Pendam


kugenggam satu nama dalam tanganku, kusimpan semua kenangan itu dalam ingatanku…

ketika aku memutuskan untuk diam, bukan berarti aku berjalan untuk satu orang yang sama… tetapi inilah risiko yang aku tanggung

rasa sayang yang aku tumbuhkan setiap hari, yang aku rawat dari kecil bibit sampai akhirnya bisa tumbuh menjadi bunga yang indah.. dan aku tau ternyata kehadirannya membuatku bergantung padanya

dia datang dan pergi seperti angin… datang membawa boneka didalam tas, terbungkus plastik ungu, pergi meninggalkanku kenangan

mungkin lebih baik dia lupa segala hal yang sudah aku lakukan, semua yang sudah aku korbankan supaya aku bisa berada didekatnya

jika selama ini dia tidak bisa melihat apa yang aku lakukan, mungkin saja selama ini aku berbicara dengan batu

atau mungkin aku menyayangi orang yang salah?

bagaimana seseorang bisa dikatakan jujur? padahal semuanya sudah aku katakan… itulah yang sebenarnya terjadi padaku

pergumulan ini memang tidak mudah…. rasanya berat dan sulit aku jalani…

kehilangan orang-orang yang aku sayangi, orang-orang yang dekat denganku itu sudah menjadi makananku setiap hari

dimanfaatkan, dibuang, dilupakan, bahkan tidak dianggap pun itu sudah terlalu sering untukku

dan kalau sekarang aku harus kehilangan lagi hartaku, apakah aku tak layak dicintai? apakah semua hal yang aku lakukan tidak boleh dibalas dengan sesuatu yang setimpal?

mengapa ketika aku menyayangi seseorang, orang itu justru memandangku dengan sebelah mata saja?

andai dia mengerti betapa sulitnya aku berjalan kembali seorang diri… andai dia tau sedihnya aku ketika aku harus bangun sendiri…

semuanya aku pendam, rasa sayang, rasa sakit bahkan rasa ingin menangispun aku simpan sendiri

jika aku tidak layak mendapatkan cinta, setidaknya aku bersyukur bisa menyebarkan cintaku pada orang lain….

aku tak bertenaga lagi untuk menjelaskan karena penjelasanku akan selalu sama…. tidak ada yang bisa mengubah penjelasanku dan perasaan yang sudah sekian lama aku tanam

kadang ada tawa, kebahagiaan, kecewa, marah, tapi ada juga air mata…

lebih baik ia menyimpan kenangan buruk  tentangku, lebih baik aku dibenci dan disingkirkan, jika itu bisa membelikanku satu tiket perdamaian dengannya

aku tidak punya apa-apa lagi saat ini sudah berakhir… sendiri lagi dalam malam yang sendu, menyimpan kesedihan dan membanting luka itu agar menghilang dari depanku

hidupku yang berliku-liku ini membuatku lelah dan aku ingin beristirahat sejenak dipangkuanMu, Tuhan

apakah aku masih bisa berdiri kalau yang aku pegang sudah tidak ada?

Tuhan, adakah yang salah dari hubungan ini? apakah semua yang indah itu harus berakhir hari ini? apakah penjelasanku masih bisa diterima bahwa aku ketakutan?

mengapa tidak ada yang mengerti ketakutanku? aku takut kehilangan, aku takut sendiri… tapi mengapa satu per satu tinggalkanku, bahkan sampai tak berbekas

apa salah jika aku ingin memilikinya seumur hidup?

Tuhan, jika dia bukan milikku dan bukan sesuatu yang harus aku kejar lagi, hilangkan semua rasa sayangku yang berlebih ini… kadang, rasa sayang ini menyiksaku ketika aku sadar, ternyata dia tidak bisa aku miliki lagi

lebih baik penyakit ini datang lagi dan menemaniku melewati dinginnya malam, daripada aku harus menangis kesakitan karena terpukul

sakit ini juga sudah menjadi sahabatku, sahabatku yang senantiasa siap mengantarkanku pada kematian

aku bertahan hidup demi orang-orang yang aku sayangi, termasuk dia… tapi jika ia berpikir kalau sayangku ini palsu, ya sudah… aku pendam saja perasaanku dan sakit hati ini

dia jauh disana dan aku tak bisa menggapainya dan memeluknya… tapi setidaknya aku selalu berada ditempat yang sama, menunggu dia kembali

kalau penantianku sia-sia, aku tak kecewa karena aku harus selalu ingat bahwa Tuhan tak membiarkanku sendiri dalam lubang ketakutan…

aku relakan dia pergi, berharap dia temukan orang lain yang jauh lebih baik dariku, dan kalau saja itu bisa membahagiakan dia,mungkin saja rahasia ini akan aku bawa sampai diujung hidupku

karena aku tak bisa membohongi apa yang sebenarnya terjadi…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s