Bodoh


seharusnya kemarin menjadi hari yang menyenangkan, nyatanya tidak seperti yang aku inginkan

kalau seperti ini terus, lebih baik aku sendiri saja seumur hidup supaya tidak ada seorangpun yang menyakitiku lagi

mengalah demi mengembalikan senyman kebahagiaan tidaklah membuatku menyesal walaupun kata-kataku sangatlah keterlaluan

kalau aku tidak ada lagi yang merepotkan, itulah yang bisa membuatnya berhenti menunggu…. menunggu aku yang terlalu sibuk untuknya

padahal, aku selalu berusaha untuk menyisakan waktu untuk berkomunikasi baik dengannya… tapi semuanya tinggallah mimpi saja

mimpi yang tidak akan menjadi kenyataan… menikah mengenakan baju pengantin putih yang cantik, juga semakin tidak mungkin…

kalau benda itu tidak berguna lagi, jadi selama ini aku berkomunikasi menggunakan apa? dengan siapa selama ini aku berbicara? atau aku yang terlalu berharap agar ada satu laki-laki yang menyayangiku dan memelukku setiap malam?

inilah saat yang tepat kurasa, untuk berhenti berharap…. menyimpan kenangan yang masih bisa aku ingat walaupun sudah terlambat bagiku untuk mengulang kejadian itu

tapi….. tak apalah aku kehilangan semuanya,

cinta, perhatian, kehangatan  dan pelukan dimalam hari karena kini aku sadar itu bukanlah milikku lagi

hari ini dan seterusnya aku haruslah berjuang sendiri, menyangkal diri mungkin bisa membayarkanku satu tali kebahagiaan

aku tidak punya hak untuk menahan sesuatu yang bukan punyaku… dan seharusnya aku belajar untuk berharap sesuatu yang tidak mungkin… jika aku terus berharap, itu sama saja aku sengaja melukai diriku sendiri

aku sadar aku ini bodoh karena selalu mengulang kesalahan yang sama…. apabila percaya dengan lawan jenis itu adalah sebuah kebodohan, berarti selama ini aku sendiri…. aku tidak pernah punya teman lawan jenis satu orang pun

mulutnya manis dapat menghibur tetapi semuanya hanyalah cerita dongeng pembawa tidur

mungkin dengan ini, dia bisa menemukan orang yang lebih baik, yang bisa selalu bersama dengannya selama yang ia mau, bukan aku yang menurutnya selalu sibuk

ya sudahlah… semua sudah terjadi, menyesal pun tidak ada gunanya… aku hanya ingin melihat orang-orang disekelilingku bahagia sesuai dengan pemikirannya

biarlah tuduhan itu jatuh kepadaku karena aku juga yang bersalah…

selamat tinggal kenangan indah yang tidak akan kembali… pergilah kepada hati yang tepat, yang bisa menjagamu dari dekat dan setiap saat

bagaimana bisa ikhlas dan melupakan serta memaafkan? biarlah hati yang bicara… aku yakin kesembuhan itu pasti datang jika aku membiarkan Tuhan Yesus yang bekerja atas sisa hidupku

tenagaku telah terkuras habis tak tersisa, mulutku tak mampu lagi berkata-kata bijak, hatiku kembali membeku dan aku merasakan kesendirian yang memberiku kesempatan lebih untuk mengkritik diriku sendiri

Tuhan, berilah aku kekuatan untuk mengerjakan yang masih bisa kukerjakan, maafkan jika marah dan kecewa itu telah membuatku buta arah. maafkan semua pikiran jahatku yang telah membuatku seperti orang yang kesetanan

aku tak mengerti mengapa itu bisa terjadi padaku… mungkinkah trauma itu datang lagi sehingga itu yang memicu aku untuk berpikir buruk secara tiba-tiba?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s