Doa / Pray / Quaeso


Doa Bapa Kami versi Katolik

Terjemahan misionaris di Tanjungpinang Riau serta di Melaka, disesuaikan ejaan umum:

BAPA kami: yang ada di-surga 
dimuliakanlah nama-Mu ;
datanglah: kerajaan-Mu;
jadilah kehendak-Mu diatas bumi: seperti di dalam surga,
berilah kami rezeki pada hari ini.
dan Ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni orang yang bersalah kepada kami ;
dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.
Amin.
[Doksologi: Sebab Tuhanlah Raja yang mulia dan berkuasa untuk selama-lamanya.]
OUR FATHER (ENGLISH)

Our Father,

Who art in Heaven,

hallowed be Thy name;

Thy Kingdom come,

Thy will be done on earth as it is in Heaven.

Give us this day our daily bread;

and forgive us our trespasses as we forgive those who trespass against us;

and lead us not into temptation,

but deliver us from evil.

[Doxology: For the Kingdom, the power and the glory are Yours, now and forever]
Amen.

PATER NOSTER (LATIN)

Pater noster, qui es in caelis:
sanctificetur Nomen Tuum;
adveniat Regnum Tuum;
fiat voluntas Tua,
sicut in caelo, et in terra.
Panem nostrum cotidianum da nobis hodie;
et dimitte nobis debita nostra,
sicut et nos dimittimus debitoribus nostris;
et ne nos inducas in tentationem;
sed libera nos a Malo.

[Doxologia: quia tuum est regnum, et potestas (atau potentia), et gloria, in saecula (atau per omnia saecula atau in saecula saeculorum]

Doa BAPA KAMI (OUR FATHER / PATER NOSTER) adalah DOA SEDERHANA namun memiliki MAKNA yang dalam dan doa ini diajarkan oleh Yesus sendiri ketika Petrus bertanya, bagaimana cara berdoa yang baik

dengan menyimak kata demi kata, kita jadi mengerti bagaimana urutan doa yang baik

waktu aku masih di sekolah dasar sampai sekolah menengah pertama, aku diajarkan oleh guru Agamaku bahwa kalau berdoa, biasakan memuji Tuhan terlebih dahulu

kemudian dilanjut dengan mengucap syukur dan terima kasih

setelah itu kita boleh sambung dengan mohon ampun dan permohonan doa serta diakhiri  dengan sebuah pengakuan iman

sebagai contoh,

“Tuhan Yesus yang maha besar dan penyayang, puji dan syukur aku panjatkan kepadaMu karena aku masih boleh hidup hingga sekarang ini. Terima kasih telah melindungiku dari maharabahaya yang berusaha mengejarku dan menikam kehidupanku. Terima kasih untuk semua anugerah dan berkat yang masih boleh aku terima hingga saat ini. Mohon ampun aku Tuhan yang baik atas segala kesalahan yang pernah aku lakukan dengn sengaja maupun yang tidak disengaja, sebab aku hanyalah manusia biasa yang tak luput dari dosa dan aku sadar serta mengakui bahwa kesempurnaan hanyalah milik Kau, ya Tuhanku. Tuhan Yesus, lindungilah keluargaku yang letaknya jauh dari mataku namun aku percaya bahwa sesungguhnya mereka sangat dekat denganku, lindungilah teman-temanku dan orang-orang yang aku sayangi. Kiranya masalah tidak membuat mereka putus asa dan melupakanMu, namun justru masalah itulah yang menguatkan mereka karena aku percaya di dalam Engkau, Yesus Kristus ada kekuatan yang dapat memberikan harapan saat semuanya tampak sia-sia. Sebab, Engkaulah Raja yang berkuasa untuk selama-lamanya. Amin.”

dalam doa Bapa Kami itu juga Yesus mengajarkan kita untuk memaafkan, melupakan dan mencintai siapa pun orang yang telah menyakiti kita dengan sangat

karena di dalam KitabNya, Yesus juga telah mengatakan bahwa, jika ingin dosa kita ingin diampuni, maka ampuni terlebih dahulu orang yang telah bersalah kepada kita maka Bapa yang di surga juga akan mengampuni dosa kita

mengampuni bukanlah hal yang mudah, namun bagaimana kita bisa bertahan dan berani mengucapkan kata “AKU SUDAH MEMAAFKANMU”

yang aku tau dan dari apa yang aku alami hingga hari ini, aku mampu memaafkan, melupakan dan mengikhlaskan karena aku percaya aku masih punya Tuhan Yesus dan Bunda Maria yang jauh lebih besar daripada kesalahan orang kepadaku

Tuhan Yesus telah memberiku kekuatan dan hati yang besar untuk melakukan itu dengan berani dan tanpa rasa takut atau bimbang

memaafkan pun dapat membawa kedamaian di hati kita…  seolah kasih Kristus dan Roh Kudus telah masuk dan bekerja dalam diri kita

aku mengizinkan tangan Tuhan Yesus, kasihNya dan juga perkataanNya yang mengatur jalannya hidupku walaupun aku harus jatuh-bangun dan tersakiti berulang kali

karena sakit itu pula aku menemukan wajah Kristus yang mendamaikan hatiku dan memberiku harapan bahwa masalahku tidak ada apa-apanya dengan kasih Kristus yang selalu hidup dalam hidupku

ketika Yesus memanggilku untuk melakukan sesuatu yang sulit atau sesuatu yang tidak ingin aku lakukan, aku merenung dan bertanya, mengapa aku yang harus melakukan itu? mengapa Kau memilihku, Tuhan?

namun, seiring berjalannya waktu, aku belajar untuk mengerti kehendak Tuhan, bahwa sebenarnya jalanNya itulah yang terbaik dan jalanNya itu juga yang mengajariku untuk tegar walaupun secara manusiawi aku telah hancur dan tak berharga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s