Mujizat Terbesar


Hari ini, aku melihat secercah harapan, yang selama ini aku nanti-nantikan

Walaupun bukan sesuatu yang aku harapkan dari awal, aku tetap bersyukur masih bisa melihat cahaya itu menerobos ruang gelapku

Rasa takut yang tadinya mengelilingiku, serasa meninggalkanku selangkah demi selangkah dengan memberikanku jejak-jejak harapan

Aku tidak menyesal atau merasa marah kepada Tuhan atas apa yang sedang aku alami saat ini, justru itu yang selama ini menguatkanku, menopang pertahanan hidupku dan mendekatkanku pada Sang Pencipta

Tuhan itu baik dan bijaksana… tanpa kebaikanNya aku tidak mungkin ada disini sekarang

Lewat orang-orang disekitarku, Ia memelukku erat supaya aku bisa tenang dan mau menerima yang Ia kehendaki

Aku berterima kasih karena telah memilih aku untuk mengalami penderitaan ini, sebab didalamnya ada kisah kesaksianku tentang kebaikan Tuhan dalam hidupku

Sepanjang malam aku memohon mujizat agar pernyataan itu bisa berubah atau menghilang dari hadapanku

Tapi, Tuhan tidak mengizinkan itu terjadi lagi… lewat jalur yang berbeda, Ia mau mempertahankan aku di dunia ini

Sebentar lagi, aku akan memulai satu babak yang baru… satu babak dimana aku tak terlihat berbeda

Disaat aku ingin menangis karena takut yang dibayangi oleh kematian, aku seperti berada jalan yang penuh lubang dan jika aku tak berhati-hati, aku bisa saja jatuh ke dalamnya

Aku memang belum melihat apa yang akan terjadi beberapa hari kedepan, tapi aku tak mau membiarkan bayangan dan takut itu membunuhku dari dalam…

Sebab, inilah mujizat terbesar yang Tuhan berikan kepadaku supaya aku bisa menikmati janjiNya dengan rasa damai tanpa beban

Mujizat ini adalah bukti nyata kalau aku masih punya satu kali lagi kesempatan untuk mempertahankan hidupku dalam jangka waktu yang lebih lama, entah sampai kapan…..

Inilah puncak akhir dari penantianku yang berakhir pada kemenangan semu

Aku bersyukur, diberi kesempatan kedua untuk hidup kembali, jika memang aku bisa melewati masa kritis itu

Kalau dulu aku pernah mengiris sakit, tapi kini aku punya sebongkah harapan untuk menghapusnya dari tubuhku sendiri

Hanya Tuhan yang tau hidup dan matiku.. sekalipun aku memilih diantara keduanya, aku berharap, tidak ada yang sia-sia

Aku memang tidak tau apa yang akan terjadi setelah ini, namun tepat hari ini Tuhan telah memelukku dan memberiku keberanian untuk melakukan hal yang aku takutkan dan aku selalu hindari

Keberanian yang sedikit demi sedikit tumbuh juga merupakan mujizat terindah dan terbesar yang Tuhan anugerahkan ditengah cobaanku

Pertolongan Tuhan selalu aku nanti, walau penuh kecemasan dan keraguan, bersama Tuhan langkahku pun menjadi ringan serta bercahaya dalam remang-remang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s