Maut


sejak aku kecil aku sudah melawan maut seorang diri

aku sudah berhubungan intim dengan darah, dokter dan rumah sakit… sejak aku bayi aku harus berusaha bertahan hidup dalam kotak kaca

kini aku telah keluar dari kotak kaca itu dn tumbuh menjadi seorang gadis yang hidup dikeramaian kota

tetapi keadaanku tidak pernah membiarkanku keluar dari kotak kaca rumah sakit

jika aku dapat memutar kembali kehidupanku, aku sadar ternyata aku telah melewati kematian, melawan maut dan kini aku bisa memenangkan pertandingan itu

kehidupan dan kematian memang bersaudara dan bersahabat…. kalau tidak ada kehidupan pasti ada kematian

aku bersyukur masih bisa ada disini dengan segala kelemahan dan penderitaan yang aku punya, aku masih bisa duduk manis disini

walaupun hidup itu tidak enak, tetapi aku selalu menemukan tempat berteduh dan bersandar

kini aku mengerti mengapa penderitaan ini sangat dekat denganku dan aku tidak boleh merutuki nasibku yang buruk, itu karena penderitaan itu sama saja dengan hidup yang merupakan anugerah

penderitaan inilah yang meguatkanku, mengajariku serta memberiku pengertian bahwa aku tidak boleh menyerah walaupun aku merasa kematian itu mendekatiku lebih dekat dari sebelumnya

aku memilih bertahan bukan karena aku sombong atau sok kuat, tetapi karena itu adalah keharusan yang aku jalani sebagai satu tugas utama yang boleh aku dapatkan disepanjang perjalananku

aku bukanlah orang yang sempurna dan bisa melakukan segala hal dengan sekejap mata, aku hanya ingin melakukan yang terbaik selama aku masih bisa bernafas dan bergerak

kehidupan yang indah atau buruk telah memberiku pengertian bahwa aku tidaklah seburuk itu, dengan segala kerapuhan yang aku miliki, aku mencoba melawan maut yang ada disekitarku

aku bersyukur dan berterima kasih bukan hanya karena harta dan keluarga, tetapi juga karena aku meniliki kesempatan yang besar untuk mengenal Tuhan Yesus Kristus

biarlah orang memandangku sebelah mata saja bagi mereka yang tidak mengenal siapa aku, aku tetap bangga menjadi diriku sendiri meski aku merasakan sakit yang luar biasa

jika memang kesembuhan itu menjauh dariku, aku tidak akan memohon agar itu mendekat lagi padaku, tetapi aku hanya ingin menikmati waktuku yang tersisa dengan kematian disekelilingku

Tuhan, terima kasih telah memberikanku arti kehidupan yang berarti untukku, memberiku harta yang lebih penting daripada ketakutanku

Engkau yang membuatku hidup disaat aku merasa sudah mati, menunjukkanku satu alasan baru untuk bertahan hidup

jika kematian itu datang, ajari aku untuk menermanya dengan tangan terbuka, jangan biarkan aku takut kehilangan satu detik

sebab aku masih memilikiMu yang selamanya adalah RAJA kehidupanku, pensil penulis kisah hidupku yang singkat ini

Tuhan, izinkan aku berdiri kokoh diatas penderitaan yang ada, sebab aku harus melakukan itu demi satu detik kedepan yang mungkin saja bisa mengubah masa depanku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s