Kupu-Kupu


Membayangkan orang kita cintai dan kita sayangi, meninggal dunia adalah hal yang berhasil membuatku mati kutu

Takut…. tapi tidak ada yang bisa menolak kematian..

Menolak kematian atau mendahulukan kematian adalah 2 hal yang berbeda tapi sangat dekat dengan kehidupan

Daripada menghitung tanggal dan waktu kapan akan tiba saatnya, lebih baik aku berjaga-jaga

Mengumpulkan pundi amal sebanyak-banyaknya, membersihkan diri dari noda hitam sebelum ajal datang

Berjalan ditengah hamparan bunga yang dikelilingi oleh ratusan kupu-kupu dan lebah, membuatku berpikir tentang kehidupan

Dibalik penantian panjang yang menyimpan banyak duka dan kesulitan, ternyata semua itu membuahkan hasil yang luar biasa

Dibalik kecantikan sayapnya yang artistik, aku melihat keindahan ciptaan Tuhan

Tidak ada yang tidak tau berapa lama seekor kupu-kupu bertahan hidup… bisa saja kurang dari seminggu atau bisa juga hanya seminggu

Melihat kupu-kupu yang terbang dengan leluasa, menikmati indahnya padang rumput, kebun bunga yang berwarna-warni, mungkin membuatnya lupa panjangnya usia yang ia miliki

Bersyukur dalam kedukacitaan atau bahkan dalam kebahagiaan membuat kupu-kupu cantik itu bisa menari di angkasa dengan gembira

Kadang, aku juga ingin bisa menikmati hidupku seperti kupu-kupu yang terbang melintasi langit biru

Terbang tanpa beban, tanpa harus memikirkan tanggal kematiannya

Kemanapun aku terbang, aku selalu menutup mata sambil berusaha mencerna, kenapa aku berada disini?

Apa yang Tuhan kehendaki dengan keberadaanku ini?

Tertawa bukan berarti menikmati lalu berbahagia, tapi bisa saja itu menjadi simbol kekuatan melawan kesedihan yang hinggap di hidup ini

Kalau saja aku tau bahwa nafas kehidupan ini sangat mahal, aku pasti akan menghemat setiap tarikan nafasku atau menabungnya untuk menyambung hidup

Namun, Tuhan itu baik dan luar biasa… yang kupikir itu mahal bisa menjadi gratis dan sangat berarti

Dan itulah kunci utama syukurku dalam kekelaman

Tapi, ada kalanya yang gratis itu menjadi sangat mahal.. ketika aku harus berjuang mendapatkan satu tarikan nafas lagi

Saat itulah aku merasa kalau kematian yang sering dibicarakan orang dan ditakuti, menjadi sahabatku

Kehilangan orang yang aku cintai, mungkin akankah rasanya jadi sama ketika nyawaku pergi tapi ragaku tak mengikuti?

Entah butuh berapa lama untuk menghentikan air yang mengalir itu dari mataku, setidaknya aku bisa membayangkan bagaimana jika aku harus mengalami itu juga

Bersyukur masih bisa hidup, berjalan, duduk, berlari dan beraktivitas secara bebas, sebab aku tau itu bukti cintaNya kepadaku yang bisa aku nikmati dan aku selami maknanya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s