan ciptaanNya yang luar biasa

aku belajar tentang kesetiaan, kejujuran dan cinta sejati

tanpa itu semua hidupku mungkinlah hanya seperti masakan tanpa bumbu

seberat apapun masalah yang aku hadapi hari ini atau besok, aku bersyukur dan belajar untuk bersahabat dengan masalah karena aku sadar dengan sangat, bahwa masalah itu ada, karena Tuhan mencintai hidupku

Tuhan ingin aku maju, berubah dan berbuah… tanpa kesadaran itu, mungkin aku tidak akan seperti ini, atau mungkin tidak ada  di dunia ini

masalah bukanlah akhir dari segala-galanya, tetapi masalah adalah bukti nyata yang tidak bisa memungkiri bahwa Tuhan sangat mencintai hidupku yang tidak luput dari dosa dan kesalahan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s