Yang Sama


Waktu berjalan maju, tetapi entah mengapa semuanya terasa sama… berada ditempat yang sama dan mengalami hal yang sama berulang-ulang

Harus apa dan bagaimana supaya ini berhenti atau setidaknya aku berpindah ke tempat lain?

Rasanya, sudah semua aku lakukan.. tenaga dan pikiran aku serahkan untuk menyelesaikan perihal ini

Aku juga telah berusaha untuk tidak menutup mata dan telingaku untuk menerima masukan yang mungkin bisa membantuku

Tapi, mengapa aku merasa itu semua sia-sia? Selalu berkutat dihal yang sama.. membuatku merasa, apakah ada yang salah dengan caraku?

Kalau bicara soal tidak didengarkan, dilupakan dan tidak dianggap, itu sudah makananku sehari-hari dan aku pun sudah terbiasa dengan itu meski sakit hati sering kali menyergapku

Tapi, apakah aku harus mengulang perkataan yang sama berkali-kali? Bahkan aku sudah tidak ingat sudah berapa kali aku mengatakan ini

Lelah? Ya, jika aku hanya bersungut-sungut kepada Tuhan sambil menyodorkan jutaan pertanyaan yang sama, tentu rasa lelah itu akan menjadi pendampingku setiap hari

Walaupun aku tidak bisa menyembunyikannya, aku tetap percaya dengan permainan waktu… jika seseorang membutuhkan aku, dia akan datang sesegera mungkin

Walaupun aku juga harus menunggu untuk satu orang yang sama, tak masalah bagiku sebab penantian ini pasti akan berakhir, entah kapan

Tidak ada yang bisa kulakukan lagi selain berdoa untuk yang terbaik..

Diam bukan berarti aku benci dan tak suka, hanya saja aku ingin memberi ruang untuk berpikir.. “Apa yang salah dari hubungan ini? Dan mengapa harus mengulang kalimat yang sama?”

Membuat masalah akan sirna jika aku memberikan satu makna yang lebih berarti

Seperti Tuhan yang terkadang diam, seakan tidak menjawab doaku… tetapi imanku selalu memberitauku bahwa sesungguhnya Dia sedang mempersiapkan sesuatu yang indah dan luar biasa untukku

Saat Dia memintaku untuk menunggu, aku memang bertanya tak henti, tapi aku tidak akan mendapatkan jawaban yang jelas…

Lebih baik menunggu daripada memperpanjang masalah dan merusak rencana Tuhan yang sudah ada sebelumnya

Aku yakin akan janji Tuhan sebab Ia tidak akan tinggalkanku sendiri dalam ruang penantian yang sangat panjang

Walaupun takut dan lelah itu ada, namun inilah buah yang Tuhan titipkan padaku agar aku bisa bersinar dan menjadi seperti yang Ia inginkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s