Tinggalkan Tangis


menangis dalam pilu, teriak dalam penyesalan..

menunggu tanpa arti dan diam sembunyi dibalik tembok

siapa yang bertanya kepadaku? semuanya aku tanggung dipundakku

berat? entahlah… mungkin tidak karena aku tidak lupa kalau ada Tuhan Yesus yang selalu mendampingi aku

setiap hari aku belajar keras, berpikir ulang tanpa henti dan bergerak dipikiran yang kusut…. langkah kakipun menjadi malas dan lemah

badanku terasa mau roboh dan rontok dalam gelisah dan kecewa… belum lagi takut yang menyeringai didepan wajahku

tapi, aku tdak mau menyerah… ketika aku menyerah berarti aku membiarkan diriku terjerat pada kegelapan

aku juga masih ingat Dia selalu ada, mengikuti bayanganku berdiri dan duduk

memulai suatu perjuangan baru, meski tak mudah, aku tak menyerah sebab Tuhan bersamaku….

Dia memberiku petunjuk bahwa aku bisa melewatinya

kesadaran yang seperti ini membuatku merasa bersyukur masih bisa hidup sampai sekarang

meninggalkan kisah yang berarti karena aku percaya janjiNya itu pasti….

tidak ada sesuatu yang bisa membuatku mengulang masa yang telah lewat dan inilah aku masih berdiri dimasa sekarang.. melupakan tak akan bisa tapi bisa saja terlupakan dengan sendirinya

Tuhan, aku bersyukur pernah ada dikehidupan orang-orang tertentu, tapi mengapa hanya seperti tiupan angin? dan mengapa semuanya begitu menyakitkan?

apakah aku sedang dalam penjara? sehingga semua itu tidak aku miliki….

mungkin Engkau benar bahwa mereka bukan yang terbaik, dengan menyakitiku, aku sadar mereka datang sebagai pembuat cerita

dan ketika cerita itu sudah tidak ada, aku pun bersyukur atas penjagaanMu agar aku tidak lebih kecewa dari ini

Engkau mengajarkan aku untuk bersabar saat cinta tak terbalas, tapi cintailah Tuhan dengan sepenuh hati maka tidak ada kecewa didalamnya

melepaskan itu berat tapi dengan bersyukur semua terasa lebih mudah….

Tuhan selalu mendengar suara bisikan hatiku, memandang lekat bola mataku yang meneteskan air mata…. Ia mendekapku rasa aman dan cinta

Dia tidak mempermudah pencobaanku tapi Ia memberiku kekuatan dan kemampuan untuk teruslah berjuang

meski tak mungkin tapi harapan akan tumbuh dalam doa…

tak tergapai memandang bintang, menggapai bintang dilangit malam, pulang dengan tangan kosong

bagaimana merelakan ditengah tiupan angin topan? hanya Tuhan Yesus tempatku mengadu dan berbagi kisah pilu

jangan ditanya mengapa dan ada apa sebab aku tau kalau ini hanya kisah pedih yang akan tercatat resmi dibuku ceritaku

cerita yang mengajarkanku banyak hal tentang cinta dan kehidupan

aku tak merasa sendiri dalam takut tapi aku gembira dalam sukacita

Tuhan ada untuk memberiku harapan… menghiburku saat aku tak bisa lagi berbicara… menyembuhkanku dalam pelukan kasihNya

tanpa kasih Tuhan, aku tak akan mampu bertahan dalam sakit yang menyiksa ini… Ia memberiku kekuatan yang lebih daripada manusia pada umumnya

Ia menuntunku untuk merebut kembali satu tali senyuman diwajahku

tinggalkan tangis dalam pilu, dan tebarkan cinta dengan hati yang bersuka cita

Ia memilihku karena Dia mencintaiku… itulah hal yang membuatku bersyukur dalam kesedihan, sakit dan pengharapan lebih yang sia-sia

terlupakan sudah biasa, yang terpenting adalah keikhlasan selama aku menjalani yang tersisa ini….

terfokus pada janji Tuhan membuatku setia menunggu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s