Hidup Itu Indah


hidup ini terlalu indah untuk dibawa sedih setiap hari, hidup ini terlalu kejam diakhiri dengan bunuh diri

akankah dengan mengakhiri hidup, semua beban akan pergi tinggalkanku satu kebebasan?

kalau bukan karena satu tujuan, bagaimana caraku bertahan didunia ini dengan seribu tantangan yang tak kunjung selesai menyiksaku dengan nafas kelelahan?

apakah itu bukan suatu keajaiban jika aku yang sudah mau mati, bisa bertahan hidup sampai hari ini?

walaupun penuh dengan segala kecacatan, aku bersyukur bisa menikmati alam ini dengan sukacita, meski sering terluka oleh duri bunga mawar

setiap tetes darah yang mengalir, memberiku isyarat penting, kalau aku masih bisa hidup dengan persediaan darah yang terus ada dalam raga

menguci setiap aliran darah dengan gembok harapan, menerbangkan jutaan doa, terbang bersama angin, dibawa kepada awan dan jadilah air yang turun membasahi bumi

bumi dimana aku berpijak, melangkah dengan nada riang dan terjatuh dengan meninggalkan bekas luka disekujur tubuh

tapi dari semua yang ada, itulah sumber kekuatanku dan juga alasanku untuk terus tegar meski semua orang menggodaku dengan kemustahilan

mengejar matahari, menekan kehidupan menembus cakrawala… nafas terburu-buru tanda tak sanggup membuka mata dalam kekusutan diri yang berantakan

namun semua itu hanyalah selingan agar hidup ini berwarna.. tak hanya menginspirasi diri tapi juga demi orang lain yang memanggilku dengan suara parau

aku bersyukur setiap hari, bukannya aku mensyukuri sejuta kesialan yang aku dapat, tapi itulah berkat terindah yang Dia ciptakan bagiku agar aku selangkah lebih dekat denganNya

Dia yang menciptakan bumi, alam dan aku sebagai peran utama dalam panggung sandiwaraNya… pilihanNya itu menyimpan satu makna dengan sinar mentari yang menghangatkan suasana atau menghanguskan bumi penuh asap harapan yang terbang membumbung tinggi

mencintai diri sendiri, menjaga diri dari malapetaka dengan melihat bagaimana Dia yang sudah senantiasa menjagaku, mendidikku dengan sedemikian kerasnya, sehingga aku menjadi seperti yang Ia inginkan

yang Ia inginkan itulah permata hatiku yang harus aku rawat dan aku kembangkan dalam kepercayaan dan doa… kalau bukan karena kebaikan dan keramahan hatiNya, dimanakah aku berada saat ini? mungkinkah masih ada kesempatan bagiku untuk menjelajahi rentang waktu?

dicintai Dia yang maha pengasih, maha pengampun dan maha rahim adalah salah satu bukti kalau aku layak dipertahankan olehNya sampai maut itu sendiri yang menjemputku kepadaNya lagi

menyimpan seribu kenangan manis dan pahit didalam perjalannan ini, mengajariku untuk mempertahankan hidup ini dari noda-noda kesalahan yang terus bermunculan… memaknai hidup yang singkat ini dengan damai yang tertanam dalam diri

semua yang sulit, hujan badai, petir dan gemuruh seolah mengajakku bermain terus sambil bernyanyi serta menari

melupakan semua kesulitan yang merusak harapanku, namun disanalah aku diajari untuk punya harapan dalam Tuhan, sebab didalamNya tidak ada yang sia-sia

Dia memberiku pengharapan dalam kesulitan dan kegelapan, Dia memberiku cinta tanpa batas dan kemampuan yang luar biasa untuk tetap bergerak walaupun dalam keadaan tersempit sekalipun

janjiNya untuk menyinari hidupku, telah memberiku kekuatan dan keberanian untuk selalu takut akan Tuhan

untuk apa mengakhiri hidup yang bewarna ini hanya untuk satu kebebasan? sedangkan ada ratusan juta atau bahkan miliyaran orang ingin tetap hidup di dunia ini?

walaupun hidup didunia itu tidak enak, namun didalam setiap penderitaan itulah aku belajar untuk menjadikan hidup ini alat untuk bersinar, seterang kasih Tuhan atas hidupku

segelap apapun hidupku ini, aku tetap punya amunisi yang membuatku berjalan bersama penolong hidupku….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s