Cinta Diri Sendiri


mengapa aku harus mencintai diriku? mengapa harus ada cinta dari diri sendiri sehingga aku bisa selamat dari keterpurukan ini?

dulu, aku akan bingung menemikan jawaba itu, tapi ada sesuatu yang membuatku sadar…  ternyata, dengan mencintai diriku, aku bisa melihat betapa indahnya ketika Tuhan menciptakanku

segala penderitaan yang aku alami saat ini adalah anugerah yang membuatku cantik dan luar biasa…

kadang, aku juga bertanya, apa yang Tuhan pikirkan saat Ia menciptakanku? apakah penderitaan ini adalah bonus yang aku dapat sebagai bukti bahwa aku meman istimewa?

lewat satu pencerahan lewat buku karya Nick Vujicic (Life Without Limits), aku temukan satu alasan mutlak mengapa aku dilahirkan dengan menyimpan banyak penyakit yang juga bukan main-main….

singkat saja jawabannya, yaitu karena Tuhan Yesus mencintaiku

Dia tau tentang aku, Dia tau batas kemampuanku dan Ia tidak juga menyerah akan kehidupanku yang penuh dengan masalah…

aku berani membuka mata tentang dunia dengan menyentuh satu lentera kasih Tuhan, lentera yang menerangi setiap setapak jalan yang aku lewati

bersama berjalannya waktu, aku belajar mengerti mengapa aku dilahirkan dengan keadaan yang kurang beruntung.. tetapi waktu telah membuktikan kepadaku bahwa itu bukanlah suatu kerugian, namun itulah keuntunganku sebagai anak Tuhan

anak Tuhan… ya, aku telah resmi menjadi anak Tuhan Yesus sejak 22 tahun yang lalu.. melewati banyak penipuan dan kebodohan yang membuatku seperti anak yang tak berdaya

namun sayang sampai sekarang pun aku masih mudah dibodohi.. tetapi, itulah yang aku teladani dari apa yang aku dengar dan ada satu kalimat yang menjadi pengingatku, Tulus seperti Merpati, Cerdik seperti Ular

tulus menerima rencana Tuhan yang luar biasa dalam hidupku, lewat duka aku berjalan meneraungi kisah hidupku yang penuh coretan warna warni…

cerdik memilih jalan supaya tidak salah juga adalah suatu kewajiban yang Tuhan tuntun disepanjang hidupku.. Ia juga menunjukkan kepadaku betapa penting perannya dalam hidupku

sebab lewat penyertaanNya, aku dapat bangkit dan melewati setiap beban yang ada dihidupku… Ia memilihku bukan tanpa alasan dan aku tau bahwa aku dipilih sebab Ia tau aku bisa dan mampu melewatinya

bersama Dia pun aku berusaha meredam ketakutanku, mengubah kesedihanku menjadi berkat… seperti setiap sakit itu mendatangkan berkat yang luar biasa dalam diriku sehingga aku pun tau ternyata aku tidaklah seburuk itu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s