Asing


inilah dunia baru yang tersedia untukku jalani… dengan seribu perbedaan yang harus aku pelajari dengan cepat

saat keputusasaan itu datang, aku merindukan zona lamaku yang sudah membuatku nyaman meski banyak hal yang mengguncangku

namun guncangan, lingkungan dan orang-orang yang bersamaku itulah yang memberiku kenyaman dan pembentukan diri

aku bersyukur masih bisa bertahan disini dan aku berharap aku bisa mengikuti alur ini sampai selesai… sebab aku yakin, kalau ini hanyalah sementara

aku lelah dan takut pun akan mencengkramku lebih kuat lagi agar aku melemah dan kehilangan harapan

semangatku yang luntur, menyiksaku untuk turun dari tempat aku berdiri.. dimana dan bagaimana aku dapat bertahan jika aku tidak punya alasan?

tapi inilah hidupku sendiri, yang harus aku jalani dengan segala cobaan dan tekanan… bersama waktu, aku akan belajar menjelajahi dunia yang baru ini

dengan  bekal yang sudah ada, aku berusaha meredam rasa asingku ini, menanam kembali rasa sukacita dan syukur ke dalam lubuk hati

aku berdoa setiap kali akan berangkat, supaya hari ini adalah hari yang baik, hari yang luar biasa.. hari yang memberiku pengharapan dalam kekosongan hati

aku ingin kuat dan tegar terhadap penolakan, dan caci maki.. sebab penolakan adalah bibit harapanku untuk berubah menjadi orang yang tahan dalam segala badai hidup

aku ingin terbang melintasi cakrawala dan menerjang badai dengan kekuatan yang Tuhan pinjamkan kepadaku… aku bersyukur punya Allah yang kuat dan luar biasa, mengangkatku saat aku benar-benar jatuh, memberikan jawaban saat panik ini memelukku erat

pertolongan Allah Bapa adalah lencana dibajuku, semangat juangku dalam hatiku yang porak-poranda

hidupku yang tertutupi oleh kegelisahan, kekhawtiran dan rasa lelah seolah sirna ketika aku mencari kembali sumber semangatku yang mau belajar menjalani waktu ini dengan hati yang gembira

sebab aku telah dilahirkan sebagai orang yang kuat dan berpengharapan dalam Tuhan… justru dengan bersyukur dan berterima kasih, aku memahami rencana Tuhan yang luar biasa dalam hidupku

sesulit apapun beban yang harus aku jalani, aku tetap ingin ingat betapa baiknya Tuhan kepadaku… Dia memberiku nafas kehidupan yang baru setiap pagi,penyelesaian disetiap masalah dan kekuatan disetiap beban yang meyiksa ini

aku tabah dalam pencobaan dengan sayap rajawali yang mengambang jauh ke udara.. melihat dunia dengan 2 kacamata yang berbeda membuatku tau kalau dunia tidak selamanya buruk

yang indah itu selalu ada selama aku mau belajar dan menerima semuanya dengan lapang dada, seolah aku tak mau menyerah hanya karena aku ditempatkan ditempat yang asing

ada lagi hal yang menyadarkanku kalau seasing apapun lingkunganku yang baru ini, aku tau kalau Tuhan tidak akan membuatku asing denganNya…

Tuhan adalah doaku yang tergambar dalam asaku supaya aku punya harapan dalamNya… aku tak ingin menyesal karena aku terlalu mengikuti kehendakku sendiri

aku memang tidak tau dan tidak mengerti rencana Tuhan itu, tapi sebuta apapun aku terhadap rencana itu, aku mau mengikutiNya sebab rencana itu adalah yang terbaik bagiku… yang terbaik hanyalah Tuhan yang lalu meski harus mengalami peremukan yang sakit berulang kali

putus asa dan takut ini boleh memuaskanku tapi aku tak akan pernah lelah juga untuk berlindung padaNya, yang memegang tali hidupku dengan erat supaya aku tak terlepaskan

bodoh rasanya jika aku melepaskan Tuhan untuk duniawi ini karena dunia tidak memberikan apa yang aku inginkan dalam Yesus Kristus,,, kalau bukan diriku sendiri yang mengundangNya, siapa lagi? akankah dunia yang terlihat kejam ini akan memberiku peluang untuk tertawa dalam damai?

namun ketika semuanya berubah dalam nama Kristus Yesus, aku bisa merasakan damainya hidupku dan juga dunia ini… dunia yang merubah hidupku akan terarah ke segi positif saat aku yakin ada tangan Tuhan yang ikut campur ke dalamnya

cintailah diriku sendiri bagaimana Tuhan mencintai diriku, mengasihikudengan cinta tanpa batas sehingga aku memancarkan kasihNya juga kepada orang lain yang haus akan hadirnya Kristus

Kristus adalah pelita dibawah ranjangku sehingga terciptalah jalan yang terbentuk untuk mengarahkankan kakiku

Dia adalah pemimpinku, menggendongku saat aku tak sanggup lagi berjalan.. Dia hanya meninggalkanku kepercayaan teguh atas diriNya yang telah memberiku hidup

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s