ADORASI


kalau kamu asli Katolik dan sangat mengimani Katolik, pastinya kata ADORASI tidak asing lagi ditelinga

pernahkah kamu ADORASI atau bahkan setiap hari?

dasar ADORASI berasal dari ayat Matius 26:40 yang berbunyi, “Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?

karena kalimat inilah yang menjadi tanda bahwa Katolik ingin melaksanakan pertanyaan Tuhan Yesus itu dengan membuat suatu ibadat yang disebut ADORASI (ADORATION)

tidak semua gereja Katolik memiliki ibadat ini, biasanya kalau sedang libur semester, aku ikut ibadat ADORASI secara pribadi di Gereja Katolik Santo Andreas, Komplek Green Garden J5/1, Jakarta Barat

Gereja Katolik Santo Andreas (tampak depan)

Gereja Katolik Santo Andreas

Bagian dalam (Altar)

Bagian dalam (Altar)

Bagian dalam (tempat duduk)

Bagian dalam (tempat duduk)

Jalan menuju Ruang Adorasi yang terletak diatas (satu arah menuju Goa Maria atau Kapel Santo Andreas).  Bisa lewat luar atau dalam.

Jalan menuju Ruang Adorasi yang terletak diatas (satu arah menuju Goa Maria atau Kapel Santo Andreas). Bisa lewat luar atau dalam.

Goa Maria (lama) terletak di samping gereja Santo Andreas dan dekat dengan secretariat.

Goa Maria (lama) terletak di samping gereja Santo Andreas dan dekat dengan sekretariat.

Goa Maria  (baru) terletak ditempat yang sama, hanya saja desain yang berbeda.

Goa Maria (baru) terletak ditempat yang sama, hanya saja desain yang berbeda. (Keadaan pada pagi dan siang hari)

Goa Maria (baru) saat malam hari.

Goa Maria (baru) saat malam hari.

Ruang ADORASI Gereja Santo Andreas (penataan HOSTI KUDUS)

Ruang ADORASI Gereja Santo Andreas (penataan HOSTI KUDUS) (maaf jika gambar buram atau tidak jelas)

HOSTI KUDUS, Tubuh Kristus yang telah diberkati

HOSTI KUDUS, Tubuh Kristus yang telah diberkati. (maaf jika gambar buram atau tidak jelas)

berdasarkan ayat Matius 26:40, ADORASI (ADORATION) berarti kita meluangkan waktu minimal 1 jam untuk menemani Yesus berdoa di taman Getsemani

saat Yesus bertanya kepada Petrus, “Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku? kita menjawab pertanyaan itu dengan mengikuti ibadat ADORASI secara pribadi atau secara kelompok

tata cara ADORASI yang mamaku ajarkan adalah, sebelum masuk, kita harus mengisi daftar absen, lalu jangan lupa mengambil bantal duduk. Jangan lupa melepas alas sepatu. Begitu masuk, bukalah pintu secara perlahan (walaupun pada dasarnya pintu itu sudah sangat berisik) karena selama di ruangan itu harus sunyi, tidak boleh ada suara apapun. Jangan lupa membuat tanda salib dengan air suci. Kemudian pilihlah tempat duduk yang nyaman bagi kita untuk berdoa. Kalau untukku secara pribadi, aku lebih suka berdoa disebelah jendela. Sebelum duduk, kita boleh ambil buku doa atau Alkitab yang sudah disediakan disana. Setelah itu, kita harus membuat tanda salib dan menyembah ke arah HOSTI KUDUS, sambil mengucap ampun dalam hati. Dan setelah itu, kita baru boleh mulai berdoa apa saja, seperti doa Rosario, Novena, Hati Kudus Yesus, Kerahiman Ilahi atau doa pribadi. Kita juga boleh membaca renungan harian dan Alkitab saja. Setelah selesai berdoa, kita harus kembali menyembah ke arah HOSTI KUDUS sambil mengucapkan terima kasih dalam hati dan membuat tanda salib. Kemudian, kita boleh mengembalikan buku doa atau Alkitab ke tempatnya semula dan membuat tanda salib terakhir dengan air suci dan keluar tanpa suara agar tidak mengganggu orang lain yang sedang berdoa. Namun, sebelum kita keluar, kita harus memastikan bahwa ada orang di dalam yang menjaga HOSTI KUDUS (minimal 1 orang) karena peraturannya sudah begitu, bahwa ruang ADORASI tidak boleh kosong. Jika kita harus pergi saat keadaan tidak ada orang, kita boleh melapor ke bagian sekretariat. Ibadat ADORASI ini dibuka dari pukul 6.30 pagi sampai 20.30 malam, dari hari Senin sampai Jumat.

inti dari ADORASI ini adalah berkomunikasi dengan Tuhan selama satu jam dan menemani Tuhan Yesus yang sedang berdoa

aku masih ingat hari pertama aku ADORASI, aku menangis karena ketakutan, namun tidak ada satu orangpun yang tahu kalau aku menangis saat itu

bagiku, ADORASI adalah satu kesempatan untuk mengobrol dengan Tuhan secara bebas, aku mendekatkan diri kepadaNya bukan karena aku merasa dalam keadaan terjepit atau sulit, tetapi karena memang aku sadar bahwa aku sangat merindukan situasi dimana aku bisa berbicara dengan Tuhan

walaupun Ia tidak menjawab langsung pertanyaanku atau masalahku, namun aku selalu menemukan kedamaian, apalagi saat aku membaca Alkitab atau buku doa… walaupun aku sudah berulang kali membacanya, aku tidak bosan karena aku tahu doa dan kisah Alkitab itu bisa mewakili isi hatiku dan memberiku pencerahan serta semangat baru

selama aku ADORASI, aku juga sering melihat bahwa yang ikut ibadat ini kebanyakan adalah ibu-ibu, bapak-bapak dan orang yang sudah lanjut usia

jarang sekali aku melihat orang muda yang ikut ibadat ini, sering kali saat ADORASI aku merasa yang paling muda sendiri

selain itu, Ruang ADORASI ini terbilang sepi dan masih membutuhkan sukarelawan untuk bersedia menjadi adorator

tidak cuma itu, aku juga sudah beberapa kali melihat orang tua yang tidur saat ADORASI, itu bisa saja karena ia bosan dan merasa nyaman untuk tidur, secara ruangan itu adalah ruangan yang ber-AC (dingin) dan sunyi

tapi kalau soal “SUNYI” sebenarnya ruangan itu tidak terlalu sunyi karena kadang aku juga pernah mendengar orang mengobrol secara berbisik-bisik, bahkan suara orang mendengkur atau melakukan sesuatu yang mengeluarkan suara seperti meletakkan bantal duduk di lantai atau mengeluarkan Rosario

pernah suatu ketika aku sedang ADORASI, dan ketika kebetulan itu lingkungan Legio Maria (beranggotakan ibu-ibu dan orang tua)  mendapat giliran jaga HOSTI KUDUS, dan mereka biasanya mengadakan ibadat singkat dari buku “Tata Cara Ibadat Adorasi”

karena ibadat itu, aku mau tidak mau ikut ibadat mereka sampai selesai karena suara yang keras memenuhi satu ruang ADORASI yang kecil itu, sehingga aku tidak bisa konsentrasi berdoa Rosario

begitu mereka selesai, mereka keluar dan mereka berbicara dengan yang satu dengan yang lain dengan keadaan pintu ADORASI terbuka dan jujur saja itu sangat mengganggu, padahal sudah dipasang tanda “HARAP TENANG” di sepanjang jalan menuju ruang ADORASI itu tapi rasanya percuma saja karena mau didalam atau diluar,tetap saja berisik

selain itu juga ada saja orang yang berdoa hanya 30 menit atau kurang dari 1 jam

namun, menurutku tidak masalah berapa lama kita berdoa disana  karena berapa lama yang sudah kita sediakan bagi Tuhan itu sudah sangat berharga bagiNya

asal tulus dan bersungguh-sungguh, Tuhan selalu mendengar doa kita, atau mungkin hanya berdoa selama 30 menit atau kurang dari 1 jam itu lebih baik dan berharga daripada kita hanya numpang tidur, numpang ngadem dan mengobrol?

kembali lagi ke tujuan kita datang ke ruang ADORASI itu untuk apa dan mampukah kita berdoa tanpa henti bersama Tuhan Yesus selama kurang lebih 1 jam atau bahkan lebih?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s