Belajar dari Diam


mungkin ada saatnya aku berhenti menangis dan memperbanyak senyuman…..

mungkin juga dengan diam saja, itu bisa menjadi suatu pembelajaran

ketika tidak ada satu kata yang bisa aku ucapkan, lebih baik aku diam, menutupi yang sebenarnya terjadi…. dari diam akupun akan belajar banyak hal

sedih? buat apa? sedih tidak ada gunanya lagi.. lebih baik aku memikirkan hal lain yang bisa aku pertahankan karena aku masih harus melanjutkan hidupku yang singkat ini

hidupku memang terbilang sangat singkat, tidak tau sampai kapan aku bisa bertahan hidup, apakah aku masih bisa hidup 100 tahun lagi?

saat segala hal yang aku lakukan itu palsu dimata orang lain, mungkin saja mereka tidak mengerti karena seperti kata orang tentangku, aku ini berbeda sehingga kadang aku tidak bisa disamakan dengan manusia pada umumnya

ketika Yesus disalibkan Ia pernah berkata, “Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” (Lukas 23:34)

kalimat itu mungkin yang telah mengubah pribadiku, tingkah lakuku dan cara bicaraku… karena juga aku sangat tau kalau memaafkan adalah cara paling ampuh untuk mendapatkan kedamaian dengan orang lain maupun dengan diri sendiri

karena Tuhan Yesus yang penuh kasih itu, aku berani memaafkan meski aku butuh waktu…. pelan-pelan aku membuka hati untuk melupakan itu semua serta memulai hidup yang baru

tetaplah aku ingin menjadi diriku sendiri walaupun aku sudah dianggap sangat rendah

saat Tuhan Yesus direndahkan dan dilecehkan, Ia diam saja dan mendoakan mereka semua….. apakah aku boleh memiliki hati sebesar itu, Tuhan? ajari aku untuk melakukan itu karena aku tidak mau hidup dalam sakit hati yang meyiksa

kadang kalau dipikirkan lebih jauh lagi, Yesus itu benar…. dia tidak tau apa yang sudah ia katakan padaku sehingga aku terluka, saat kata-kata itu terucapkan, mungkin saja dia sedang dalam keadaan tidak sadar

tetapi mengapa semua itu terasa sangat menyakitkan? apakah aku tidak pantas untuk dipercaya?

bagaimana kalau aku diam saja dan menutupinya? bukankah itu jauh lebih baik daripada akan terjadi debat lagi?

aku tak masalah berapa kali aku harus mengalah, selama aku masih bisa bangun dipagi hari dengan keadaan sempurna, tidak kekurangan apapun, aku harus bersyukur karena itu

kalau sakit hati ini bisa menyiksaku, berarti akku harus lebih kuat dari biasanya dan menggantinya dengan berkah yang Tuhan berikan kepadaku

jika dengan kehilangan kepercayaan bisa membuatku tutup mulut dan lebih bijak, aku lebih baik hidup sendiri dalam ruang isolasi

aku ingin membenahkan diriku sendiri yang berantakan dan sudah rusak… karena Tuhan Yesus aku sanggup menghadapi rasa sakit ini sendiri

walaupun tidak ada orang yang tau, aku bersyukur aku tidak kehilangan Engkau, sumber pengharapanku

aku sadar betul bahwa, ketika aku kehilangan harapan, aku kehilangan Tuhan Yesus, aku meragukan kuasaNya serta tanpa aku sadari aku telah mengusirNya dari hatiku

aku termakan habis oleh keraguanku sendiri….

selama aku masih bisa bernafas, bergerak, berpikir dan berbicara aku akan selalu bersyukur, mengubur yang telah lalu dan izinkan aku terus belajar dari pengalaman yang pahit ini

hidup dengan sakit hati hanya memperpendek usia, jika aku masih boleh hidup beberapa jam lagi, aku bersyukur dan berterima kasih atas anugerah itu

dalam diam aku bertanya, menjerit, menangis, mengadu kesakitan dan tertawa… menutupi diri kepada luka yang ada didepanku tapi itulah sifat pengecut

luka ini biar aku simpan dan aku benahi, biarlah ini menjadi rahasia Tuhan dan aku karena saat tidak ada yang mengerti aku, hanya Tuhan yang menopangku, mendengarkanku dan mengerti aku

aku hanya bisa bersyukur karena aku mengenal Tuhan Yesus yang luar biasa, Ia yang membuatku berani dalam takut, membuatku tersenyum saat terinjak-injak, membuatku tegar dalam sakit dan membuatku tidak lupa bahwa suatu hari nanti aku juga akan pulang, ikut bersamaNya

aku masih menunggu panggilan itu yang kini diganti dengan aksi nyataku didunia ini walaupun itu tidak mudah

tetapi aku tau bahwa ketika Ia memilih seseorang, bukanlah karena unsur kesengajaan tetapi karena Ia yang telah menyiapkannya hingga benar-benar siap dipakai

seperti aku yang terus dibentuk menjadi pribadi yang kuat dan tegar meskipun tidak ada yang menyadarinya

aku berharap, dengan sakit ini aku tidak berhenti belajar  dan aku tidak menjauh dari Tuhan karena inilah satu bibit baru yang bisa mendekatkanku pada yang maha kuasa

ambil kebahagiaanku dan senyumku Tuhan sebagai sembah sujudku kepadaMu….. karena Engkau akan menyediakan sesuatu yang indah diakhir rasa sakit yang ada saat ini

jangan biarkan air duka menyelimutiku, tetapi selimutilah aku dengan air kehidupan supaya aku dapat terus hidup dalam kesukaran dan cacian orang lain

dekatkanlah telingaku pada suara panggilanMu, sentuh hatiku agar aku bisa merasakan hadirMu setiap hari…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s