Tak Terbatas


Menyerahkan hidup seutuhnya kepada Tuhan juga bukan sama artinya aku menyerah pada nasibku sendiri

Aku teringat pada satu hal nyata yaitu kalau Allah itu tak terbatas… semuanya bisa terjadi saat Ia sudah berkehendak

Mungkin selama ini aku menutup diri dengan membatasi kehidupanku tapi aku sekarang punya kekuatan baru sehingga aku yakin bahwa aku bisa melewati masa-masa terberat dalam hidupku

Allah itu maha kuasa dan maha besar… itu kenyataan mutlak yang tidak bisa dihindari

Karena kuasaNya yang luar biasa, aku pun diselamatkan dari kegelapan yang berusaha membuatku berhenti dan tak berdaya

Dia menjagaku dengan begitu ketat, sampai-sampai aku sadar dan mengetahui bahwa Dia begitu mengasihiku

KasihNya yang melingkupiku serta menghidupkan aku dalam rasa mati… aku mampu bersabar meski sedih itu terus menemaniku karena Ia memberiku kemampuan untuk menenangkan diri

Kalau aku percaya bahwa Allah itu tidak terbatas, aku juga yakin bahwa Ia bisa mengubah segalanya menjadi mungkin

Dikala aku tak berdaya, Ia memanggilku dan memelukku dan Ia membisikkan sesuatu kepadaku, “Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” (Matius 11:28)

Lewat ayat singkat itu aku tau dan sadar, hanya kepadaNya aku menemukan kedamaian dan ketenangan

Karena aku terlalu berharga, Ia membuatku tak berhenti belajar untuk memaknai hidupku ini

Tanpa batasan, Dia menunjukkan bahwa aku mampu dan bisa melakukan hal yang tidak bisa aku lakukan

CintaNya telah mengubah seluruh jalanNya hidupku, yang tadinya suram dan penuh dengan tembok penghalang, semuanya telah dihancurkan

Ia membuatku mampu memahami apa arti ikhlas yang sebenarnya dan mengapa sabar itu sangat penting…. mengapa pula dengan bersabar, pelan-pelan jawaban yang dinanti akhirnya datang

Berjalan dengan waktu yang kadang cepat atau bahkan sangat lambat, aku belajar dalam kasih Allah yang tak terbatas itu

Karena aku percaya akan kekuatan Allah, aku bisa melakukan hal yang selama ini aku ragukan

Aku lemah, tapi Ia kuat dan mampu menyentuh aku sehingga aku mampu berdiri meski aku ragu

Seluruh tembok-tembok penghalang dihancurkan supaya aku dapat melihat pelangi dan matahari… dari situlah aku membentuk suatu pengharapan

Harapan yang datang, memelukku lembut dan menyanyikan satu lagu agung, dan aku teringat betapa luar biasa penyertaan Tuhan

Kalau Allah itu terbatas, bagaimana mungkin keberanian itu bisa tumbuh? Darimana kekuatan itu datang kalau bukan dari diriku sendiri dan Allah?

Sebab Dia luar biasa dan tak pernah membiarkanku tergeletak oleh karena gemetar…. tetapi mengundang Tuhan datang dan menjadi pengendali hidupku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s