Menunggu Kepastian


Tuhan, terima kasih telah memberiku semangat hidup hingga sekarang ini…..

Engkau mengajariku cara untuk terus bertahan hidup walaupun aku harus menunggu sekian lama tanpa kepastian

saat menunggu itulah rasa penasaran dan rasa ingin tau itu muncul memenuhi seisi pikiranku

dari yang negative dan positif berebut menduduki posisi pertama

bukan hanya menunggu yang merenggut waktu, tapi beban hidup yang naik dan turun setiap hari

namun aku tau Tuhan, inilah hidup yang diibaratkan seperti lukisan dalam kanvas kosong polos

diatas kanvas itu aku diberi kebebasan untuk melukiskan semua mimpiku, tetapi lukisan itu akan lebih tampak indah dan hidup jika aku berani menambah warna atau mengubah beberapa elemen-elemen dalam mimpi yang kubuat

tetapi, seindah dan secantik apapun mimpiku saat ini ataupun nanti, semuanya bisa berubah kapan saja karena aku masih memiliki Raja yang memerintah pergerakanku ini

Tuhan, tuntulah setiap goresan kuas dan cat yang ada ditanganku agar sesuai dengan kehendakMu

kehidupanku ini bukanlah milikku semata, tetapi seutuhnya adalah kepunyaanMu… jangan biarkan aku menang karena rencanaku dan rancanganku, tetapi biarlah rancanganMu yang tergambar indah diatas kanvasku

segelap apapun gambarku, aku tau kalau aku mampu membuatnya cantik kembali…. dengan bantuan sinar aku melihat dimana aku bisa memulai suatu perubahan

sentuh hatiku dengan kasihMu agar aku mampu menenangkan diriku serta menyerahkan semua jalur kehidupanku kedalam tanganMu yang kudus

aku tau aku tidak hak untuk menuntut kemudahan dan kemulusan disepanjang jalanku karena disetiap jalan yang aku pilih dan aku jalani, selalu ada lubang dan batu-batu tajam yang akan membuatku merasa putus asa

jangan sampai aku menyerah saat aku terjatuh pada lubang yang sangat dalam dan gelap karena saat aku memilih menyerah itu berarti aku telah membunuh diriku sendiri

aku belum mau menyerah bukan karena aku sok kuat, tetapi karena aku tau bahwa hidup itu hanya satu kali

belum tentu aku dapat terlahir kembali dimasa yang sama dan dengan rupa yang sama, aku bisa saja tidak menjadi manusia

Tuhan, jangan pernah mengingatkanku tentang perjuangan Yesus melawan maut, dengan berlumuran darah, sakit yang tak ada ampun dan paku yang besar tertancap tegas dikayu salib yang berat

jika Yesus bersedia memanggul salib yang berat itu demi dosa-dosaku yang tak terhitung jumlahnya, seharusnya aku juga harus berani memanggul salib kehidupanku, seberat apapun itu

karena salib adalah tanda cobaan yang tidak bisa dihilangkan sebagai pengikut Kristus… jika aku benar-benar setia dan mau ikut teladanNya, seharusnya aku tidak keberatan untuk melakukannya untuk Tuhan

yang selalu aku ingat dari dulu hingga sekarang adalah Tuhan tidak pernah membiarkanku sendiri menjalani apa yang sedang aku jalani, entah itu sulit atau tidak, sebab Tuhan yang tak berupa itu telah menunjukkan bahwa aku adalah anak-anakNya

saat aku tersesat, Ia menunjukkan aku, membawaku pulang ke rumahNya, saat aku mengalami kebutaan, Ia membuka mataku dan hatiku untuk melihat sinar pelangi yang samar=samar

miskinnya harapan tidak membuatku takut akan gelap, tetapi aku berani menambah harapanku kepada Tuhan yang merupakan sumber pengharapan

ketika aku diharuskan menunggu dengan ketidakpastian, izinkan alu mengingatMu dan membayangkan bahwa Engkau ada bersamaku menemaniku karena aku sesungguhnya aku takut menunggu sendirian dalam ruang tanpa lampu

itu bisa membuatku lupa tentang tersenyum dan ketenangan bahkan tak menutup kemungkinan aku lupa akan hadirMu yang sebbenarnya ada disekitarku, tempat aku duduk dan berdiri

Kau tau apa yang aku lakukan dan aku inginkan sebab Kau melihatku dari atas sana serta melindungiku dari maharabahaya

saat aku melihat langit yang biru berhiaskan awan putih dan burung, aku jadi teringat dan sadar bahwa aku masih memilikiMu, Bapa, Ayah yang lebih besar daripada masalahku, kekhawatiranku yang selama ini telah merenggut semua senyumanku

Engkau masih ada disana dan tidak akan berpindah tempat sebab Engkau tidak akan melepaskanku

tetapi jika suatu ketika aku dilepaskan didalam sekelompok serigala, angkatlah semua rasa takut dan gemetarku karena aku ingat janjiMu bahwa Engkau akan menyertaiku sampai akhir zaman

karena janji itulah aku menjadi tenang dan berusaha sabar dalam tuntunan kasihMu….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s