Luka Lama


Membuka luka lama ternyata lebih sakit daripada pertama kali luka itu datang…

Teringat kembali masa-masa itu dan itu membuatku merasa bodoh, kenapa harus dibuka lagi halaman masa lalu?

Tetapi, aku belajar untuk mensyukuri tragedi itu dan menjadikannya sebagai berkat yang luar biasa dari Tuhan

Aku tidak menyesal pernah mengalaminya sebab dari sanalah aku mengetahui berharganya kebahagiaan

Tak ada bahagia tanpa duka, tak ada sukacita tanpa memahami…

Aku bersyukur atas berkat Tuhan itu karena aku telah dimampukan menghadapi hal yang tidak ingin aku jalani

Menikmati hidup dengan berbagai kesulitannya adalah cara untuk memahami mengapa ada hitam dan putih.. mengapa harus menderita untuk mendapatkan satu kejayaan

Seiring berjalannya waktu, aku semakin ditumbuhkan pada harapan sehingga senyum itu bisa terlukis diwajahku

Tuhan tak pernah membiarkanku sendiri dalam pergumulanku… tak ada yang lebih nikmat daripada bersyukur dan bangkit dari keterpurukan

Tuhan tak pernah melepaskan namun Ia mendampingi serta melindungiku dari segala perkara

Karena kebaikan Tuhan, aku masih bisa bertahan dan mampu melewati setiap ujianNya dengan berani dan yakin kalau yang terbaik akan segera datang

Menanti waktu Tuhan tidak menimbulkan rasa bosan, karena selagi aku menunggu, aku bisa dengan leluasa lebih dekat denganNya

Mata Tuhan selalu mengarah kepadaku, telingaNya selalu mendengar suaraku yang meminta tolong, tanganNya lebih panjang daripada tanganku sehingga Ia dapat menyentuh hatiku untuk senantiasa bersyukur

Damai sejahtera yang Ia berikan telah memberiku harapan untuk terus melangkah menuju kebaikanNya

Dibalik setiap penolakan selalu ada yang terbaik untuk aku nikmati dimasa depan

Belajar yang memiliki proses panjang, membuatku tak menyerah dalam satu kondisi yang mencekam

Aku kuat sebab Dia adalah Tuhan yang memberiku kekuatan dan keyakinan akan hidup yang lebih baik

Saat aku mengeluh dan membiarkan aura negatif masuk, aku menghalang damai sukacitaNya untuk menguasai diriku, saat itulah aku merasa bodoh…

Mengapa aku lebih percaya kepada sesuatu yang buruk kalau yang baik selalu ada disekitarku?

Terlalu singkat untuk diperdebatkan, terlalu buruk untuk dirusak… hidupku indah bukan karena aku selalu bahagia, tetapi karena Tuhan memberiku kenikmatan untuk menjalani proses ini bersamaNya

Hidupku hanya satu kali, dan Tuhan telah memberiku kesempatan untuk mengisinya dengan sesuatu yang indah, segala sesuatu yang buruk seolah begitu berarti ketika aku kehilangan luka itu

Sebab luka itu mengajariku untuk selalu percaya kepada Tuhan, janji-janjiNya serta waktuNya yang tepat

Luka itu memang menyakitkan, namun aku bersyukur masih memiliki Tuhan yang lebih besar daripada luka itu sendiri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s