Ajaran Orang Tua


Ada satu hal yang ingin aku tanyakan, tapi aku tidak tau kepada siapa aku harus menanyakan ini

Bukan satu kali aku melihat seorang ibu yang memarahi anaknya.. tak hanya memarahi, bahkan menjewer dan menampar

Melihat kejadian itu dengan mata kepalaku sendiri, aku jadi bertanya-tanya, apakah zaman sekarang seperti itu caranya seorang ibu mendidik anaknya dari kesalahan?

Apakah itu cara yang baik untuk mendidik titipan Tuhan yang seharusnya disayangi?

Apakah sekecil apapun kesalahan anak, harus dipukul dan dibentak-bentak hanya untuk memberi satu pelajaran?

Tidak hanya anak-anak itu saja yang mengalami itu, aku pun juga mengalaminya semasa kecil

Ajaran orang tuaku yang keras dan membekas juga meninggalkan luka tersendiri dalam diriku.. sampai akhirnya jadilah aku yang sekarang ini

Orang tua marah tanda sayang dan peduli… tetapi anak sekecil itu bukankah yang memegang kunci Kerajaan Surga?

Jika Tuhan sudah memberi seorang anak dalam sebuah keluarga, itulah bukti nyata cinta Tuhan… bahkan orang-orang sering bilang kalau anak adalah titipan Tuhan yang patut dijaga dan dirawat

Lewat orang tua, cinta kasih Tuhan dinyatakan dalam diri seorang anak.. aku pun sebagai seorang anak, bisa merasakan perhatian Tuhan lewat keluarga yang aku miliki saat ini

Andai aku tau alasan mengapa ajaran seperti itu bisa begitu melekat di zaman dulu sampai sekarang

Kalau Tuhan secara lembut namun tegas bisa mendidik anak-anakNya, sampai akhirnya jutaan umatNya bisa mengikuti jejakNya secara perlahan, mengapa kita sebagai ciptaanNya malah bersikap keras terhadap ciptaanNya yang lain?

Mengapa ada istilah manusia melawan manusia? Binatang melawan binatang? Apakah semua itu bisa membuat seseorang bertahan hidup?

Namun, seiring berjalannya waktu dan pertambahan usia, aku mulai mengerti, mengapa aku harus disakiti… karena sakit itulah yang memberiku kehidupan

Keberanian yang tersembunyi bahkan bisa keluar secara tiba-tiba karena aku tau kalau aku bisa melakukan hal-hal yang luar biasa selama aku mengandalkan kuasa Tuhan

Aku selalu ingat supaya sadar, kalau Tuhan senantiasa mendampingiku lewat didikanNya yang keras… walaupun keras, tetapi aku bersyukur sebab dibalik itu, selalu ada kasih yang menyelamatkanku

Aku sedih dan sakit hati karena masa lalu…. tetapi aku masih memiliki Tuhan yanh jauh lebih besar daripada semua yang menghadangku

Jika aku tidak mengingat kebaikan Tuhan yang luar biasa, dari aku lahir sampai saat ini, mungkin aku sudah lama menghilang

Kebaikan Tuhan yang menjadi tameng perlindunganku terhadap setan-setan yang berusaha mengejarku….karena itu, aku sanggup melewati fase yang kritis sekalipun…

Melihat cara orang tua mendidik anaknya di zaman sekarang, aku berdoa dan berharap, semoga anak-anak itu cepatlah dewasa, agar mereka tau kalau rasa sakit merekalah yang menjadi bibit kekuatan dimasa depan

Aku juga tidak ingin bertindak seperti itu jika aku sudah punya anak dan keluarga sendiri, sebab kasih Tuhan yang tak pernah habis tidak layak jika aku membalasnya dengan rasa marah dan kekerasan

Dengan menebarkan dan memperkenalkan Yesus Kristus serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, aku bisa menjadikannya wujud syukurku atas kebaikan dan penyertaan Tuhan

Kejadian-kejadian yang ada saat ini, mungkin bisa menjadi cerminku dimasa depan sehingga aku harus berpikir menyelamatkan masa depanku dari kesuraman yang bisa saja aku buat sendiri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s