Candi Kehidupan


tegar melawan arus, terbang melawan badai dan berdiri diatas duri kehidupan

jangan takut, janganlah gemetar, sebab Tuhan Yesus selalu bersamaku, tak tinggalkanku bahkan dalam satu detik

Yesus menopangku saat aku terhantam oleh badai. tak peduli sejauh apa aku terlempar

Yesus memberiku ilmu yang lebih besar dan berkuasa sebab aku telah memilih Dia sebagai Guru dan Penyelamatku… tetapi terkadang, aku teringat dalam satu ayat Alkitab yang mengatakan bahwa bukan aku yang memilih Tuhan Yesus, tetapi Dialah yang sudah memilih aku sebagai pengikutNya

mengepakkan sayap Rajawali diatas bentangan langit dunia, tanpa takut tertembak oleh pemburu sebab aku terbang bersama sang Raja dunia yang selalu menjagaku dan memberiku kekuatan untuk tidak berhenti melintasi arus angin yang mungkin menyiksa

mengikuti teladan Yesus memang tidak mudah karena semuanya harus ditinggalkan dan dikorbankan

sakit yang menyiksa telah menunjukkan kebesaran Tuhan Yesus dalam hidupku

hidupku memang terbilang mewah tetapi aku tidak merasa bahwa hidupku selalu enak dan bahagia

bahagia dan senang adalah pilihan bukan sesuatu yang akan datang dalam hembusan angin

ketika angin berbicara, aku mendengar gemuruh dan sayupan yang mengharuskan aku memilih, tetapi saat pilihan itu membuatku terjepit, Tuhan Yesus ingin aku merapat kepadaNya

sekalipun aku merasa tidak pantas dan tidak sanggup, pertanyaan itu muncul lagi dibenakku, “Mengapa harus aku yang mengalami penderitaan ini?”

tetapi setiap kali aku bertanya kenapa dan kenapa, aku tidak menemukan jawaban, malah aku menemukan jarum dalam tumpukan jerami

menaruh harapan dalam keluh kesah, dalam hembusan nafas dan helaan sesaat tanda kelelahan

yang lelah pergi jauh meninggalkanku, semangat juang datang menghiasi langkah hidupku

ketika Tuhan Yesus memanggilku, aku bertanya, “Apakah aku bisa menjalani tugas ini? Apakah aku sanggup mengulang kembali hidupku saat aku terhantam oleh seribu luka?”

Tuhan, sekuat apakah diriku ini? seistimewa itukah aku sehingga penderitaan ini telah membawaku pada pangkuanMu?

Tuhan, terima kasih telah memberiku cinta yang indah dalam suramnya tangisku…. terima kasih telah memberiku keselamatan jiwa dalam relung yang terkoyak

terima kasih telah menunjukkan kuasaMu yang tidak bisa aku sangka-sangka, sehingga aku mulai tertarik untuk memgerti rencanaMu yang mungkin tidak bisa aku pahami dalam satu waktu

pergerakan waktu yang lambat atau mungkin terlalu cepat, membuatku mengerti apa itu cinta Tuhan Yesus yang menyelamatkanku

hidup adalah belajar… belajar menikmati, mencintai dan mensyukuri anugerah yang Tuhan berikan agar kebahagiaan tidak pernah sungkan datang

Tuhan Yesus datang bukan untuk memerintah tetapi untuk melatihku agar selaras dengan gambaranNya, meskipun harus melewati banyak kisah penyiksaan atau peremukkan yang luar biasa

jangan gentar hanya karena goncangan gempa bumi, jangan dengar suara dibelakang telinga sebab Tuhan Yesus melihat dan mendengar sedekat angin yang lewat didepan mata dan telinga umatNya

aku berjuang demi satu detik masa depan, tetapi Tuhan Yesus berjuang demi keselamatan hidupku yang hina dan berlumuran darah gelap

kegelapan menyeretku dalam lembah penyiksaan dan kenikmatan dunia, tetapi Tuhan Yesus sanggup mengubah itu menjadi damai dan sukacita

sesakit apapun angin membawaku terhempas ke bumi, aku tetap mendengar sayupan suara yang memanggil namaku sehingga aku melihat kearah langit

disanalah Dia berada, melihatku dan memberiku suatu tanda bahwa aku harus berdiri lagi

Roh Kudus menuntunku untuk mendengar suara Tuhan, ia berteriak dalam batinku, seolah aku digerakkan oleh mesin hati

hati yang tergemetarkan oleh cahaya matahari yang menggelapkan mata, dan hati yang berbunga-bunga oleh sejuknya sabda Tuhan

menjalani berdasarkan tuntunan Tuhan membuatku sadar bahwa kebahagiaan tidak pernah jauh dariku, selagi aku mau mengundangnya hadir dihidupku

tatkala harapanku sirna, Tuhan Yesus mekarkan kembali bunga harapanku dikebun surga.. dengan percikan air suci membuatku tenang dalam pangkuan dekapan sang Ayah

Ayah adalah sumber cinta abadi yang tak pernah mati, yang terus hidup diterjang angin dan teriknya matahari

berjuanglah terus membangun candi kehidupan, terjatuh bukan batu sandungan tetapi itulah pembelajaran yang membuatku bertahan hidup sampai detik ini bersama Yesus yang sudah lama hadir dan tinggal digaris kehidupanku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s